Bola.net - Para penampil terbaik di Piala Dunia harus mendapat pujian. Tak hanya membuat para penggemar sepakbola di seluruh jagat terhibur, aksi mereka di lapangan hijau juga membuat turnamen empat tahunan milik FIFA semakin menarik diikuti tiap edisinya.
Namun sayang, performa positif sering tak sejalan dengan prestasi yang dicatatkan oleh tim yang dibela. Tak terhitung berapa jumlah pemain yang telah tampil bersinar di Piala Dunia, namun tak kunjung mendapat mahkota juara sebagai lambang supremasi.
Menjelang dimulainya Piala Dunia 2014 di Brasil, daftar pemain tanpa gelar juara dunia semakin bertambah. Bahkan dua sosok yang kini dianggap sebagai yang terbaik sejagat juga masuk di dalamnya.
Siapa saja mereka? Berikut Bolanet mencoba menyusun nama 10 orang pemain terbaik di Piala Dunia, yang hingga saat ini masih belum berhasil mendapat gelar juara. (bola/rer)
Eusebio (Portugal)

Eusebio mencetak 733 gol dalam 745 pertandingan, 41 di antaranya untuk Portugal, dan satu ketika ia mengeksekusi penalti di Piala Dunia 1966, di mana Seleccao akhirnya harus menyerah dengan sang juara Inggris di fase semifinal.
Di turnamen edisi 1966, Eusebio mencetak total sembilan gol. Namun ia menangis dan amat menyesali kegagalannya di fase semifinal melawan Three Lions, tak lama usai wasit meniup peluit tanda berakhirnya laga.
Johan Cruyff (Belanda)

Sempat dipilih menjadi pemain terbaik Eropa abad ke-20 dan hanya kalah dari Pele untuk menjadi pemain terbaik Abad ini, Cruyff mencetak 33 gol dalam 48 pertandingan untuk Belanda, dan ia juga tidak pernah kalah di laga di mana ia mencetak gol.
Meski dipilih menjadi pemain terbaik di Piala Dunia 1974, ia tidak mencetak gol di partai final, yang akhirnya dimenangkan Jerman Barat dengan skor 2-1.
Usai membantu Belanda lolos ke putaran final di tahun 1978, Cruyff memutuskan untuk pensiun sebelum turnamen dimulai, dan De Oranje sekali lagi hanya bisa finish di posisi runner-up.
Ferenc Puskas (Hungaria)

Puskas, yang mencetak 84 gol dalam 85 penampilan untuk negaranya, merupakan pemain top ketika turnamen edisi 1954 digelar. Namun Hungaria, yang juga diperkuat oleh sosok top lainnya Sandor Kocsis dan tidak terkalahkan selama lima tahun dan 32 laga sebelum turnamen dimulai, ditundukkan oleh Jerman Barat di final yang dimainkan dalam kondisi luar biasa buruk.
Puskas bermain di partai final dengan mengalami keretakan tipis di bagian engkel. Namun ia masih mampu mencetak gol dan andai gol yang ia cetak di menit-menit akhir tidak dianulir oleh wasit akibat offside, maka Hungaria bakal menjadi juara dunia.
Sir Stanley Matthews (Inggris)
Satu-satunya pemain yang mendapat gelar Ksatria dari Kerajaan Inggris sebelum ia memutuskan untuk pensiun.
Matthew bermain di kompetisi divisi utama Inggris hingga ia berusia 50 tahun dan memainkan laga kompetitif terakhirnya ketika ia sudah berusia 70 tahun.
Perang Dunia II membuat Matthew tidak sempat menjajal Piala Dunia di saat terbaiknya, meski ia sempat bermain di turnamen edisi 1950 dan 1954, membantu Inggris lolos ke perempat final di dua edisi tersebut.
Lev Yashin (Uni Soviet)

Black Spider dianggap sebagai salah satu kiper terbaik yang pernah ada di sejarah sepakbola dunia. Karirnya bersama Dynamo Moscow dan tim nasional Soviet berjalan di era Perang Dingin dan membuatnya tampil di empat edisi Piala Dunia.
Soviet sempat mencapai perempat final tiga kali dan semifinal satu kali, namun mereka tidak pernah melangkah lebih dari itu.
Zico (Brasil)

Si Pele Putih adalah pemain keempat dengan koleksi gol terbanyak dalam sejarah sepakbola Brasil. Namun ketika ia membela tim Samba, mereka sedang dilanda paceklik gelar yang bertahan begitu lama. Hal tersebut membuat Zico bermain di tiga edisi Piala Dunia, namun hanya bisa menembus semifinal satu kali.
Lionel Messi (Argentina)

Berusia 26 tahun, karir Messi jelas jauh dari usia. Namun ia sudah menunjukkan prestasi luar biasa dengan bermain di lebih dari 275 pertandingan untuk Barcelona, mencetak 243 gol.
Juara empat kali Ballon d'Or itu tidak mengalami sukses serupa bersama tim nasional. Dalam dua edisi Piala Dunia yang dimainkan, Messi gagal membawa Argentina lolos melebihi fase perempat final dan hanya berhasil mencetak sebiji gol di dua turnamen yang ia ikuti.
Cristiano Ronaldo (Portugal)

Masih berusia 29 tahun, pemegang trofi Ballon d'Or 2013 ini mencatatkan 110 caps untuk Seleccao. Selain itu ia juga sudah menunjukkan penampilan yang cukup baik di panggung Piala Dunia, sebelum Brasil 2014.
Ronaldo mencetak gol di pertandingan kedua yang ia mainkan di Piala Dunia 2006 di Jerman dan mendapat anugerah man of the match di tiga laga yang dimainkan Portugal di fase grup Piala Dunia 2010.
Namun Portugal maksimal hanya pernah menembus semifinal satu kali. Melihat usianya saat ini, Ronaldo mungkin hanya punya dua lagi kesempatan untuk bermain di Piala Dunia dan membuktikan kemampuan yang ia miliki.
Hugo Sanchez (Meksiko)

Salah satu pemain Meksiko yang sudah mencatatkan namanya di buku emas sejarah sepakbola dunia dan Eropa. Sanchez memiliki rata-rata satu gol dalam dua pertandingan yang ia mainkan bersama tim nasional dan menjadi top skorer La Liga selama empat kali secara beruntun kala membela Real Madrid.
Meski Meksiko tidak masuk ke putaran final Piala Dunia 1982 dan dilarang tampil di tahun 1990 kala Sanchez sedang berada di form terbaiknya, ia sempat tampil di turnamen sebanyak tiga kali dan membantu timnya masuk ke perempat final di tahun 1986.
David Beckham (Inggris)

Beckham bermain 115 kali untuk tim nasional Inggris, yang juga mempercayainya untuk mengenakan ban kapten.
Meski Becks sempat bermain di tiga edisi Piala Dunia, Inggris kalah di babak 16 besar kala ia melakukan debut dan hanya sukses mencapai perempat final di dua usaha mereka berikutnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Robben: Kami Tak Boleh Memberi Spanyol Banyak Ruang
Piala Dunia 8 Juni 2014, 23:56
-
Del Bosque Tegaskan Spanyol Siap Hadapi Atmosfer Brasil
Piala Dunia 8 Juni 2014, 23:27
-
Del Bosque: Spanyol Bukan Favorit
Piala Dunia 8 Juni 2014, 23:00
-
Robben: Belanda Tak Boleh Beri Ruang Gerak Pada Spanyol
Piala Dunia 8 Juni 2014, 20:48
-
De Jong Berjanji Tak Akan Ulangi Tendangan Kungfu Saat Lawan Spanyol
Piala Dunia 8 Juni 2014, 14:24
LATEST UPDATE
-
Viktor Gyokeres Yang Terlalu Kuat untuk Bek Tottenham
Liga Inggris 23 Februari 2026, 14:52
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
-
Tottenham vs Arsenal: Viktor Gyokeres Akhirnya Menjelma jadi Monster
Liga Inggris 23 Februari 2026, 13:49
-
Pecco Bagnaia Komentari Tim Pilihannya di MotoGP 2027, Ikuti Insting dan Pilih yang Terbaik
Otomotif 23 Februari 2026, 13:33
-
Tembus 964 Gol! Cristiano Ronaldo Kian Dekati 1.000, Catat Rekor Baru
Asia 23 Februari 2026, 13:25
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR