
Bola.net - Juventus akan menghadapi Porto pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2020-2021. Duel ini akan berlangsung di Estadio do Dragao, Kamis (18/2/2021) dini hari WIB.
Juventus punya ambisi besar untuk memenangkan Liga Champions. Mereka ingin mengakhiri paceklik gelar di kompetisi ini yang sudah berlangsung lebih dari dua dekade.
Juventus memang sudah lama mengangkat trofi Si Kuping Besar. Si Nyonya Tua kali terakhir menjadi juara Liga Champions pada musim 1995/96.
Ketika itu, Juventus mengalahkan Ajax Amsterdam di babak pamungkas. Mereka menang adu penalti dengan skor 4-2 setelah di waktu normal berakhir imbang 1-1.
Nah untuk menyegarkan ingatan para fans Juventus, berikut kami sajikan starting XI Bianconeri yang terakhir menjuarai Liga Champions.
Kiper: Angelo Peruzzi
Tanti auguri ad Angelo #Peruzzi! ???? pic.twitter.com/GXxAKOdksu
— JuventusFC (@juventusfc) February 16, 2020
Di posisi kiper Juventus, ada sosok Angelo Peruzzi.
Peruzzi bermain untuk Juventus pada periode 1991-1999. Ia mencatatkan 301 penampilan di semua kompetisi untuk Si Nyonya Tua.
Setelah memperkuat Juventus, Peruzzi sempat bermain di Inter Milan selama satu musim. Ia pensiun pada 2007 dengan Lazio.
Bek Kiri: Gianluca Pessotto
Tantissimi auguri a una Leggenda ???? in campo e fuori, Gianluca Pessotto.#ForzaJuve pic.twitter.com/aPHzQBtsLq
— JuventusFC (@juventusfc) August 11, 2018
Di posisi bek kiri pada saat itu ditempati oleh Gianluca Pessotto.
Juventus merupakan klub terakhir dalam karier Pessotto. Sebelum bergabung dengan Bianconeri, Pessotto pernah memperkuat Varese, Massese, Bologna, Verona, dan Torino.
Selain Liga Champions, Pessotto juga memenangkan 4 gelar Serie A bersama Juventus. Ia mencatatkan 366 penampilan di klub sebelum pensiun pada 2006.
Bek Tengah: Pietro Vierchowod
???? Buon compleanno allo "Zar" Pietro Vierchowod, vincitore della #UCL con la @juventusfc nel 1?9?9?6????? pic.twitter.com/cmi7sNF7W5
— La UEFA (@UEFAcom_it) April 6, 2020
Di posisi bek tengah pertama saat itu ada sosok Pietro Vierchowod.
Vierchowod memperkuat Juventus selama satu musim. Ia datang ke Juventus setelah meraih kesuksesan besar bersama Sampdoria.
Selama membela Juventus, Vierchowod mencatatkan 31 penampilan di semua kompetisi. Ia pensiun pada 2000 dengan Piacenza.
Bek Tengah: Ciro Ferrara
Su #JuventusTV ?? PSG-Juve 1-6 ??
— JuventusFC (@juventusfc) September 14, 2018
I bianconeri trascinati da Ciro Ferrara alzano al cielo la Supercoppa Europea ????
Questa e altre partite storiche ???? https://t.co/sBkkHDjUnh pic.twitter.com/YkYpyjewAp
Ciro Ferrara merupakan tandem Pietro Vierchowod di jantung pertahanan Juventus saat itu.
Sebelum memperkuat Juventus, Ciro Ferrara bermain untuk Napoli. ia kemudian membela panji Bianconeri selama 10 tahun.
Ferrara mempunyai karier yang sukses bersama Juventus. Selain Liga Champions, mantan bek timnas Italia ini juga berhasil menyabet lima scudetto.
Bek Kanan: Moreno Torricelli
Tanti auguri al grandissimo Moreno #Torricelli! ?????? pic.twitter.com/q2A2J81fqy
— JuventusFC (@juventusfc) January 23, 2021
Di posisi bek kanan pada saat itu ada sosok Moreno Torricelli.
Torricelli pernah bermain untuk beberapa klub Italia. Namun, dirinya mencapai kesuksesan saat membela Juventus.
Torricelli membela Juventus dalam 230 pertandingan di semua kompetisi. Ia pensiun pada 2005 dengan Arrezo setelah bermain untuk Fiorentina dan Espanyol.
Gelandang Tengah: Didier Deschamps
Tanti auguri a Didier Deschamps! ???? pic.twitter.com/dlm42JGGUp
— JuventusFC (@juventusfc) October 15, 2020
Didier Deschamps menempati pos gelandang tengah Juventus pada saat itu.
Juventus merupakan satu-satunya klub Italia yang pernah dibela Deschamps. Ia bermain untuk Si Nyonya Tua selama lima tahun (1994-1999).
Selama periode itu, Deschamps mencatatkan 178 penampilan di semua kompetisi. Setelah dari Juventus, pelatih timnas Prancis itu melanjutkan kariernya di Chelsea dan Valencia.
Gelandang Tengah: Paulo Sousa
Tanti auguri a Paulo #Sousa! ???? pic.twitter.com/tqKAgMbcUP
— JuventusFC (@juventusfc) August 30, 2019
Di posisi gelandang tengah berikutnya ada sosok Paulo Sousa.
Paulo Sousa mempunyai karier yang tidak panjang bersama Juventus. Ia hanya bermain di Turin selama dua tahun (1994-1996).
Mantan gelandang tengah Portugal itu membuat 79 penampilan di klub. Selain Juventus, Sousa juga pernah memperkuat klub Italia lainnya seperti Inter Milan dan Parma.
Gelandang Tengah: Antonio Conte
#OnThisDay, 2??0??0??4??: l'ultima di 419 presenze in maglia ???? per Antonio #Conte ???????????? pic.twitter.com/GYZxHa9dxa
— JuventusFC (@juventusfc) April 4, 2017
Di posisi gelandang tengah lainnya ada pelatih Inter Milan saat ini Antonio Conte.
Conte termasuk cukup lama bermain untuk Juventus. Mantan kapten Bianconeri itu berada di sana dari 1991 hingga 2004 dengan catatan .
Conte juga bergemilang gelar bersama Juventus. Selain Liga Champions, Conte juga berhasil mengantarkan timnya meraih lima gelar Serie A dan satu Coppa Italia.
Striker: Alessandro Del Piero

Untuk posisi penyerang kiri Juventus saat itu dihuni oleh Alessandro Del Piero.
Del Piero bisa dibilang adalah ikon Juventus. Ia memperkuat Si Nyonya Tua pada tahun 1993-2012.
Del Piero bahkan tetap setia membela Juventus di kala tim terdegradasi ke Serie B. Mantan pemain Padova itu mencetak 290 gol dari 705 penampilan di klub.
Striker: Gianluca Vialli
Il grande Gianluca Vialli oggi compie 50 anni! RT per i vostri auguri pic.twitter.com/oOzmqELztQ
— JuventusFC (@juventusfc) July 9, 2014
Di posisi penyerang tengah Juventus pada saat itu ada sosok Gianluca Vialli.
Juventus menjadi klub ketiga dalam karier Vialli setelah membela Cremonese dan Sampdoria. Ia memperkuat Bianconeri pada 1992-1996.
Vialli mencetak 53 gol dari 145 penampilan untuk Juventus. Ia kemudian pensiun pada 1999 dengan Chelsea setelah tiga musim di Stamford Bridge.
Striker: Fabrizio Ravanelli
#OnThisDay nel 1992 Fabrizio Ravanelli segnava il primo dei suoi 68 gol con la Juve. Ricordate contro chi? #JTrivia pic.twitter.com/jViz86vuhj
— JuventusFC (@juventusfc) September 29, 2014
Di posisi penyerang kanan pada saat itu ditempati oleh sang kapten, Fabrizio Ravanelli.
Ravanelli mencetak gol Juventus dalam pertandingan final melawan Ajax Amsterdam. Akan tetapi, tim asal Belanda itu mampu membalas melalui Jari Litmanen.
Ravanelli memperkuat Juventus selama empat tahun (1992-1996). Ia pensiun di Perugia pada 2005 setelah sempat membela Marseille, Lazio, Derby County, dan Dundee.
Pelatih: Marcello Lippi

Juventus memenangkan Liga Champions pada saat dipimpin Marcello Lippi. Ia menjadi melatih Bianconeri selama dua periode (1994-1999 dan 2001-2004).
Juventus meraih kesuksesan besar di bawah tangan dingin Lippi. Ia berhasil membawa Bianconeri memenangkan lima gelar Serie A dan satu Coppa Italia.
Lippi sejatinya berhasil memimpin Juventus ke tiga final Liga Champions berturut-turut. Tetapi sayangnya, hanya sekali yang dimenangkannya yakni pada edisi 1995/96.
Sumber: Berbagai Sumber
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ini Kiat Porto untuk Bisa Kalahkan Juventus
Liga Champions 17 Februari 2021, 18:20
-
Bos Porto Ingin Ulangi Kenangan Manis saat Jumpa Juventus
Liga Champions 17 Februari 2021, 17:11
-
Kabar Buruk Juventus, Leonardo Bonucci akan Absen Cukup Lama
Liga Italia 17 Februari 2021, 16:57
-
Starting XI Juventus Terakhir Kali Juara Liga Champions, Ada yang Masih Ingat?
Editorial 17 Februari 2021, 16:42
-
5 Pencetak Gol Terbanyak Juventus di Liga Champions, Nomor 1 Bukan Ronaldo
Editorial 17 Februari 2021, 14:54
LATEST UPDATE
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR