5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini

5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Reaksi pemain Real Madrid setelah Albacete mencetak gol di laga 16 besar Copa del Rey, 15 Januari 2026. (c) AP Photo/Jose Breton

Bola.net - Real Madrid dikenal sebagai raja Eropa dengan koleksi gelar Liga Champions yang mengesankan. Namun, dominasi itu tidak selalu tercermin di ajang Copa del Rey.

Sejak pergantian abad, kompetisi sepak bola tertua di Spanyol tersebut kerap menjadi batu sandungan bagi Los Blancos. Kekalahan mengejutkan dari tim yang jauh lebih lemah berulang kali terjadi.

Meski telah mengoleksi 17 trofi Copa del Rey sepanjang abad ke-20, Real Madrid hanya menambah tiga gelar dalam 26 tahun terakhir. Fakta ini kontras dengan status mereka sebagai klub tersukses Eropa.

Barcelona justru tampil lebih konsisten di turnamen ini dengan enam gelar dalam 11 musim terakhir. Perbandingan tersebut semakin menegaskan masalah Madrid di Copa del Rey.

Dengan skuad bertabur bintang dan pelatih silih berganti, Real Madrid tetap gagal menghindari hasil memalukan. Musim 2025-2026 menjadi contoh terbaru dari cerita panjang kegagalan tersebut.

1 dari 5 halaman

5. Real Zaragoza 6-1 Real Madrid (2006)

Real Madrid dihancurkan Real Zaragoza pada leg pertama semifinal Copa del Rey 2005-2006. Dalam 35 menit pertama, Diego Milito sudah mencetak hattrick.

Penyerang asal Argentina itu menambah satu gol lagi sebelum Ewerthon mencetak dua gol tambahan. Iker Casillas harus memungut bola dari gawangnya sebanyak enam kali.

Satu satunya gol hiburan Madrid dicetak Julio Baptista. Kekalahan telak itu membuat peluang ke final hampir tertutup.

Meski menang 4-0 pada leg kedua, Real Madrid tetap tersingkir secara agregat. Hasil ini turut mendorong Florentino Perez mengakhiri periode pertamanya sebagai presiden klub.

2 dari 5 halaman

4. Albacete 3-2 Real Madrid (2026)

Kekalahan ini menjadi noda terbaru dalam sejarah Copa del Rey Real Madrid. Albacete menyingkirkan Los Blancos di babak 16 besar musim 2025-2026.

Laga tersebut juga menjadi debut Alvaro Arbeloa sebagai pelatih, hanya tiga hari setelah Xabi Alonso diberhentikan. Harapan kebangkitan justru berubah menjadi kekecewaan.

Skuad yang diisi pemain pelapis dan jebolan Castilla tampil tanpa energi. Real Madrid sempat dua kali menyamakan skor sebelum akhirnya runtuh.

Gol Jefte Betancor pada menit ke-94 memastikan kemenangan Albacete. Kekalahan ini terasa lebih pahit karena lawan berasal dari kasta kedua dan belum pernah menang atas Madrid sebelumnya.

3 dari 5 halaman

3. Real Union 3-2 Real Madrid (2008)

Real Madrid kembali dipermalukan, kali ini oleh klub divisi tiga Real Union. Kekalahan terjadi pada leg pertama babak 32 besar Copa del Rey 2008-2009.

Los Blancos kebobolan saat laga baru berjalan dua menit. Gol cepat itu membakar semangat tuan rumah dan mengacaukan permainan Madrid.

Javier Saviola sempat menyamakan kedudukan setelah jeda. Namun, Real Union kembali mencetak gol dan mempertahankan keunggulan hingga laga usai.

Pada leg kedua, Madrid menang 4-3 di Santiago Bernabeu. Namun, mereka tetap tersingkir akibat aturan gol tandang.

4 dari 5 halaman

2. Alcorcon 4-0 Real Madrid (2009)

Musim berikutnya, sejarah buruk kembali terulang. Real Madrid dibantai Alcorcon pada babak 32 besar Copa del Rey 2009-2010.

Tim tuan rumah yang berasal dari Segunda Division B unggul 3-0 di babak pertama. Skor akhir 4-0 menjadi salah satu hasil paling memalukan Madrid.

Kekalahan ini terjadi meski Madrid menurunkan pemain inti seperti Karim Benzema, Raul, dan Arbeloa. Marcelo serta Ruud van Nistelrooy juga masuk sebagai pemain pengganti.

Pada leg kedua, Madrid hanya menang 1-0. Hasil tersebut tidak cukup untuk menutupi kegagalan besar di Estadio Santo Domingo.

5 dari 5 halaman

1. Alcoyano 2-1 Real Madrid (2021)

Kekalahan paling memalukan Real Madrid di Copa del Rey abad ini terjadi pada 2021. Klub divisi tiga Alcoyano menyingkirkan Madrid di babak 32 besar.

Eder Militao membawa Madrid unggul jelang turun minum. Situasi tampak terkendali hingga Alcoyano menyamakan skor pada menit ke-80.

Laga berlanjut ke babak tambahan waktu meski Alcoyano bermain dengan 10 pemain. Namun, keunggulan jumlah pemain tidak mampu dimanfaatkan Madrid.

Juanan mencetak gol penentu pada menit ke-115. Kekalahan ini menjadi salah satu kegagalan terbesar di era Zinedine Zidane dan menutup musim tanpa satu pun trofi.

Sumber: Fotmob


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL