Bola.net - Bola.net - Selama bertahun-tahun, Italia sudah menghasilkan banyak manajer terbaik dalam sepakbola. Mereka bisa mempersembahkan banyak trofi kepada timnya.
Bahkan manajer Italia sudah memenangkan Liga Champions lebih banyak daripada manajer dari negara lain. Itu merupakan bukti dari kualitas dan kelas mereka.
Karenanya, banyak klub papan atas Premier League yang kepincut dengan juru taktik dari Italia. Alhasil, mereka pun bisa menikmati masa-masa indah dengan manajer Italia.
Berikut ini lima manajer Italia terbaik yang menghiasi Premier League seperti dilansir Sportskeeda.
Maurizio Sarri

Maurizio Sarri bergabung dengan Chelsea pada musim ini setelah performa yang brilian dengan Napoli selama dua musim terakhir.
Kemampuan Sarri sudah terbukti di Italia. Dia berhasil membawa Empoli promosi ke Serie A pada musim keduanya dan mengantarkan Napoli ke Liga Champions secara beruntun.
Bahkan setelah kehilangan bomber haus gol Gonzalo Higuain ke Juventus, ia berhasil mengubah Napoli menjadi tim dengan lini serang yang efisien.
Chelsea tentu berharap yang sama dengan Sarri dan bisa membawa mereka kembali ke Liga Champions.
Antonio Conte

Antonio Conte berhasil memenangkan gelar Premier League pada musim pertamanya di Chelsea. Itu merupakan prestasi yang sangat luar biasa karena tidak banyak manajer yang bisa melakukan hal tersebut.
Conte memulai karir manajerialnya dengan Arezzo. Namun, dia mulai menjadi pusat perhatian ketika membantu Bari meraih promosi ke Serie A. Setelah itu ia bergabung dengan Juventus dan memamerkan kemampuan manajerialnya.
Conte tidak hanya memenangkan liga di musim pertamanya sebagai pelatih Juventus, tapi dia membuat timnya tidak terkalahkan pada musim 2011-12.
Dengan dua gelar dalam dua musim bersama Chelsea, Conte sangat berjasa mempopulerkan skema tiga bek di Premier League dan menjadi salah satu manajer terbaik di sana.
Roberto Mancini

Manajer Italia saat ini itu menghabiskan tiga setengah musim bersama Manchester City dan membawa mereka meraih gelar liga pertama sejak 1968 pada musim 2011-12.
Mancini memenangkan Serie A, pertama sebagai pemain dengan Sampdoria dan kemudian sebagai manajer dengan Inter Milan. Selama empat tahun, Inter tidak hanya menjadi kekuatan dominan di Italia tetapi juga di sepakbola Eropa.
Setelah sukses sebagai manajer di Serie A, Mancini bergabung dengan City pada Desember 2009. Dan sejak 2010, City berhasil lolos ke Liga Champions di bawah asuhannya.
Mancini berhasil memenangkan hampir semua piala utama di sepakbola Inggris bersama City seperti gelar liga, FA Cup, dan Community Shield.
Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti adalah salah satu manajer yang paling sukses pada era sekarang ini. Dia sudah menangani beberapa tim terbaik di dunia dan memenangkan tiga Liga Champions dengan dua tim yang berbeda.
Ancelotti memulai karir manajerialnya dengan tim Serie B Reggiana dan membantu mereka meraih promosi pada musim pertamadi tahun 1995. Namun, namanya terkenal pada tahun 1999 ketika dia diumumkan sebagai manajer Juventus meski tidak terlalu sukses di sana.
Ancelotti menangani AC Milan dan berada di puncak kesuksesan mereka. Selama delapan tahun di San Siro, Ancelotti memenangkan Serie A satu kali, Liga Champions dua kali dan Coppa Italia satu kali. Setelah itu tawaran dari Chelsea datang.
Dia bergabung The Blues pada musim 2009-10 dan berhasil mempersembahkan gelar Premier League, FA Cup dan juga Community Shield.
Claudio Ranieri

Ranieri berhasil mematahkan semua prediksi dan di luar dugaan bisa membawa Leicester City memenangkan gelar Premier League.
Tidak seperti manajer lain dalam daftar ini, Ranieri tidak memulai karir manajerial profesionalnya di Seri B, tetapi di Serie C dengan Cagliari yang kini menjadi langganan di Seri A. Meski pernah menangani S.S.D. Puteolana 1902 selama setahun, kariernya benar-benar dimulai bersama Cagliari
Setelah bertugas di Spanyol, Ranieri ditunjuk sebagai manajer Chelsea pada tahun 2000. Ini adalah pengalaman pertamanya bekerja di Inggris.
Namun, setelah empat musim gagal memenangkan trofi, Ranieri dipecat pada tahun 2004. Dan setelah 11 tahun menangani sejumlah tim di Spanyol, Italia, dan Yunani, ia akhirnya kembali ke Premier League pada tahun 2015.
Pada musim itu The Foxes berhasil memenangkan gelar liga untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Hal itu membuat Ranieri memenangkan penghargaan Manajer Terbaik FIFA dan Manajer Terbaik Premier League.
Meski dipecat pada pertengahan musim berikutnya, Ranieri adalah salah satu manajer terbaik Italia yang memenangkan Premier League dan dia melakukannya dengan bukan tim unggulan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi PAOK Thessaloniki vs Chelsea 20 September 2018
Liga Eropa UEFA 19 September 2018, 16:00
-
5 Manajer Italia Terbaik di Premier League
Editorial 19 September 2018, 15:20
-
Eden Hazard Belum Layak Jadi Pemain Terbaik Eropa
Liga Inggris 19 September 2018, 14:53
-
Marco Asensio Masuk Radar Chelsea
Liga Inggris 19 September 2018, 13:30
-
Ketika Kante Ketinggalan Kereta dan Akhirnya Makan Malam Bareng Suporter Arsenal
Bolatainment 18 September 2018, 17:52
LATEST UPDATE
-
Sikap Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2026 Jadi Sorotan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 23:56
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



















KOMENTAR