Bola.net - Bola.net - Manchester City tampil hebat di Premier League pada musim 2017/18. Mereka mampu menjadi juara dengan torehan 100 poin.
Tim asuhan Josep Guardiola tersebut tentu saja ingin meraih kesuksesan yang lebih besar pada musim ini. Salah satunya tentu saja adalah mempertahankan gelar Premier League.
City melewati pra-musim yang cukup bagus. Selain itu, mereka juga menjadi juara dalam ajang Community Shield setelah mengalahkan Chelsea.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika City masih tetap difavoritkan untuk kembali menjadi juara Premier League. Meskipun begitu, City sepertinya akan menghadapi sejumlah kendala dalam mempertahankan gelarnya.
Berikut ini tiga alasan Manchester City tak akan juara Premier League musim ini seperti dilansir Sportskeeda.Kutukan Juara

Kompetisi Premier League sangat tidak bisa diprediksi dan sering menghadirkan kejutan. Bahkan tim yang di atas kertas akan berjuang di zona degradasi malah pernah menjadi juara dan itu terjadi pada Leicester City
Di sisi lain, ada juga contoh di mana sang juara bertahan tertinggal jauh dan finis jauh dari puncak klasemen seperti Chelsea di musim 2015/16.
Sejarah belakangan ini menunjukkan bahwa sang juara tidak dinaungi keberuntungan pada musim berikutnya. Manchester United menjalani musim yang buruk pada 2013/14 setelah mengangkat gelar ke-20 di musim sebelumnya. Chelsea, Leicester City dan Chelsea lagi mengalami nasib yang sama pada musim 2015/16, 2016/17 dan 2017/18.
Josep Guardiola harus waspada pada musim ini. Harapan besar untuk mempertahankan gelar sering menjadi bumerang buat mereka.
Trofi Premier League sangat membebani juaranya dan belum ada tim yang lolos dari kutukan belakangan ini.Target Lain

City mungkin mampu menaklukkan liga tapi penampilan mereka di Eropa tidak mengesankan. Mereka kalah di kandang dari Shakhtar Donetsk di babak grup dan dihancurkan Liverpool di babak perempat final.
Guardiola sudah memenangkan gelar liga dan dia pantas mendapatkan kredit. Tapi apakah itu sudah membuat petinggi klub puas? Sepertinya tidak.
Manajer Spanyol itu tentu juga harus memenangkan Liga Champions dan dia harus melakukannya sekarang. Bagi manajer yang sudah mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk transfer selama dua musim, wajib hukumnya menjuarai Liga Champions.
Akan ada saatnya pada musim ini di mana Guardiola akan dipaksa untuk memprioritaskan Liga Champions. Dia tidak bisa merotasi seluruh pemainnya setiap pekan.
Sepak bola Inggris punya jadwal pertandingan yang sangat padat. Ada alasan mengapa klub Inggris tidak sering memenangkan Liga Champions. Mungkin dia harus mengorbankan pentas domestik untuk kesuksesan yang lebih besar.
Masih Punya Kelemahan

City benar-benar tidak tertandingi sepanjang musim 2017/18. Mereka bahkan sudah terlihat akan mengunci gelar setelah pergantian tahun.
Banyak tim yang ciut ketika harus berhadapan dengan City. Namun, Liverpool asuhan Jurgen Klopp ternyata menjadi momok buat tim asuhan Josep Guardiola.
The Reds menghancurkan City di Liga Champions. Itu menunjukkan bahwa mereka masih punya kelemahan. Manchester United juga bisa melakukannya dalam derby Manchester meski sempat tertinggal 0-2.
Jose Mourinho dan Jurgen Klopp pernah mengalahkan City pada musim kemarin. Dengan demikian, tim lain masih punya harapan untuk mengalahkan Sergio Aguero dkk pada musim ini.(skd/ada)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
De Bruyne Mungkin Tak Akan Absen Lama
Liga Inggris 16 Agustus 2018, 21:27
-
Ambisi Besar Pep Guardiola: Lampaui Sir Alex Ferguson
Liga Inggris 16 Agustus 2018, 15:15
-
3 Alasan Man City Tak Akan Pertahankan Gelar Premier League
Editorial 16 Agustus 2018, 12:59
-
Meski Rugi Besar, Man City Diprediksi Bisa Bertahan Tanpa De Bruyne
Liga Inggris 16 Agustus 2018, 12:30
-
De Bruyne Cedera, Gundogan Siap Bermain Penuh
Liga Inggris 16 Agustus 2018, 11:00
LATEST UPDATE
-
5 Fakta Spektakuler di Balik Podium Aldi Satya Mahendra di WorldSSP Australia 2026
Otomotif 22 Februari 2026, 12:14
-
Aldi Satya Mahendra Masuk Top 5 Klasemen WorldSSP 2026 Usai Podium di Race 2 Seri Australia
Otomotif 22 Februari 2026, 11:35
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSSP 2026
Otomotif 22 Februari 2026, 11:20
-
Bekuk Lecce, Inter Milan Kian Percaya Diri untuk Hadapi Bodo/Glimt
Liga Italia 22 Februari 2026, 11:08
-
Juventus Tumbang Lawan Como, Begini Kata Luciano Spalletti
Liga Italia 22 Februari 2026, 10:55
-
Tottenham vs Arsenal: Ini 4 Alasan Spurs Bisa Jegal The Gunners di Derby London Utara
Liga Inggris 22 Februari 2026, 10:47
-
Tidak Cari-cari Alasan, Arbeloa akui Real Madrid Layak Kalah dari Osasuna
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 10:28
-
Kalah dari Osasuna, Alvaro Arbeloa Yakin Real Madrid Masih Bisa Juara La Liga
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 10:04
-
Terpeleset Lagi, Liam Rosenior Sebut Chelsea Harus Segera Berbenah
Liga Inggris 22 Februari 2026, 09:52
-
Chelsea Gagal Menang Lawan Burnley karena Blunder Pemain Sendiri
Liga Inggris 22 Februari 2026, 09:41
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSBK 2026
Otomotif 22 Februari 2026, 09:32
-
James Milner Ukir Sejarah, Pecahkan Rekor Penampilan di Premier League
Liga Inggris 22 Februari 2026, 09:28
-
Hasil Superpole Race WorldSBK Australia 2026: Nicolo Bulega Menang Lagi, Ungguli Duet Bimota
Otomotif 22 Februari 2026, 09:23
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR