
Bola.net - Arsenal memastikan langkah besar mereka di panggung Eropa usai menyingkirkan Atletico Madrid di semifinal Liga Champions 2025/2026. Kemenangan tipis 1-0 di leg kedua memastikan agregat 2-1 dan membawa The Gunners ke partai puncak.
Gol semata wayang Bukayo Saka di babak pertama menjadi penentu dalam duel ketat di Emirates Stadium. Hasil ini sekaligus mengantar Arsenal ke final Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2006.
Keberhasilan tersebut langsung disambut dengan perayaan meriah oleh para pemain dan staf. Atmosfer stadion memanas dengan kembang api dan euforia besar dari para suporter yang memenuhi tribun.
Namun di balik pesta itu, muncul suara sumbang dari legenda Manchester United yang mempertanyakan sikap Arsenal. Wayne Rooney menilai selebrasi tersebut terlalu berlebihan mengingat trofi belum berada di tangan.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Sindiran Tajam Rooney untuk Euforia The Gunners

Wayne Rooney tak menampik bahwa Arsenal layak menikmati momen setelah perjuangan panjang mereka di Liga Champions musim ini. Ia memahami betapa sulitnya mencapai final kompetisi elit Eropa tersebut.
Meski begitu, Rooney mengingatkan bahwa perjalanan belum berakhir bagi pasukan Mikel Arteta. Menurutnya, fokus utama seharusnya tetap pada laga final, bukan larut dalam perayaan.
Pengalaman Rooney sebagai juara Liga Champions 2008 bersama Manchester United menjadi dasar pandangannya. Ia juga pernah merasakan pahitnya kalah di final pada 2009 dan 2011, sehingga tahu betul betapa tipis batas antara sukses dan kegagalan.
"Perayaan ini agak berlebihan. Mereka belum memenangkannya," sentil Rooney saat menjadi komentator di Amazon Prime, via Sportbible.
Walcott Bela Arsenal, Sebut Momen Ini Sangat Spesial

Berbeda dengan Rooney, Theo Walcott justru melihat euforia tersebut sebagai sesuatu yang wajar. Ia menilai pencapaian Arsenal kali ini punya makna emosional besar bagi klub dan para pendukung.
Walcott menyoroti bahwa banyak fans bahkan belum pernah melihat Arsenal tampil di final Liga Champions sebelumnya. Hal itu membuat momen ini terasa lebih spesial dibandingkan pencapaian biasa.
Selain itu, perjalanan Arsenal menuju final juga tidak mudah karena harus melewati rintangan berat dalam beberapa musim terakhir. Dari kegagalan di semifinal musim lalu hingga akhirnya menembus final, progres mereka dianggap luar biasa.
"Pemandangan yang luar biasa di sini. Saya belum pernah melihat Emirates seperti ini sebelumnya, koneksi dengan para penggemar yang sering kita bicarakan... Beberapa orang di sini bahkan belum lahir ketika terakhir kali mereka mencapai final, dan sekarang pertanyaannya adalah 'bisakah mereka melangkah lebih jauh?' Mungkin mereka adalah tim yang mampu melakukannya tahun ini," seru Walcott.
Kini, Arsenal tinggal selangkah lagi menuju sejarah baru saat menghadapi pemenang antara PSG atau Bayern Munich di final Budapest. Pertanyaannya, apakah mereka bisa membuktikan bahwa selebrasi itu bukan sekadar euforia sesaat?
Klasemen Liga Champions
(Sportbible)
Baca Juga:
- Griezmann Jelas-jelas Dilanggar di Kotak Penalti tapi Tidak Diberi Penalti, Ini Kata Bos Atletico
- UCL Gagal, Copa Kandas, La Liga Tertinggal: Kisah Akhir Antoine Griezmann di Atletico Madrid
- Sejarah Arsenal di Final Liga Champions: Cuma Sekali, Itu Pun Gagal Juara, Kini Waktunya Pecah Telur?
- Euforia Boleh, Lupa Diri Jangan: Kisah 2006 Jadi Alarm Agar Arsenal Jangan Terlalu Cepat Rayakan Tiket Final Liga Champions
- Arsene Wenger Ingatkan Mikel Arteta: Euforia Boleh, tapi Arsenal Harus Segera Fokus ke Final Liga Champions
- Mikel Arteta Sanjung Habis Atletico Madrid: Mereka Sulit Banget Dikalahkan!
- Filosofi Ferguson Jadi Kunci, Ini 4 Bukti Arsenal Pantas ke Final Liga Champions 2025/26
- Saka Jadi Pembeda! Arsenal Akhiri Penantian 20 Tahun dan Kembali ke Final Liga Champions
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Racing Santander vs Madrid: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 1 November 2026, 12:13
-
Hasil Moto3 Malaysia 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Finis Kedua!
Otomotif 1 November 2026, 11:43
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR