
Bola.net - Musim yang semula penuh harapan kini mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan bagi Arsenal. Terbaru, pasukan Mikel Arteta harus tersingkir dari FA Cup usai dikalahkan Southampton 1-2.
Ketika tekanan memasuki fase penentuan, performa The Gunners justru mengalami penurunan, sebuah pola lama yang kembali terulang dan membuat para penggemar merasa deja vu.
Kekalahan mengejutkan dari Southampton menjadi sinyal bahaya untuk mereka. Meski secara teknis masuk kategori “cup shock”, hasil tersebut tak sepenuhnya mengejutkan jika melihat tren performa Arsenal belakangan ini.
Tekanan Mulai Terasa, Kesalahan Individu Meningkat

Di bawah asuhan Mikel Arteta, Arsenal tampil solid sepanjang paruh pertama musim. Dalam 28 laga dari Agustus hingga Desember, mereka hanya melakukan satu kesalahan yang berujung gol.
Namun sejak Januari, situasinya berubah drastis. Dalam 23 pertandingan, Arsenal sudah kebobolan delapan gol akibat kesalahan individu. Dua di antaranya terjadi dalam waktu berdekatan: sundulan keliru Ben White saat melawan Southampton dan blunder fatal Kepa Arrizabalaga di ajang Carabao Cup.
Kesalahan-kesalahan tersebut berdampak besar. Dalam hitungan 180 menit, peluang Arsenal meraih empat gelar menyusut drastis menjadi hanya dua kompetisi tersisa.
Manchester City Mengancam, Aroma Darah Tercium

Di saat Arsenal mulai goyah, Manchester City justru menunjukkan mental juara. Tim asuhan Pep Guardiola tampil impresif dengan menjuarai Carabao Cup dan menghancurkan Liverpool 4-0 di perempat final Piala FA.
Performa tersebut membuat jarak sembilan poin Arsenal di puncak klasemen Liga Inggris tak lagi terasa aman. City kini berpotensi menekan hingga akhir musim.
Dengan City masih memiliki satu tabungan laga lebih banyak, persaingan menuju trofi juara dipastikan bakal ketat hingga akhir musim.
Taktik Mulai Terbaca, Serangan Tumpul

Selain faktor mental, Arsenal juga mulai kehilangan ketajaman secara taktik. Tim lawan kini lebih berani menekan sejak awal. Southampton tampil tanpa rasa takut, sementara City sukses mendominasi Arsenal dengan pressing tinggi.
Jika di awal musim Arsenal dikenal solid dan mematikan lewat bola mati, kini mereka terlihat kehabisan ide di lini depan. Minim kreativitas menjadi masalah serius, bahkan dalam laga terakhir, pemain muda Max Dowman justru tampil paling berani mengambil inisiatif.
Data juga menunjukkan penurunan efektivitas: Arsenal hanya mencetak satu gol dari 10 tembakan tepat sasaran terakhir, sementara kebobolan empat gol dari enam tembakan on target lawan.
Arteta memilih berada di garis depan untuk melindungi para pemainnya dari tekanan publik. Ia menegaskan akan bertanggung jawab atas penurunan performa tim.
Namun, sejumlah kesalahan krusial di lapangan jelas bukan sepenuhnya tanggung jawab pelatih. Misalnya, miskomunikasi antara David Raya dan Gabriel Magalhaes yang membuat Arsenal kehilangan poin penting sebelumnya.
Ujian Berat di Liga Champions

Situasi tidak menjadi lebih mudah. Arsenal kini harus segera bangkit saat menghadapi Sporting CP di perempat final Liga Champions.
Masalah cedera memperparah kondisi tim. Beberapa pemain kunci seperti Bukayo Saka, Declan Rice, hingga Jurrien Timber diragukan tampil. Sementara kondisi Gabriel juga disebut “tidak baik” oleh Arteta.
Di sisi lain, winger Sporting, Geny Catamo, secara terbuka menyatakan kepercayaan diri timnya. Ia menegaskan bahwa Sporting tidak gentar menghadapi Arsenal, bahkan melihat peluang untuk meraih hasil positif.
Arsenal masih memiliki peluang besar untuk meraih trofi musim ini. Namun, jika gagal mengatasi tekanan dan memperbaiki kelemahan, skenario tanpa gelar kembali menghantui, sebuah hasil yang akan menjadi bencana besar bagi klub asal London tersebut.
Dengan setiap pertandingan kini terasa seperti final, pertanyaan besarnya: apakah Arsenal mampu bangkit, atau justru kembali runtuh di garis akhir?
Klasemen Premier League 2025/2026
Jangan Lewatkan!
- 5 Target Transfer Manchester United di Musim Panas: Dari Sandro Tonali hingga Opsi Wildcard Lini Tengah
- 8 Pemain yang Jadi 'Korban' Cuci Gudang Manchester United di Akhir Musim, Siapa Saja?
- Kabar Bagus untuk Manchester United: Patrick Dorgu Kian Dekat Comeback dari Cedera
- Hampir Pasti Lolos Liga Champions, Man United Siap Gerak Cepat di Bursa Transfer
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
-
Hasil Barcelona vs Alaves: Blaugrana Pesta Gol 6-1
Liga Spanyol 1 November 2026, 06:19
-
Hasil Bayern vs Dortmund: Kane Gagal Penalti, Der Klassiker Berakhir Imbang 2-2
Bundesliga 1 November 2026, 05:57
-
Hasil Udinese vs Roma: Mengamuk di Babak Pertama, Giallorossi Menang Telak 5-2
Liga Italia 1 November 2026, 05:43
-
Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
Liga Inggris 1 November 2026, 05:33
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR