Bola.net - Bola.net - Sepakbola bukan hanya sekedar sarana untuk mencari hiburan atau mengolah fisik. Bagi beberapa orang, olahraga kulit bundar ini bisa jadi harapan baru untuk keluar dari situasi sulit atau mengubah nasib.
Lihat saja Cristiano Ronaldo, yang kini sukses mengangkat nasib keluarganya, usai sebelumnya hanya tinggal di sebuah apartemen kecil di Madeira. Ada pula Lionel Messi, yang sempat didiagnosa mengalami penyakit hormon pertumbuhan - namun kini sukses mencatat sejarah dengan raihan lima trofi Ballon d'Or.
Selain dua pemain di atas, masih ada banyak pesepakbola lain yang harus berjuang ekstra keras di tengah himpitan situasi sulit di sekitar mereka, sebelum akhirnya menemukan kesuksesan di lapangan hijau.
Kali ini Bola.net akan membahas lima pesepakbola yang sempat mengalami masa kecil sulit, sebelum akhirnya bisa membuktikan kapasitas mereka pemain top.
Victor Moses

Namun jauh sebelum itu, Moses mengalami masa kanak-kanak yang jauh dari kata menyenangkan. Ayahnya adalah seorang Pastur. Ketika Moses memasuki usia 11 tahun, kedua orang tuanya terbunuh dalam sebuah kerusuhan berlatar belakang agama di Nigeria. Sepekan berselang, Moses lantas terbang ke Inggris untuk memulai kehidupan baru, sebelum akhirnya mencapai puncak karirnya kala membela Chelsea di 2012.
Carlos Tevez

Pencapaian terbesar Tevez adalah ketika ia membela Juventus, di mana ia sempat membawa klub Italia masuk ke final Liga Champions 14/5 dan menantang Barcelona di Berlin.
Mario Balotelli

Franck Ribery

Hope Solo

Pada usia tujuh tahun, Solo dan saudara kandungnya, Marcus, dibawa oleh ayah mereka bepergian ke Seattle dan mereka sempat menetap di hotel selama beberapa hari. Polisi lantas menangkap ayah Solo atas tuduhan penculikan, mengingat kedua orang tua Solo sudah bercerai ketika ia masih berusia enam tahun.
Meski demikian, Solo disebut masih menjaga hubungan baik dengan sang ayah, terutama ketika ia menjalani masa studi di University of Washington, sebelum sang ayah akhirnya berpulang pada Juni 2007 akibat serangan jantung.
Yaya Toure

"Sepasang sepatu sepakbola amat mahal," tutur Toure pada The Guardian di 2011. "Dan ketika Anda punya tujuh anak dalam satu keluarga dan Anda bilang ingin membeli sepasang sepatu, Ayah akan membunuh Anda."
Namun Toure mampu melewati semua kesulitan yang ada dan berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Pantai Gading atau bahkan benua Afrika. Talenta hebat yang ia miliki membawanya ke klub-klub besar Eropa, seperti Barcelona, dan kini Manchester City.
Alexis Sanchez

"Ketika ia sedang membersihkan sekolah, saya bersembunyi karena saya tidak senang melihat dia ada di sana," tutur Sanchez mengenai pekerjaan ibunya kala itu.
Sanchez sendiri sempat bekerja sebagai tukang cuci mobil untuk memberikan tambahan pemasukan bagi keluarganya. Andai tidak menjadi pesepakbola profesional, Sanchez sempat mengatakan bahwa ia mungkin akan bekerja di pertambangan lokal - namun di usia 16 ia mencatat debut profesional, dan tak lama kemudian Udinese membuka gerbang Eropa baginya.
Neymar

Neymar kecil tumbuh di sebuah kamar kecil di rumah kakeknya, yang harus ia bagi dengan kedua orang tua dan saudara perempuannya.
Namun lambat laun, Neymar berkembang menjadi salah satu talenta terbesar yang dihasilkan Brasil dalam lima tahun terakhir. Karirnya kian menanjak usai bergabung dengan Barcelona di musim panas 2013. Di musim keduanya di Camp Nou, ia membuat tim memenangkan treble dan belum lama ini, sang pemain sukses finish sebagai peringkat tiga dalam ajang Ballon d'Or 2015.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona Pulangkan Montoya ke Spanyol
Liga Spanyol 1 Februari 2016, 21:38
-
Ronaldo Si Raja Penalti La Liga
Liga Spanyol 1 Februari 2016, 19:09
-
Ronaldinho: Barca Selalu Hebat
Liga Spanyol 1 Februari 2016, 14:51
-
Dikaitkan Liverpool, Cheryshev Malah Segera Gabung Sevilla
Liga Inggris 1 Februari 2016, 13:51
-
Protes Unik, Pasca Kick-Off Para Pemain Yunani Malah Lesehan
Open Play 1 Februari 2016, 12:31
LATEST UPDATE
-
Posisi PSG Menguntungkan, Beban Monaco Berat
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:17
-
Real Madrid di Posisi Nyaman, Benfica Tetap Punya Peluang
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:07
-
6 Hal Menarik yang Patut Dipantau di MotoGP 2026, Banyak Rekor Bisa Patah!
Otomotif 24 Februari 2026, 13:07
-
Ketika Kapten Masa Depan Barcelona Tergusur: Kisah Pahit Alejandro Balde
Liga Spanyol 24 Februari 2026, 13:06
-
Prediksi Susunan Pemain Inter Kontra Bodo Glimt: Tanpa Lautaro
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:03
-
UEFA Skors Bintang Benfica Gianluca Prestianni Akibat Dugaan Rasialisme ke Vinicius Jr
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:59
-
Real Madrid Minta Maaf ke Fans China Usai Dean Huijsen Repost Konten Rasialis
Liga Spanyol 24 Februari 2026, 12:51
-
Dortmund Pegang Kendali, Atalanta Terpaksa Agresif
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:47
-
Kejar Defisit, Inter Siap Gempur Habis Bodo/Glimt Sejak Menit Awal
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:46
-
Hokky Caraka Jadi Kiper Dadakan Saat Persita Tumbang di Bandung
Bola Indonesia 24 Februari 2026, 12:23
-
Jejak Abadi Harianto Badjoeri: Sang Arsitek 'Dream Team' Persija Jakarta Tutup Usia
Bola Indonesia 24 Februari 2026, 12:15
-
Kode Fabio Quartararo Pindah Tim, Alex Rins: Waktunya Yamaha Dengarkan Saya dan Jack Miller
Otomotif 24 Februari 2026, 12:02
-
Unbeaten, Ini 5 Perubahan Michael Carrick yang Langsung Bangkitkan Manchester United
Liga Inggris 24 Februari 2026, 11:48
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR