Bola.net - Bola.net - Ball possession alias penguasaan bola dikenal sebagai fondasi utama sepakbola Vincenzo Montella. Hal itu terlihat sudah mulai mengakar dalam permainan AC Milan.
Milan menang 3-1 di kandang dalam lanjutan kompetisi Serie A 2016/17 akhir pekan kemarin. Rossoneri pun tak terkalahkan dalam lima laga terakhirnya, dengan sekali seri (0-0 vs Fiorentina giornata 6) dan dua kali menang beruntun (1-0 vs Sampdoria giornata 4, 2-0 vs Lazio giornata 5 serta 4-3 vs Sassuolo giornata 7, 3-1 vs Chievo giornata 8).
Ditunjuk menangani Milan di awal musim, Montella dihadapkan pada tantangan berat. Sempat menang 3-2 dengan susah payah menjamu Torino di pekan perdana, Milan racikan Montella lalu berturut-turut dihajar tuan rumah Napoli 2-4 dan dipermalukan Udinese 0-1 di San Siro. Namun, mantan pelatih Fiorentina serta Sampdoria itu akhirnya sanggup membawa Milan ke jalur yang benar dengan permainan atraktif dan dipadu pula dengan hasil yang memuaskan.
Milan kini memiliki 16 poin di peringkat tiga. Milan hanya kalah selisih gol dari AS Roma di posisi dua dan terpaut lima poin dari juara bertahan di pucuk klasemen sementara. Ini adalah kondisi ideal bagi Milan untuk meladeni Juventus di San Siro pada giornata berikutnya.
Milan punya modal bagus untuk menghadapi Juventus. Selain kepercayaan diri, Milan kini juga sudah punya gaya sepakbola yang bisa diandalkan. Calciomercato membeberkan analisisnya dari laga melawan Chievo.
Montella dan ball possession sudah seperti dua bagian yang tak terpisahkan. Di bawah arahannya, Milan menunjukkan perkembangan konstan di segi penguasaan bola dalam beberapa laga terakhir mereka di Serie A (47% vs Sampdoria, 52% vs Lazio dan Sassuolo, 55% vs Chievo).
Kita semua tahu kalau keunggulan ball possession tak selalu berbanding lurus dengan kemenangan. Namun, tak perlu diragukan, itu adalah faktor kunci dalam gaya sepakbola Montella.

Melawan Chievo, Alessio Romagnoli dan Gabriel Paletta adalah dua pemain yang membukukan jumlah operan terbanyak. Bisa dilihat dari gambar di atas, ketika dua bek sentral itu menguasai bola, dua bek sayap Milan sama-sama naik ke lini tengah dan berada satu garis dengan para gelandang. Sementara itu, playmaker Milan - Manuel Locatelli - memposisikan diri di antara dua bek sentral, menjadi bek 'bayangan'.
Milan juga berusaha membangun serangan dengan perpindahan bola dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya. Strategi ini berjalan dengan baik, terutama melawan tim yang bertahan cukup dalam seperti Chievo.
Anak-anak asuh Montella sudah mematangkan serta menerapkan skema serangan ini. Hasilnya, mereka pun telah mencetak banyak gol lewat strategi tersebut.

Serangan Milan sejauh ini adalah salah satu yang tertajam di Serie A 2016/17. Total 15 gol sudah dicetak Milan hingga giornata 8. Jumlah tersebut sama dengan produktivitas gol Napoli, cuma terpaut dua gol dari Juventus dan Torino, serta hanya selisih empat gol dari Roma.
Melawan Chievo, Milan membukukan total 16 shots. Itu menunjukkan kalau Milan terbilang piawai dalam menciptakan peluang - dan menuntaskannya.
Hanya saja, di balik kelebihan juga ada kekurangan. Bicara Milan, kelemahannya adalah pertahanan. Para bek Milan masih kerap 'membiarkan' lawan menciptakan peluang-peluang yang mengancam gawang Gianluigi Donnarumma.
Lini pertahanan Milan masih sering kebingungan ketika lawan menaikkan tempo dan meningkatkan tekanan untuk mencari gol. Itu lah yang terlihat ketika Chievo mencoba menyamakan kedudukan setelah Milan unggul 1-0 lewat tembakan keras Juraj Kucka.
Itu juga salah satu faktor yang membuat gawang Milan sudah bergetar 11 kali di Serie A musim ini. Jika dibandingkan Juventus yang baru kebobolan lima, kekuatan defensif Milan jelas masih kalah.
Terlepas dari itu semua, Milan masih punya sangat banyak ruang untuk perbaikan. Namun, yang paling penting sejauh ini, fondasi sepakbola Montella sudah mulai mengakar di Milan dan hasilnya juga telah terlihat.
Dengan kata lain, Montella dan Milan sudah berjalan di jalur yang tepat. Itu merupakan kondisi ideal untuk turun dalam grande partita melawan La Vecchia Signora.
Klik Juga:
- Milan 2010/11 & Milan 2016/17: Dua Generasi, Satu Jiwa
- Terakhir Kalinya Milan Jumpa Juventus di Giornata 9
- Udinese Dua Kali Dikoyak Rudal Balistik Free Kick Dybala
- 20 Kemenangan Kandang Beruntun Juventus
- Statistik Negatif Penalti Mauro Icardi
- Start Tertajam Dalam Karier Dzeko di Eropa
- Runtuhnya Benteng San Paolo
- Lahirnya Gol Tercepat Serie A 2016/17
- 5 Gol Terbaik Serie A Giornata 8
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Buffon Bertekad Bungkam Para Pengkritiknya
Piala Dunia 18 Oktober 2016, 22:30
-
Sebelum ke Juventus, Pjanic Nyaris Gabung PSG
Liga Italia 18 Oktober 2016, 20:44
-
Gelar Juara Gerakkan Pjanic Untuk Tinggalkan Roma
Liga Italia 18 Oktober 2016, 20:22
-
PSG Belum Nego, Matuidi Semakin Dekat ke Juve
Liga Italia 18 Oktober 2016, 19:02
-
Juninho: Pjanic Salah Satu Eksekutor Tendangan Bebas Terbaik
Liga Champions 18 Oktober 2016, 16:00
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Real Madrid vs Athletic Bilbao: Thiago Pitarch
Liga Spanyol 24 Mei 2026, 04:31
-
Man of the Match Bologna vs Inter Milan: Federico Bernardeschi
Liga Italia 24 Mei 2026, 01:44
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 23 Mei 2026, 23:41
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 23 Mei 2026, 23:41
-
Bruno Fernandes jadi Pemain Terbaik Premier League 2025/2026
Liga Inggris 23 Mei 2026, 22:43
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25
























KOMENTAR