
Bola.net - Sir Alex Ferguson punya banyak pemain hebat di Manchester United. Namun, ada tiga yang menurutnya tak mendapat apresiasi cukup.
Ia menyebut Brian McClair, Park Ji-sung, dan Ronny Johnsen. Ketiganya dianggap sebagai pahlawan tak dikenal di era kejayaannya.
Ferguson bahkan menyesal tidak memainkan Park Ji-sung lebih efektif. Ia merasa pemain Korea Selatan itu seharusnya mengawal Lionel Messi di final Liga Champions 2011.
Meski tak selalu disorot, kontribusi mereka tetap diingat fans United. Lalu, apa yang mereka lakukan setelah pensiun dari sepak bola?
Berikut kabar terbaru dari tiga pemain underrated pilihan Sir Alex Ferguson.
1. Brian McClair
Brian McClair mengalami transformasi drastis setelah pensiun, yang sering membuat para penggemar kebingungan. Mantan penyerang Manchester United itu kini tampil dengan janggut lebat dan rambut panjang, jauh berbeda dari penampilannya saat masih bermain.
McClair, yang kini berusia 61 tahun dan menjadi pembawa acara podcast Life With Brian, mengungkapkan sering tidak dikenali. Ia bahkan pernah berada dalam situasi di mana namanya disebut, tetapi orang-orang tidak menyadari bahwa itu dirinya.
Dengan nada bercanda, ia mengatakan sering menjawab, "Saya dulu Brian McClair," ketika ada yang bertanya apakah itu benar dirinya. Jawaban itu sering membuat orang bingung, mempertanyakan siapa dia sekarang.
2. Ronny Johnsen
Ronny Johnsen menikmati karier penuh trofi bersama Manchester United. Pemain serba bisa asal Norwegia itu memenangkan tiga gelar Premier League, satu FA Cup, dan satu Liga Champions dalam lima musim di bawah Sir Alex Ferguson.
Setelah meninggalkan United pada 2002, Johnsen sempat bermain untuk Aston Villa dan Newcastle. Ia kemudian mengakhiri kariernya di Valerenga pada 2008 sebelum fokus mengejar lisensi kepelatihan.
Pada 2023, ia ditunjuk sebagai asisten pelatih tim U-23 wanita Norwegia setelah sebelumnya melatih Eik Tonsberg. Selain melatih, ia juga aktif sebagai pundit dan analis untuk pertandingan United di TV2 Norwegia.
3. Park Ji-sung

Park Ji-sung menjadi pemain Asia tersukses sepanjang sejarah selama tujuh tahun di Manchester United. Ia meraih empat gelar Premier League, satu trofi Liga Champions, dan empat Piala Liga sebelum pensiun usai bermain untuk QPR dan PSV Eindhoven.
Setelah gantung sepatu, Park mengejar lisensi kepelatihan dan sempat menangani tim U-16 QPR. Ia kemudian mengambil peran sebagai direktur teknik di klub K League 1, Jeonbuk Hyundai Motors, pada 2022.
Di Jeonbuk, ia merekrut mantan bintang Chelsea, Dan Petrescu, sebagai pelatih, tetapi sang manajer mundur di tengah musim. Park lalu beralih ke peran penasihat, sementara Jeonbuk menunjuk eks pemain Chelsea lainnya, Gus Poyet, sebagai pelatih tahun lalu.
Sumber: Express
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lepas Christian Eriksen, MU Bakal Kejar Gelandang Newcastle Ini?
Liga Inggris 24 Maret 2025, 21:06
-
Manchester United Hidupkan Minat Pada Bomber Ajax Ini?
Liga Inggris 24 Maret 2025, 20:39
-
Manchester United Bakal Korbankan 3 Pemain untuk Beli Striker Baru
Liga Inggris 24 Maret 2025, 20:19
LATEST UPDATE
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 8-9 April 2026
Liga Champions 6 April 2026, 15:44
-
Saran Dari Legenda, Ini Dua Nama Gelandang yang Harus Dikejar MU
Liga Inggris 6 April 2026, 13:43
-
Bruno Fernandes Siapkan Penggantinya di Manchester United, Ini Sosoknya!
Liga Inggris 6 April 2026, 13:24
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13

























KOMENTAR