April Jadi Ujian Berat Arsenal, Rekor Buruk Era Mikel Arteta Kembali Menghantui

April Jadi Ujian Berat Arsenal, Rekor Buruk Era Mikel Arteta Kembali Menghantui
Ekspresi Kepa Arrizabalaga dkk. dalam laga Southampton vs Arsenal di FA Cup 2025/2026, Minggu (5/4/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Bola.net - Performa Arsenal selepas jeda internasional langsung memicu kekhawatiran. Kekalahan dari Southampton menjadi awal yang jauh dari ideal bagi tim asuhan Mikel Arteta, sekaligus menghidupkan kembali bayang-bayang buruk bulan April yang selama ini menghantui The Gunners.

Dalam laga perempat final FA Cup di St. Mary's Stadium tersebut, Arteta melakukan sejumlah rotasi, namun hasilnya justru berbalik negatif.

Arsenal gagal menundukkan lawan yang secara kasta berada di bawah mereka, dan Southampton tampil lebih efektif hingga pantas mengamankan kemenangan.

Situasi ini menjadi alarm serius mengingat Arsenal masih harus menjalani lima pertandingan sepanjang April. Tantangan itu mencakup dua leg di Liga Champions serta laga krusial melawan Manchester City.

Dengan jadwal sepadat ini, konsistensi menjadi kunci. Namun jika melihat tren sebelumnya, April justru sering menjadi titik lemah Arsenal di bawah Arteta.

1 dari 4 halaman

April, Bulan Terburuk Arteta

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta. (c) AP Photo/Dave Shopland

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta. (c) AP Photo/Dave Shopland

Sejak mengambil alih kursi pelatih, Arteta sebenarnya mencatatkan performa impresif dengan persentase kemenangan di atas 50 persen hampir di setiap bulan. Namun ada satu pengecualian mencolok: April.

Dalam periode tersebut, Arsenal hanya mampu meraih sekitar 41 persen kemenangan. Dari total 34 pertandingan, mereka mencatat 14 kemenangan, 11 hasil imbang, dan 11 kekalahan. Angka ini jauh tertinggal dibanding bulan terbaik Arteta, yakni September, dengan rasio kemenangan mencapai 78 persen.

Statistik ini menunjukkan bahwa tekanan di fase akhir musim kerap berdampak signifikan terhadap performa tim. Arsenal sering kali kesulitan menjaga momentum ketika kompetisi memasuki tahap krusial.

2 dari 4 halaman

Belajar dari Musim Lalu

Eberechi Eze merayakan gol pembuka bersama rekan-rekan setimnya dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Arsenal vs Leverkusen di Emirates Stadium, 18 Maret 2026 (c) AP Photo/Ian Walton

Eberechi Eze merayakan gol pembuka bersama rekan-rekan setimnya dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Arsenal vs Leverkusen di Emirates Stadium, 18 Maret 2026 (c) AP Photo/Ian Walton

Musim 2024/2025 menjadi contoh nyata bagaimana April bisa menjadi titik balik negatif. Di Liga Inggris, Arsenal kehilangan poin penting setelah ditahan imbang Brentford dan Crystal Palace di kandang, serta bermain 1-1 saat bertandang ke markas Everton.

Di kompetisi Eropa, mereka sempat tampil meyakinkan dengan menyingkirkan Real Madrid. Namun langkah Arsenal terhenti di akhir bulan setelah disingkirkan PSG.

Rentetan hasil tersebut berdampak besar dalam perburuan gelar. Arsenal kehilangan enam poin krusial di liga, yang kemudian dimanfaatkan Liverpool untuk melesat dan mengunci gelar dengan selisih 10 poin.

3 dari 4 halaman

Tak Boleh Terulang

Selebrasi Viktor Gyokeres dkk. dalam laga Liga Inggris 2025/2026 antara Arsenal vs Everton, Minggu (15/3/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Selebrasi Viktor Gyokeres dkk. dalam laga Liga Inggris 2025/2026 antara Arsenal vs Everton, Minggu (15/3/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Musim ini, Arsenal jelas tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama. Laga kandang melawan Bournemouth dan Newcastle wajib dimaksimalkan untuk meraih enam poin penuh.

Sementara itu, duel tandang ke markas Manchester City bisa menjadi penentu. Jika mampu mencuri hasil imbang, itu sudah cukup menjaga peluang tetap terbuka.

April kembali menjadi ujian mental bagi Arsenal. Jika ingin benar-benar bersaing hingga akhir musim, tim asuhan Arteta harus mematahkan tren buruk mereka sendiri, atau kembali melihat mimpi gelar sirna di garis akhir.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL