Bola.net - Bola.net - Jurgen Klopp mampu menyulap Liverpool menjadi tim yang cukup disegani di Premier League. The Reds merupakan salah satu tim terbaik di Premier League saat ini.
Bahkan Liverpool saat ini sedang diperhitungkan sebagai kandidat kuat untuk menjuarai Premier League pada musim ini. Jordan Henderson dan kolega sekarang sedang terlibat persaingan sengit dengan Manchester City.
Liverpool saat ini sedang unggul satu poin dari City di puncak klasemen sementara Premier League setelah menjalani 27 pertandingan. Hal itu tentu saja berkat tangan dingin Klopp sejauh ini.
Meskipun begitu, Klopp juga dikenal sebagai manajer yang unik. Ia terkadang juga dikenal sering membuat alasan menyedihkan setiap kali Liverpool kalah atau seri.
Berikut ini lima alasan konyol yang dibuat Jurgen Klopp setelah Liverpool menuai hasil yang buruk seperti dilansir Fox Sports Asia.
Rumput Kering

Rumput kering sepertinya menjadi musuh besar manajer Liverpool Jurgen Klopp. Setelah gagal menang melawan Southampton pada 2017 di Anfield, mantan manajer Borussia Dortmund itu mengklaim bahwa rumput kering membuatnya timnya sangat sulit untuk menciptakan peluang.
"Hari ini, saya tahu tidak ada yang mau mendengarnya tetapi saya cukup berani untuk mengatakannya, lapangannya benar-benar kering.
"Kami sudah mengguyurnya dengan air, tetapi setelah 15 menit itu benar-benar kering, angin, itu sulit."
Ini bukan pertama kalinya Klopp menyalahkan rumput ketika Liverpool gagal meraih kemenangan. Manajer Jerman itu menyalahkan rumput setelah Liverpool gagal mengalahkan Bury pada 2018.
Pada tahun yang sama, Klopp menyebut alasan serupa ketika Liverpool gagal mengalahkan West Brom di Hawthorn.
Angin

Angin juga menjadi kambing hitam Klopp atas kegagalan Liverpool. Hal itu terjadi setelah mereka menelan kekalahan dari Southampton di semifinal Piala EFL. Setelah pertandingan, Klopp menyalahkan angin sehingga Liverpool tidak bisa bermain sebaik mungkin.
Mungkin dia lupa kalau angin berhembus sama untuk kedua tim.
"Saya mengatakan beberapa kali ketika saya datang ke sini tentang angin dan semua orang tertawa, tetapi hari ini benar-benar sulit, sangat sulit bermain sepak bola dengan angin seperti ini."
Ketidaksukaannya dengan angin juga terjadi pada tahun 2015 ketika Klopp mengklaim bahwa cuaca berangin di Inggris menghambat filosofi sepakbola yang mengalir bebas.
Penyiar Televisi

Ya, ini pernah terjadi. Jurgen Klopp pernah menggunakan alasan penyiar televisi karena menghalangi timnya. Ini terjadi di Piala FA ketika Liverpool kalah dari West Brom tahun lalu.
Klopp menyalahkan BT Sport karena tidak mengizinkan wasit menambah waktu injury time.
“Yang saya dengar adalah waktu tambahan yang sebenarnya di babak pertama seharusnya 10 menit. Itu hanya empat menit. Saya mendengar bahwa televisi mengatakan itu tidak lebih dari empat menit."
Salju

Yang ini belum lama terjadi dan Klopp tidak sungkan menyalahkan salju atas kegagalan timnya. Setelah gagal mengalahkan Leicester bulan lalu, ia menyatakan bahwa salju mengganggu irama permainan timnya dan membuat hidup mereka sengsara.
"Anda lihat bola tidak menggelinding dengan baik," kata Klopp. "Jika Anda menguasai bola cukup banyak selama 70 hingga 80 persen dari waktu itu membuat hidup benar-benar tidak nyaman."
Cedera Lawan

Klopp juga pernah menggunakan masalah cedera tim lawan atas kegagalan timnya untuk meraih kemenangan.
Itu terjadi saat Liverpool bermain imbang melawan Manchester United kemarin. Manajer Jerman itu mengklaim masalah cedera yang dialami United pada babak pertama menyebabkan gangguan pada ritme permainan.
"Jika kami melanjutkan seperti kami memulai pertandingan kami bisa menang tetapi kami kehilangan ritme karena cedera," katanya.
Dalam pertandingan di Old Trafford tersebut, ada empat pergantian pemain yang terjadi di babak pertama dan tiga di antaranya dilakukan oleh Manchester United.
Video Pilihan
Berita video tentang Chelsea yang tak ingin memperpanjang masalah antara Kepa Arrizabalaga dengan Maurizio Sarri.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Data dan Fakta Premier League: Liverpool vs Watford
Liga Inggris 26 Februari 2019, 15:32
-
Prediksi Liverpool vs Watford 28 Februari 2019
Liga Inggris 26 Februari 2019, 15:31
-
Liverpool Beruntung Punya Alisson Becker
Liga Inggris 26 Februari 2019, 15:20
-
MU vs Liverpool, Victor Lindelof Disebut Jadi Pembeda
Liga Inggris 26 Februari 2019, 15:00
-
Berada di Puncak Klasemen, Peluang Juara Ada di Tangan Liverpool
Liga Inggris 26 Februari 2019, 14:30
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Atletico Madrid vs Club Brugge: Alexander Sorloth
Liga Champions 25 Februari 2026, 04:20
-
Barcelona Siapkan Skenario Permanen untuk Joao Cancelo: Transfer Gratis Jadi Kunci?
Liga Spanyol 25 Februari 2026, 00:56
-
Ketenangan Senne Lammens Jadi Kunci Kemenangan Man United atas Everton
Liga Inggris 25 Februari 2026, 00:50
-
Benjamin Sesko Bongkar 'Rahasia' di Balik Ketajamannya Bersama Man United, Apa Itu?
Liga Inggris 25 Februari 2026, 00:17
-
Putra Michael Carrick Sempat Diusir Petugas Keamanan usai MU Tumbangkan Everton
Liga Inggris 25 Februari 2026, 00:05
-
Drama Menit Akhir Liverpool Kembali Terjadi, Slot Akui Timnya Tak Pantas Menang?
Liga Inggris 24 Februari 2026, 23:10
-
Viktor Gyokeres dan Respons Sempurna Arsenal
Liga Inggris 24 Februari 2026, 22:37
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35

























KOMENTAR