
Bola.net - Krisis yang dialami Manchester United masih belum berakhir. Mereka baru saja menelan kekalahan ketiga dalam ajang Premier League musim ini.
Seta Merah harus bertekuk lutut saat berkunjung ke markas Newcastle. Kekalahan itu membawa Paul Pogba dan kolega mendekati zona degradasi.
Setan Merah sekarang sudah tertinggal 15 poin di belakang pemimpin klasemen Liverpool. Mereka perlahan-perlahan juga menjauh dari posisi enam besar.
Manajer Ole Gunnar Solskjaer sekarang berada dalam tekanan luar biasa. Dia harus melakukan perubahan dalam dua minggu ke depan selama jeda internasional.
Tapi, mengapa United mengalami kemunduran drastis pada musim ini? Berikut ini 3 alasan mengapa Manchester United kesulitan di bawah Solskjaer seperti dilansir Madaboutepl.
Skuat Lemah

Sudah jelas bahwa hal yang ditakuti sebagian penggemar Manchester United menjelang musim bergulir adalan skuat yang lemah. United melepas dua penyerang mereka, Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez, tetapi tidak mendatangkan pengganti di bursa transfer musim panas.
Alhasil, Setan Merah memberikan tekanan luar biasa kepada penyerang muda seperti Anthony Martial, Marcus Rashford, dan pemain baru Daniel James untuk memimpin lini serang. Padahal, mereka baru berusia 23, 21, dan 21 tahun.
Juara liga 20 kali itu juga tidak memperkuat lini tengahnya. Padahal lini tengah mereka sudah terlihat melemah selama beberapa musim terakhir dan semakin melemah dalam dua bursa transfer terakhir dengan penjualan Marouane Fellaini dan kepergian Ander Herrera.
Solskjaer juga punya pemain yang sudah tidak sepenuh hati bermain untuk klub seperti Paul Pogba. Faktor-faktor ini, ditambah dengan performa Fred dan Nemanja Matic telah membuat United ompong dan kurang bergairah di lini tengah.
Miskin Taktik

Solskjaer memulai kiprahnya sebagai manajer sementara Manchester United dengan rentetan kemenangan yang fantastis. Namun, torehan gemilang itu berakhir di akhir musim dan terus berlanjut pada awal musim ini.
Manajer asal Norwegia, yang punya catatan buruk sebagai manajer Cardiff City saat mereka berada di Premier League pada 2014, belum menunjukkan kehebatan dalam meracik taktik dan bahkan kekurangannya terekspos dalam cara dia membentuk timnya.
Solskjaer sepertinya tidak mempersiapkan timnya sesuai dengan kekuatan lawan dan hanya berpatok pada gaya permainan tertentu. United menggunakan 4-2-3-1 yang membutuhkan dua gelandang yang bisa melakukan segalanya, serta pemain No. 10 yang sangat baik, tetapi itu semua tidak dimiliki klub.
Mantan pemain United itu belum mengubah formasinya dan tetap bertahan pada skema yang sama untuk hampir setiap pertandingan pada musim ini.
Tak Punya Rencana B

Manchester United juga tidak punya Rencana B ketika keadaan di lapangan tidak berjalan dengan baik. Solskjaer sepertinya hanya mengandalkan serangan balik, tetapi taktik itu tidak bekerja melawan tim yang bertahan total karena United tidak punya pemain kreatif di lini tengah untuk membuka pertahanan.
Ketika punya pemain seperti Lukaku dan Fellaini, manajer Manchester United sebenarnya bisa memainkan sepak bola direct, menggunakan kekuatan fisik dan di udara mereka. Dia sepertinya punya pemain serupa di setiap posisi, tetapi kebanyakan dari mereka tidak cukup bagus untuk bermain di klub seperti Manchester United.
Solskjaer sudah menunjukkan bahwa dia mungkin tidak punya kualitas untuk menjadi manajer di Premier League, apalagi klub besar seperti Manchester United.
Sumber: Madaboutepl
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
MU Akan Kejar Rice dan Koulibaly Meski Masa Depan Solskjaer Tidak Jelas
Liga Inggris 8 Oktober 2019, 22:20
-
Pengakuan Jujur Maguire: MU Tak Cukup Bagus
Liga Inggris 8 Oktober 2019, 21:51
-
Daniel James: Gabung MU Bukanlah Kesalahan!
Liga Inggris 8 Oktober 2019, 21:00
-
Memphis Depay Bantu MU Dapatkan Moussa Dembele
Liga Inggris 8 Oktober 2019, 20:40
LATEST UPDATE
-
Arsenal dan Julian Alvarez Terpisah Upeti Rp3 Triliun
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 21:33
-
Singkat, Padat, Jelas! Lewis Hall Gak Dijual, MU!
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 21:06
-
Jose Mourinho Temukan Formula Agar Jude Bellingham dan Arda Guler Bisa Main Bersama
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 20:14
-
Debut Impian Anthony Gordon di Barcelona
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 19:49
-
Wajah Baru AC Milan Era Ruben Amorim: Proaktif dan Agresif
Liga Italia 24 Agustus 2026, 19:27
-
Sempat Menolak, Gabrile Martinelli Kini Terbuka Pindah ke Arab Saudi?
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 19:23
-
Kabar Baik MU! Amad Diallo Segera Beraksi Lagi!
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 19:12
-
Ada Tangis Lamine Yamal di Balik Kemenangan 5-0 Barcelona atas Elche
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 19:04
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59




















KOMENTAR