
Bola.net - - Manajer Tottenham Mauricio Pochettino mengatakan bahwa butuh lebih dari sekedar taktik yang hebat untuk bisa mengalahkan Manchester City yang diasuh Josep Guardiola.
Spurs sendiri baru saja meraih hasil yang bisa dibilang mengejutkan di Liga Champions. Mereka sukses mengandaskan City di babak perempat final.
Di leg pertama di Tottenham Stadium, Spurs berhasil menang 1-0. Di leg kedua di Etihad, City menang dengan skor 4-3.
Dengan demikian agregat menjadi 4-4. Namun Spurs berhak lolos karena mereka unggul dalam gol tandang.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Beruntung
Pochettino mengaku mengalahkan City sangatlah tidak mudah. Ia pun tak malu mengatakan bahwa ia bisa menyingkirkan Sergio Aguero cs berkat bantuan Dewi Fortuna.
"Tidak ada yang konkret, itu ada hubungannya dengan banyak hal," kata Pochettino kepada Goal International.
“Ini melampaui pendekatan taktis. Ini tentang kualitas, mengatasi keadaan yang sedang terjadi, momen berbeda yang dimiliki sebuah pertandingan, dan juga memiliki sedikit keberuntungan," terangnya.
“Kami seharusnya tidak terlalu bangga, tetapi kami juga memiliki kualitas dalam sepakbola kami. Kami menghadapi setiap pertandingan dengan keberanian," koarnya.
Lega
Laga leg kedua di Etihad sendiri menghasilkan drama di ujung laga babak kedua. Saat itu City dalam posisi unggul 4-3.
Artinya mereka butuh satu gol lagi untuk bisa lolos ke semifinal. Dan Raheem Sterling akhirnya bisa menjebol gawang Spurs pada injury time.
Namun gol tersebut tidak disahkan oleh wasit. Melalui VAR diketahui bahwa Sergio Aguero sebelumnya berada dalam posisi offside sebelum gol tercipta. Pochettino mengaku setelah wasit membatalkan gol itu, ia merasa sangat lega.
“Untuk gol kelima, kami bergerak cepat dari kekecewaan ke kelegaan offside. Emosi selalu naik turun. Hanya pada saat itu saya merasa bahwa pertandingan telah berlalu," kenangnya.
“Setiap orang yang tidak menang diberi label kegagalan terlalu cepat, saya tidak suka kata itu. Tidak mudah memenangkan Liga Champions, hanya Real Madrid yang memenangkan tiga (berturut-turut) dan itu luar biasa, karena di samping Premier League itulah yang paling sulit," serunya.
"Itu tidak adil, bahkan jika City telah memenangkan Liga Champions sebagai salah satu target mereka."
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Klopp Kurang Puas Dengan Komposisi PFA Premier League Team of the Year
Liga Inggris 29 April 2019, 21:52
-
Menurut Pochettino, Mengalahkan Guardiola Butuh Lebih dari Sekedar Taktik
Liga Champions 29 April 2019, 20:19
-
Sikut MU, Manchester City Juga Kejar Harry Maguire
Liga Inggris 29 April 2019, 19:00
-
Dikalahkan Van Dijk, Sterling Justru Raih FWA Player of the Year
Liga Inggris 29 April 2019, 16:28
-
Kata Wenger: Mungkin Takdir Liverpool Memang Runner-Up
Liga Inggris 29 April 2019, 15:00
LATEST UPDATE
-
Marc Marquez Curhat Soal Sulitnya Lawan Alex Marquez, Harus Lupakan Status Saudara
Otomotif 8 Januari 2026, 13:21
-
Meski Cetak Dua Gol, Benjamin Sesko Dinilai Tak Layak Bela Man Utd
Liga Inggris 8 Januari 2026, 12:23
-
Jadwal Lengkap Serie A 2025/2026
Liga Italia 8 Januari 2026, 12:03
-
Kesempatan Emas Arsenal Perlebar Jarak Setelah Man City dan Villa Terpeleset
Liga Inggris 8 Januari 2026, 11:49
-
Ini Alasan Liam Rosenior Tak Pimpin Chelsea Saat Lawan Fulham
Liga Inggris 8 Januari 2026, 11:29
-
Tiga Pemain Muda Persija Siap Asah Jam Terbang di Klub Baru
Bola Indonesia 8 Januari 2026, 11:09
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR