Bola.net - Bola.net - Ini bukan pertama kalinya mereka masuk final Liga Europa. Sebelumnya, klub Prancis Marseille dan klub Spanyol Atletico Madrid sama-sama sudah pernah dua kali tampil di partai puncak.
Namun Marseille dan Atletico punya memori yang bertolak belakang.
Satunya punya memori pahit karena selalu kalah dan harus puas sebagai runner-up. Sementara itu, yang lainnya punya memori manis karena selalu menang dan keluar sebagai juara.

Liga Europa 2017/18 hanya menyisakan satu pertandingan pemungkas. Marseille dan Atletico Madrid akan bertarung dalam partai final di Parc Olympique Lyonnais, Lyon, Prancis, Kamis (17/5).
Marseille adalah runner-up 1999 dan 2004. Sementara itu, Atletico adalah juara 2010 dan 2012. Marseille pernah dua kali masuk final dan selalu kalah, sedangkan Atletico pernah dua kali masuk final dan selalu menang.

MARSEILLE YANG SELALU GAGAL JUARA
Marseille pertama kali tampil di final adalah pada musim 1998/99. Waktu itu, kompetisi ini masih bernama UEFA Cup. Lawan mereka di final kala itu adalah , klub Italia yang masih berada dalam era kejayaannya.
Marseille dilatih Rolland Courbis, diperkuat pemain-pemain seperti Robert Pires dan dikapteni Laurent Blanc. Parma dilatih Alberto Malesani, dan diperkuat pemain-pemain seperti Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro, Lilian Thuram, Juan Veron, serta duet striker Hernan Crespo dan Enrico Chiesa.
Dalam laga final yang digelar di Luzhniki Stadium, Moskow, Marseille dihajar Parma tiga gol tanpa balas. Gol-gol Parma dicetak oleh Crespo menit 25, Paolo Vanoli menit 36 dan Chiesa menit 55.
Musim 2003/04, juga di era UEFA Cup, Marseille kembali lolos ke final. Waktu itu, Marseille dilatih Jose Anigo dan diperkuat pemain-pemain seperti Fabien Barthez, Mathieu Flamini, serta Didier Drogba. Lawan mereka di final adalah generasi emas klub Spanyol .
Musim itu, Valencia besutan Rafael Benitez yang diperkuat pemain-pemain top dari David Albelda, Roberto Ayala, Miguel Angel Angulo hingga Pablo Aimar adalah juara di kancah La Liga. Double pun mereka raih dengan mengkandaskan Marseille 2-0 di final UEFA Cup lewat penalti Vicente dan gol Mista.
Marseille lagi-lagi kalah di final.

ATLETICO YANG SELALU JUARA
Kiprah Atletico di kompetisi ini, khususnya di final, sangat kontras. Di era Liga Europa, Atletico selalu juara setiap kali lolos ke final. Sebelum ini, mereka sudah dua kali melakukannya.
Gelar perdana di kompetisi ini diraih Atletico pada musim 2009/10.
Musim itu, Atletico dilatih Quique Sanchez Flores. Mereka memiliki pemain-pemain berkualitas, dari David De Ge, Tomas Ujfalusi, Sergio Aguero hingga Diego Forlan. Lawannya di final adalah klub Inggris Fulham racikan Roy Hodgson.
Di semifinal, Atletico menyingkirkan Liverpool, sedangkan Fulham mengeliminasi Hamburg. Bertemulah mereka dalam partai puncak di HSH Nordbank Arena, Hamburg.
Atletico unggul lewat gol Forlan di menit 32, tapi keunggulan itu hanya bertahan lima menit. Fulham bisa menyamakan kedudukan lewat Simon Davies. Babak kedua berjalan lebih ketat dan tak ada gol yang tercipta. Extra time pun digelar. Atletico menang berkat gol kedua Forlan, yang lahir dari assist Aguero.
Musim 2011/12, Atletico kembali lolos sampai partai puncak. Di Arena Nationala, Bucharest, mereka memainkan all-Spanish final kontra Athletic Bilbao.
Final ini juga mempertemukan dua pelatih asal Argentina, yakni Diego Simeone di kubu Atletico dan Marcelo Bielsa di kubu Bilbao. Tim racikan Simone menang 3-0 lewat dua gol Radamel Falcao dan satu gol Diego Ribas.
ROAD TO LYON
Marseille sudah melalui perjalanan yang sangat panjang.
Tim besutan Rudi Garcia tersebut mengawali kiprah mereka di Liga Europa musim ini dari babak kualifikasi tiga. Mereka menang agregat 4-2 atas Oostende (Belgia) dan maju ke play-off. Marseille menang mengalahkan Domzale (Slovenia) dengan agregat 4-1 dan lolos ke fase grup.
Marseille diundi masuk Grup I bersama Red Bull Salzburg (Austria), Konyaspor (Turki) dan Vitoria de Guimares (Portugal). Marseille finis sebagai runner-up di bawah Salzburg. Marseille kemudian melewati hadangan Braga di babak 32 besar (agregat 3-1), Athletic Bilbao di babak 16 besar (agregat 5-2), dan Leipzig di perempat final (agregat 5-3).
Di semifinal, Marseille bertemu dengan juara grupnya - Salzburg. Kali ini Marseille yang keluar sebagai pemenang dengan agregat 3-2 dan lolos ke final.
Atletico mengawali langkah di kompetisi Eropa musim ini di fase grup Liga Champions. Namun Atletico kalah bersaing di grup neraka yang juga dihuni oleh Chelsea dan AS Roma. Anak-anak asuh Simeone pun terlempar ke babak 32 besar Liga Europa.
Di fase knockout Liga Europa, Atletico berturut-turut menyingkirkan FC Copenhagen (agregat 5-1), Lokomotiv Moscow (agregat 8-1), Sporting Lisbon (agregat 2-1) dan Arsenal (agregat 2-1).
PERTEMUAN SEBELUMNYA
Sebelum ini, Marseille dan Atletico baru dua kali bertanding di kompetisi resmi. Dua pertemuan itu tersaji di fase grup Liga Champions 2008/09.
Atletico besutan Javier Aguirre mengalahkan Marseille racikan Eric Gerets dengan skor 2-1 di Vicente Calderon pada matchday 2. Atletico unggul lewat gol Sergio Aguero menit 4, lalu dibalas oleh Mamadou Niang menit 16, dan memastikan kemenangan melalui gol Raul Garcia di menit 22.
Pada matchday terakhir, mereka bermain imbang tanpa gol di kandang Marseille.

Marseille dan Atletico akan berjumpa lagi di Lyon nanti. Trofi Liga Europa menjadi taruhannya kali ini.
Setelah dikalahkan Parma tahun 1999, lalu Valencia tahun 2004, mampukah Marseille menghindari kekalahan di final untuk kali ketiga?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marseille - Atletico Madrid, Memori Kontras Dua Finalis
Editorial 14 Mei 2018, 12:23
-
Seaman Minta Ozil Lebih Sering Tampak Di Lapangan
Liga Eropa UEFA 5 Mei 2018, 14:05
-
Kekalahan Arsenal Atas Atletico Buat Ozil Frustrasi
Liga Eropa UEFA 5 Mei 2018, 11:12
-
Di Sanksi, Simeone Tak Dampingi Atletico di Final Liga Europa
Liga Eropa UEFA 5 Mei 2018, 02:04
-
Saul Puji Wenger Sebagai Seorang Legenda
Liga Eropa UEFA 4 Mei 2018, 17:42
LATEST UPDATE
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 9 Januari 2026
Voli 9 Januari 2026, 09:43
-
Arteta Kecewa tapi Bangga: Arsenal Perlebar Jarak Jadi 6 Poin Meski Imbang
Liga Inggris 9 Januari 2026, 09:36
-
Catatan Menarik Arsenal vs Liverpool: The Reds Jadi Batu Sandungan The Gunners
Liga Inggris 9 Januari 2026, 09:34
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026, 8 Januari-26 April 2026
Voli 9 Januari 2026, 09:21
-
AC Milan dan Pelajaran Mahal Tentang Kedewasaan
Liga Italia 9 Januari 2026, 08:55
-
Jadwal Lengkap Malaysia Open 2026, 6-11 Januari 2026
Bulu Tangkis 9 Januari 2026, 08:50
-
Kapan El Clasico di Final Piala Super Spanyol 2026: Barcelona vs Real Madrid
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 08:37
-
Jadwal Barca vs Madrid di Final Piala Super Spanyol 2026
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 08:07
-
PSM vs Bali United: Tekad Pasukan Ramang Hentikan Tren Buruk
Bola Indonesia 9 Januari 2026, 07:44
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2025/2026
Liga Italia 9 Januari 2026, 07:41
-
Man of the Match Milan vs Genoa: Lorenzo Colombo
Liga Italia 9 Januari 2026, 07:11
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58


























KOMENTAR