
Bola.net - Liga Champions adalah salah satu kompetisi paling bergengsi di dunia. Sudah banyak momen tak terlupakan sepanjang sejarah kompetisi elite yang melibatkan klub-klub terbaik Eropa ini.
Di babak 16 besar saja, sudah ada beberapa momen ikonik yang tercipta, baik itu selebrasi ikonik maupun comeback spektakuler.
Babak 16 besar pertama kali diperkenalkan di ajang Liga Champions pada musim 2003/2004. Liga Champions musim 2022/2023 ini adalah edisi ke-20 sejak pertama kalinya format tersebut dipakai di kompetisi ini.
Sejauh ini, klub yang paling sering tampil di babak 16 besar Liga Champions (termasuk musim 2022/2023) adalah Real Madrid. Los Blancos belum pernah absen di babak ini sejak musim 2003/2004 silam.
Setelah itu, ada Bayern Munchen (19 musim), Chelsea (18 musim), dan Barcelona (17 musim).
Berikut ini beberapa momen tak terlupakan yang pernah tersaji di babak 16 besar Liga Champions. Simak ulasannya di bawah.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Selebrasi Ikonik Jose Mourinho di Old Trafford dan Kejayaan Porto
📅 OTD in 2004...
— Football on BT Sport (@btsportfootball) March 9, 2021
Jose Mourinho ran down the Old Trafford touchline to celebrate Porto's last-minute equaliser against Man Utd 😳
An absolutely iconic #UCL moment 🤣 pic.twitter.com/PjZlXbXaXp
Liga Champions 2003/2004 adalah Liga Champions pertama yang memakai format babak 16 besar. Musim itu, Porto berjaya dengan meraih gelar kedua mereka usai mengalahkan Monaco di final. Sejak saat itu, nama sang pelatih Jose Mourinho dikenal oleh dunia.
Salah satu tim yang disingkirkan Porto dalam perjalanan mereka menuju tangga juara adalah raksasa Inggris, Manchester United. Dua tim ini bertemu di babak 16 besar.
Dua gol Benni McCarthy memberi Porto kemenangan 2-1 pada leg pertama Estadio do Dragao. Pada leg kedua di Old Trafford, Porto berada dalam bahaya setelah gawang mereka dibobol oleh Paul Scholes pada menit 32. Namun, perjuangan Porto membuahkan hasil di menit 90 ketika Costinha menyamakan skor jadi 1-1, yang membuat Porto unggul agregat 3-2.
Selebrasi berlari Mourinho di pinggir lapangan Old Trafford setelah gol Vitinha menjadi momen yang sangat ikonik.
Thriller di Stamford Bridge, Golazo Ronaldinho
🔵 A Stamford Bridge classic, #OTD in 2005!
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) March 8, 2021
⏰⚽️0⃣8⃣ Gudjohnsen
⏰⚽️1⃣7⃣ Lampard
⏰⚽️1⃣9⃣ Duff
⏰⚽️2⃣7⃣ Ronaldinho
⏰⚽️3⃣8⃣ Ronaldinho
⏰⚽️7⃣6⃣ Terry @ChelseaFC | #UCL pic.twitter.com/MhNGmjqzLq
Barcelona bertemu dengan Chelsea di babak 16 besar Liga Champions 2004/2005. Bermodalkan kemenangan 2-1 dari leg pertama di Camp Nou, Barcelona mengunjungi Stamford Bridge untuk melakoni leg kedua mereka.
Ronaldinho mencetak dua gol untuk Barcelona di markas Chelsea. Yang pertama dari eksekusi penalti, sedangkan yang kedua adalah golazo dengan sebuah tembakan tanpa ancang-ancang dari luar kotak penalti.
Namun, Chelsea menang dramatis 4-2. Barcelona tersingkir, sedangkan Chelsea melenggang dengan keunggulan agregat 5-4.
Manchester United 7-2 AC Milan
There's a reason why Sir Alex Ferguson is considered the greatest manager of all time.
— ESPN FC (@ESPNFC) February 26, 2021
Man United beat this AC Milan team 7-2 on aggregate back in 2010 😳 pic.twitter.com/7C4wftJJ4I
Dari semua partai yang tersaji di babak 16 besar Liga Champions 2009/2010, salah satu yang paling menarik perhatian adalah Manchester United vs AC Milan. Red Devils akhirnya menyingkirkan Rossoneri dengan agregat telak 7-2.
Pada leg pertama di San Siro, Manchester United mennag tipis 3-2. Paul Scholes mencetak satu gol, sedangkan Wayne Rooney memborong dua. Sementara itu, dua gol tuan rumah diciptakan oleh Ronaldinho dan Clarence Seedorf.
Pada leg kedua di Old Trafford, Manchester United kembali menang, tapi kali ini skornya lebih besar. Mereka menggilas Milan 4-0 lewat dua gol Wayne Rooney serta masing-masing satu gol Park Ji-sung dan Darren Fletcher.
La Remontada
24 hours until PSG return to the Camp Nou for the first time since La Remontada 😬 pic.twitter.com/YCWSXTuSa7
— International Champions Cup (@IntChampionsCup) February 15, 2021
Duel Barcelona dengan PSG di babak 16 besar Liga Champions 2016/2017 merupakan salah satu pertandingan ikonik dalam sejarah kompetisi ini. Waktu itu, Barcelona menyuguhkan sebuah aksi la remontada (comeback) yang sangat dramatis dan sensasional.
Pada leg pertama di Parc des Princes, Barcelona kalah telak 0-4. PSG menang lewat gol-gol Angel Di Maria (2), Julian Draxler, dan Edinson Cavani. Pada titik itu, banyak yang menganggap kalau Barcelona sudah pasti bakal tersingkir.
Namun, dengan trisula Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar, Barcelona mampu membalikkan keadaan di Camp Nou. Barcelona menang 6-1 dan lolos dengan agregat 6-5. Gol keenam yang menjadi penentu kelolosan Barcelona oleh Sergio Roberto bahkan tercipta pada menit 90+5!
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Rekor PSG di Babak 16 Besar Liga Champions: Berharap Magis Lionel Messi Seperti di Piala Dunia 2022
- Terseok-seok di Premier League, 5 Alasan Liverpool Bisa Singkirkan Real Madrid di 16 Besar Liga Cham
- Mengingat Keperkasaan Benfica di Fase Grup Liga Champions 2022/2023: Berlanjut ke Babak 16 Besar?
- Bagan 16 Besar Liga Champions dan Jadwal Pertandingan: Siapa Lawan Siapa?
- Jadwal Lengkap 16 Besar Liga Champions 2022-2023: Liverpool Tantang Madrid, PSG Jumpa Bayern
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Klaim Barcelona Jadi Besar Berkat Adiknya, Kakak Lionel Messi Akhirnya Minta Maaf
Liga Spanyol 9 Februari 2023, 21:50
-
Riil Kah? Manchester United Daratkan Frenkie De Jong di Musim Panas 2023?
Liga Inggris 9 Februari 2023, 21:41
-
Wow! Real Madrid, Barcelona dan Juventus Hidupkan Rencana European Super League
Liga Champions 9 Februari 2023, 20:00
-
Mau Ansu Fati, Manchester United Harus Siap Uang Segini
Liga Inggris 9 Februari 2023, 17:24
LATEST UPDATE
-
Drama Milan vs Como, Allegri Siapkan Aksi Balasan: Bakal Saya Sleding!
Liga Italia 19 Februari 2026, 18:49
-
Prediksi BRI Super League: Semen Padang vs Malut United 20 Februari 2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 18:34
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs PSM 20 Februari 2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 18:21
-
Live Streaming Brann vs Bologna - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 19 Februari 2026, 17:47
-
Live Streaming Fenerbahce vs Nottm Forest - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 19 Februari 2026, 17:46
-
Live Streaming PAOK vs Celta Vigo - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 19 Februari 2026, 17:45
-
Milan vs Como Hanya Seri karena Blunder Maignan, Gabbia: Jangan Fokus pada Satu Kesalahan
Liga Italia 19 Februari 2026, 17:41
-
Milan vs Como: 2 Poin yang Hilang Terasa Menyakitkan Bagi Gabbia
Liga Italia 19 Februari 2026, 17:27
-
Sukses dengan Cunha, Manchester United Berminat Boyong Berlian Wolverhampton Ini?
Liga Inggris 19 Februari 2026, 16:43
-
Cari Bek Kanan Baru, Manchester United Impor Raja Assist Borussia Dortmund?
Liga Inggris 19 Februari 2026, 16:20
-
MU Ultimatum Barcelona: 30 Juta Euro atau Rashford Balik ke Old Trafford!
Liga Inggris 19 Februari 2026, 16:01
-
Begini Cara Tim Medis Barcelona Jaga Performa Lamine Yamal Selama Puasa Ramadan
Liga Spanyol 19 Februari 2026, 16:00
-
Manchester United Intip Peluang untuk Daratkan Bek Tangguh Inter Milan Ini?
Liga Inggris 19 Februari 2026, 15:49
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
























KOMENTAR