
Bola.net - Kamis 26 Februari 2026, untuk sesaat, Parc des Princes kembali terasa seperti panggung kejayaan lama PSG. Gerak para pemainnya, sorak penonton, dan aliran bola seolah membawa ingatan kembali ke puncak performa musim lalu.
Biar begitu, ilusi itu cepat memudar. Dalam duel kacau dan penuh ketidakjelasan melawan Monaco, PSG memang memastikan tiket ke babak 16 besar Liga Champions, tetapi caranya justru menyalakan pertanda bahaya.
Lolos dengan agregat tipis dan nyaris tergelincir, pertandingan ini lebih dari sekadar hasil. Ia menjadi cermin yang memantulkan keraguan tentang arah dan kondisi PSG saat ini.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Kilasan Kejayaan yang Muncul Sekilas

Beberapa menit di Parc des Princes terasa seperti nostalgia. Desire Doue mempermainkan lawan dengan sentuhan halus, Khvicha Kvaratskhelia membuat bek Monaco kehilangan keseimbangan, sementara Vitinha dan Joao Neves bergerak lincah mengisi ruang.
Di tribune, penonton melompat mengikuti ritme permainan. PSG tampak kembali menjadi tim imperialis seperti pada periode puncak mereka di 2024/2025, fase singkat namun luar biasa yang kerap disebut sebagai salah satu sepakbola klub terbaik dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, seperti nostalgia pada umumnya, momen itu hanya sebentar. Permainan gemilang tidak pernah benar-benar mengeras menjadi dominasi penuh.
Drama Kontra Monaco

Monaco merusak mimpi itu dengan cara yang paling mengganggu. Setelah memberi PSG tekanan dengan 11 pemain di babak pertama, mereka kembali melakukannya dengan 10 orang hingga memaksakan hasil imbang 2-2.
Agregat 5-4 memang cukup untuk membawa PSG lolos, tetapi fakta bahwa Wout Faes hampir membawa laga ke perpanjangan waktu pada sentuhan terakhir menjadi catatan serius. Peluit akhir disambut rasa lega yang nyata, bukan euforia.
Rasa lega itu pun tidak sepenuhnya memuaskan. PSG masih bertahan di Liga Champions, tapi pertandingan ini menegaskan bahwa versi tak terbendung dari musim lalu belum kembali.
Masalah Lama PSG yang Kembali Berulang
Sejumlah kelemahan yang terlihat kontra Monaco bukanlah hal baru. Vitinha tampil sedikit di bawah standar biasanya, kurang tajam dan presisi dalam distribusi bola.
Beberapa pemain kunci, termasuk Achraf Hakimi dan Kvaratskhelia, terlihat tertinggal secara fisik. Bahkan sebelum laga, Luis Enrique sudah mengakui bahwa sektor pertahanan membutuhkan perbaikan. Setelah duel ini, keyakinan itu semakin kuat.
Masalah-masalah tersebut telah muncul sejak musim panas. PSG langsung melompat dari final Liga Champions ke Piala Dunia Antarklub dalam kondisi fisik ekstrem, dan diasumsikan membutuhkan waktu untuk pulih sepenuhnya.
Cedera, Absensi, dan Lubang di Dalam Tim PSG
Ada faktor penting lain yang tak bisa diabaikan. Hampir seluruh pemain utama sempat mengalami cedera, dengan Doue dan Ousmane Dembele termasuk yang paling terdampak.
Biar begitu, absennya Fabian Ruiz terasa paling menyulitkan. Tanpa gelandang asal Spanyol itu, PSG kekurangan kehadiran di kotak penalti pada momen-momen krusial. Warren Zaire-Emery, penggantinya, rapi dalam permainan tetapi dinilai terlalu pasif.
Di bawah mistar, situasinya juga belum stabil. Kepergian Gianluigi Donnarumma ke Manchester City meninggalkan kekosongan besar. Lucas Chevalier dan Matvey Safonov belum mampu menghadirkan rasa aman yang sama, baik secara teknis maupun aura.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSG Susah Payah ke 16 Besar Liga Champions: Magis Sudah Habis?
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:28
-
Liga Champions 26 Februari 2026, 18:39

-
Kapan Drawing 16 Besar Liga Champions 2025/2026 Digelar? Ini Jadwal Lengkapnya
Liga Champions 26 Februari 2026, 17:31
LATEST UPDATE
-
BRI Super League: Donny Warmerdam Mulai Menemukan Diri di PSIM Yogyakarta
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 22:21
-
Krisis Cedera yang Menggerogoti Liverpool: Tumbangnya Pemain-Pemain Kunci
Liga Inggris 26 Februari 2026, 21:59
-
PSG Susah Payah ke 16 Besar Liga Champions: Magis Sudah Habis?
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:28
-
Real Madrid Tindak Tegas Suporter yang Lakukan Salam Nazi Saat Lawan Benfica
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:18
-
2 Calon Lawan Menanti Real Madrid di 16 Besar Liga Champions
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:06
-
Jalan Terjal Chelsea Menuju Liga Champions: Rentetan Laga Berat yang Jadi Ancaman
Liga Inggris 26 Februari 2026, 21:01
-
Alasan di Balik Langkah Cristiano Ronaldo Membeli Saham Almeria
Liga Spanyol 26 Februari 2026, 20:54
-
Cristiano Ronaldo Resmi Beli 25 Persen Saham Klub Asal Spanyol Yakni Almeria
Liga Spanyol 26 Februari 2026, 20:20
-
Live Streaming Bologna vs Brann - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 26 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Nottm Forest vs Fenerbahce - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 26 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Celta Vigo vs PAOK - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 26 Februari 2026, 20:00
-
Kemenangan yang Menyisakan Banyak Masalah, Real Madrid Tidak Begitu Meyakinkan!
Liga Champions 26 Februari 2026, 19:44
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58





















KOMENTAR