Arsenal Mulai Goyah di Momen Krusial: Statistik Mengkhawatirkan, Rival Kian Percaya Diri

Arsenal Mulai Goyah di Momen Krusial: Statistik Mengkhawatirkan, Rival Kian Percaya Diri
Ekspresi Ben White usai laga Southampton vs Arsenal di FA Cup 2025/2026, Minggu (5/4/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Bola.net - Musim yang semula penuh harapan kini mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan bagi Arsenal. Terbaru, pasukan Mikel Arteta harus tersingkir dari FA Cup usai dikalahkan Southampton 1-2.

Ketika tekanan memasuki fase penentuan, performa The Gunners justru mengalami penurunan, sebuah pola lama yang kembali terulang dan membuat para penggemar merasa deja vu.

Kekalahan mengejutkan dari Southampton menjadi sinyal bahaya untuk mereka. Meski secara teknis masuk kategori “cup shock”, hasil tersebut tak sepenuhnya mengejutkan jika melihat tren performa Arsenal belakangan ini.

1 dari 5 halaman

Tekanan Mulai Terasa, Kesalahan Individu Meningkat

Dua bek Arsenal, Gabriel Magalhaes dan William Saliba bereaksi usai laga melawan Manchester City di Final Carabao Cup, 22 Maret 2026. (c) AP Photo/Richard Pelham

Dua bek Arsenal, Gabriel Magalhaes dan William Saliba bereaksi usai laga melawan Manchester City di Final Carabao Cup, 22 Maret 2026. (c) AP Photo/Richard Pelham

Di bawah asuhan Mikel Arteta, Arsenal tampil solid sepanjang paruh pertama musim. Dalam 28 laga dari Agustus hingga Desember, mereka hanya melakukan satu kesalahan yang berujung gol.

Namun sejak Januari, situasinya berubah drastis. Dalam 23 pertandingan, Arsenal sudah kebobolan delapan gol akibat kesalahan individu. Dua di antaranya terjadi dalam waktu berdekatan: sundulan keliru Ben White saat melawan Southampton dan blunder fatal Kepa Arrizabalaga di ajang Carabao Cup.

Kesalahan-kesalahan tersebut berdampak besar. Dalam hitungan 180 menit, peluang Arsenal meraih empat gelar menyusut drastis menjadi hanya dua kompetisi tersisa.

2 dari 5 halaman

Manchester City Mengancam, Aroma Darah Tercium

Erling Haaland merayakan gelar juara dengan mengangkat trofi setelah memenangi laga final Piala Liga Inggris antara Arsenal vs Manchester City di Wembley Stadium, 22 Maret 2026 (c) AP Photo/Richard Pelham

Erling Haaland merayakan gelar juara dengan mengangkat trofi setelah memenangi laga final Piala Liga Inggris antara Arsenal vs Manchester City di Wembley Stadium, 22 Maret 2026 (c) AP Photo/Richard Pelham

Di saat Arsenal mulai goyah, Manchester City justru menunjukkan mental juara. Tim asuhan Pep Guardiola tampil impresif dengan menjuarai Carabao Cup dan menghancurkan Liverpool 4-0 di perempat final Piala FA.

Performa tersebut membuat jarak sembilan poin Arsenal di puncak klasemen Liga Inggris tak lagi terasa aman. City kini berpotensi menekan hingga akhir musim.

Dengan City masih memiliki satu tabungan laga lebih banyak, persaingan menuju trofi juara dipastikan bakal ketat hingga akhir musim.

3 dari 5 halaman

Taktik Mulai Terbaca, Serangan Tumpul

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta. (c) AP Photo/Dave Shopland

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta. (c) AP Photo/Dave Shopland

Selain faktor mental, Arsenal juga mulai kehilangan ketajaman secara taktik. Tim lawan kini lebih berani menekan sejak awal. Southampton tampil tanpa rasa takut, sementara City sukses mendominasi Arsenal dengan pressing tinggi.

Jika di awal musim Arsenal dikenal solid dan mematikan lewat bola mati, kini mereka terlihat kehabisan ide di lini depan. Minim kreativitas menjadi masalah serius, bahkan dalam laga terakhir, pemain muda Max Dowman justru tampil paling berani mengambil inisiatif.

Data juga menunjukkan penurunan efektivitas: Arsenal hanya mencetak satu gol dari 10 tembakan tepat sasaran terakhir, sementara kebobolan empat gol dari enam tembakan on target lawan.

Arteta memilih berada di garis depan untuk melindungi para pemainnya dari tekanan publik. Ia menegaskan akan bertanggung jawab atas penurunan performa tim.

Namun, sejumlah kesalahan krusial di lapangan jelas bukan sepenuhnya tanggung jawab pelatih. Misalnya, miskomunikasi antara David Raya dan Gabriel Magalhaes yang membuat Arsenal kehilangan poin penting sebelumnya.

4 dari 5 halaman

Ujian Berat di Liga Champions

Gelandang Arsenal, Declan Rice usai laga final Carabao Cup melawan Manchester City. The Gunners kalah 0-2 pada laga di Wembley tersebut. (c) AP Photo/Richard Pelham

Gelandang Arsenal, Declan Rice usai laga final Carabao Cup melawan Manchester City. The Gunners kalah 0-2 pada laga di Wembley tersebut. (c) AP Photo/Richard Pelham

Situasi tidak menjadi lebih mudah. Arsenal kini harus segera bangkit saat menghadapi Sporting CP di perempat final Liga Champions.

Masalah cedera memperparah kondisi tim. Beberapa pemain kunci seperti Bukayo Saka, Declan Rice, hingga Jurrien Timber diragukan tampil. Sementara kondisi Gabriel juga disebut “tidak baik” oleh Arteta.

Di sisi lain, winger Sporting, Geny Catamo, secara terbuka menyatakan kepercayaan diri timnya. Ia menegaskan bahwa Sporting tidak gentar menghadapi Arsenal, bahkan melihat peluang untuk meraih hasil positif.

Arsenal masih memiliki peluang besar untuk meraih trofi musim ini. Namun, jika gagal mengatasi tekanan dan memperbaiki kelemahan, skenario tanpa gelar kembali menghantui, sebuah hasil yang akan menjadi bencana besar bagi klub asal London tersebut.

Dengan setiap pertandingan kini terasa seperti final, pertanyaan besarnya: apakah Arsenal mampu bangkit, atau justru kembali runtuh di garis akhir?


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL