
Bola.net - Kapten Chelsea, Reece James, membeberkan kunci kesiapan timnya jelang laga tandang mahaberat melawan Bayern Munchen di Liga Champions. Ia menyebut pengalaman dan pelajaran dari petualangan di Eropa sebelumnya, termasuk momen pahit, justru menjadi bekal yang sangat berharga.
The Blues akan memulai kampanye mereka di Liga Champions 2025/26 dengan lawatan ke Allianz Arena, Kamis (18/9/2025) dini hari WIB. Laga ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi skuad muda Chelsea yang terus berevolusi.
James secara spesifik mengenang kekalahan telak yang pernah ia rasakan dari Bayern Munchen pada tahun 2020. Menurutnya, pelajaran dari malam kelam di masa lalu itu akan sangat berguna untuk menghadapi pertandingan nanti.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa Chelsea saat ini sudah jauh lebih matang dan siap tempur. Keberhasilan meraih dua trofi bergengsi musim lalu menjadi bukti nyata bahwa The Blues siap menghadapi tantangan terbesar sekalipun.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Belajar Lebih Banyak dari Kegagalan
Reece James memiliki pandangan yang sangat dewasa dalam memaknai sebuah kemenangan maupun kekalahan. Menurut sang kapten, sebuah tim justru akan belajar lebih banyak hal saat mereka mengalami kegagalan atau tidak berhasil menjadi juara.
Ia merasa bahwa pelajaran paling berharga seringkali didapat dari kampanye di mana timnya harus tersingkir secara menyakitkan. Momen-momen sulit seperti itulah yang pada akhirnya membentuk karakter dan mentalitas sebuah skuad untuk menjadi lebih tangguh.
"Anda belajar lebih banyak ketika Anda tidak berhasil menjadi yang teratas," ujar Reece James dalam konferensi pers pralaga di Munich.
Malam Kelam Melawan Bayern di Tahun 2020
Bek kanan andalan Timnas Inggris itu kemudian secara spesifik menunjuk satu momen yang menjadi pelajaran terbesarnya. Momen itu adalah saat Chelsea dibantai tanpa ampun oleh Bayern Munchen pada babak 16 besar Liga Champions musim 2019/20.
Ia dengan jujur mengakui bahwa pada saat itu, timnya benar-benar tidak berdaya di hadapan kekuatan superior Bayern. Namun, ia percaya bahwa pengalaman pahit dan memalukan itulah yang akan membantunya tampil lebih baik di laga nanti.
"Ada lebih banyak yang bisa diambil dari kampanye di mana kami tersingkir di babak 16 besar atau perempat final. Saya bermain melawan Bayern pada tahun 2020, dan sejujurnya, mereka menghancurkan kami. Hari-hari dan malam-malam seperti itulah yang akan membantu saya menjelang pertandingan besok," kenangnya.
Skuad yang Terus Berevolusi
James mengakui bahwa skuad Chelsea telah mengalami banyak perubahan sejak terakhir kali mereka menjuarai Liga Champions pada tahun 2021. Namun, ia sama sekali tidak melihat perubahan tersebut sebagai sebuah hal yang negatif.
Ia menunjuk keberhasilan tim lolos kembali ke kompetisi ini dan kesuksesan memenangkan dua trofi (UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub) musim lalu sebagai bukti nyata. Menurutnya, itu adalah pertanda bahwa tim berada di jalur yang benar.
"Klub telah mengalami perubahan tetapi saya tidak akan serta merta mengatakan itu hal yang buruk karena kami lolos ke kompetisi ini musim lalu dan kemudian memenangkan dua trofi," jelasnya.
Awal yang Lambat, tapi Berkembang Pesat
Kapten The Blues itu juga tidak menampik bahwa proses adaptasi setelah adanya perubahan di dalam tim sempat berjalan dengan lambat. Skuad muda Chelsea butuh waktu untuk bisa menemukan ritme dan performa terbaiknya.
Namun, seiring berjalannya waktu, ia merasa performa tim meningkat secara pesat dan signifikan pada musim lalu. Keberhasilan yang diraih menjadi modal kepercayaan diri yang sangat besar untuk menatap tantangan di musim ini.
"Dengan adanya perubahan, kami memulai dengan lambat tetapi musim lalu kami berkembang pesat," pungkas James.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Usai Gagal Rekrut Fermin Lopez, Chelsea Kembali Bidik Bintang Muda Barcelona
Liga Inggris 17 September 2025, 23:24
-
Prediksi Starting XI Bayern Munchen vs Chelsea
Liga Champions 17 September 2025, 21:37
-
Ruben Amorim Cuma Salah Klub, Sistemnya Lebih Cocok di Chelsea!
Liga Inggris 17 September 2025, 19:55
-
Reece James Kenang Momen Pahit Ketika Chelsea 'Dihancurkan' Bayern Munchen
Liga Champions 17 September 2025, 17:26
LATEST UPDATE
-
Prediksi Susunan Pemain Milan vs Como: Siapa Gantikan Rabiot? Rafael Leao Starter
Liga Italia 18 Februari 2026, 20:29
-
Live Streaming Wolves vs Arsenal - Link Nonton Premier League/Liga Inggris di Vidio
Liga Inggris 18 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Olympiacos vs Leverkusen - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 18 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Bodo/Glimt vs Inter - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 18 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Milan vs Como - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 18 Februari 2026, 19:45
-
Tempat Menonton AC Milan vs Como: Live Streaming Serie A di ANTV dan Vidio
Liga Italia 18 Februari 2026, 19:39
-
Tempat Menonton Wolves vs Arsenal: Live Streaming Premier League di Vidio
Liga Inggris 18 Februari 2026, 19:19
-
Jelang Milan vs Como, Fabregas Puji Mental Rossoneri dan Singgung Realita Scudetto
Liga Italia 18 Februari 2026, 18:57
-
Shin Guards Bikin Kagok Pemain Bola Tapi Perlu, Coba Takar Risikonya
Bola Indonesia 18 Februari 2026, 18:46
-
Liverpool Injak Rem Dalam Perburuan Penyerang Aston Villa Ini
Liga Inggris 18 Februari 2026, 18:40
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48

























KOMENTAR