
Bola.net - Pep Guardiola menuntut mentalitas baja dari skuad Manchester City jelang laga kontra Bodo/Glimt di lanjutan Liga Champions. Pelatih The Citizens tersebut tak ingin mendengar keluhan meski timnya menghadapi situasi sulit di Norwegia.
Man ity harus bermain di lapangan rumput sintetis dengan suhu di bawah nol derajat. Tantangan fisik ini makin berat karena mereka baru saja menelan kekalahan pahit.
City datang dengan luka menganga usai dihajar Manchester United 0-2 di Old Trafford akhir pekan lalu. Kekalahan itu membuat mereka gagal menang dalam empat laga Premier League terakhir.
Namun, Guardiola menegaskan tak ada ruang untuk mencari alasan. Ia meminta Erling Haaland dan kawan-kawan untuk langsung bangkit dan berhenti meratapi nasib.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Langgar 'Tradisi' Demi Adaptasi

Bermain di lapangan sintetis (artificial pitch) bukan perkara mudah bagi tim sekelas City. Demi adaptasi, Guardiola bahkan melakukan hal yang tak pernah ia lakukan sebelumnya.
City memutuskan berlatih di stadion lawan pada malam sebelum pertandingan. Tujuannya agar pemain terbiasa dengan pantulan bola yang berbeda dari rumput asli.
"Ada dua argumen soal itu, pertama lapangannya berbeda, itu sebabnya kami latihan di sini malam sebelumnya," ujar Guardiola.
"Kami belum pernah melakukan itu (latihan malam sebelumnya) sejak saya di Manchester. Tapi kami harus melihat pantulan bola dan operan pendeknya," sambungnya.
Meski demikian, Guardiola memberi peringatan keras. Kondisi lapangan tidak boleh dijadikan kambing hitam jika performa tim buruk.
"Argumen kedua, hidup tak pernah mudah. Jika kalian mulai menangis (mengeluh), kalian tak bisa capai apa yang sudah kita raih di masa lalu," tegas Pep.
Era Baru Tanpa Legenda
City memang sedang dalam periode transisi yang menyakitkan. Wajah tim berubah drastis setelah kepergian legenda seperti Kevin De Bruyne, Ilkay Gundogan, Kyle Walker, hingga Ederson.
Situasi makin pelik dengan badai cedera yang menghantam. Sembilan pemain harus menepi, membuat konsistensi permainan City terganggu.
"Kami lebih konsisten dibanding musim lalu. Tapi di saat yang sama, kami mengubah banyak pemain yang dulunya legenda besar," curhat Guardiola kepada TNT Sports.
Absennya pilar utama membuat Guardiola harus memutar otak lebih keras. Namun, kedatangan pemain baru seperti Antoine Semenyo dan Marc Guehi membawa angin segar.
"Lebih mudah jika Anda tidak memiliki sembilan pemain cedera seperti yang kami alami sekarang," imbuhnya.
Optimisme di Tengah Krisis
Meski tertinggal tujuh poin dari Arsenal di klasemen liga, Guardiola menolak menyerah. Ia melihat semangat juang yang tinggi dari 21 pemain yang dibawanya ke Norwegia.
Kemenangan atas Bodo/Glimt akan menjadi langkah krusial. Tiga poin bisa mendekatkan mereka ke tiket otomatis babak 16 besar Liga Champions.
"Ketika Anda menang, bangkit. Ketika Anda kalah, bangkit," kata Pep menanamkan filosofi pantang menyerah.
Mantan pelatih Barcelona tersebut menutup sesi dengan keyakinan bahwa badai ini akan berlalu.
"Saat situasi seperti ini, Anda butuh waktu sedikit lagi. Tapi saya sangat optimistis, dan kami akan melakukannya," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
-
Jadwal Siaran Langsung Bodo/Glimt vs Man City Hari Ini, Live Gratis di SCTV!
Liga Champions 20 Januari 2026, 13:59
LATEST UPDATE
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR