
Bola.net - Lionel Messi sering dianggap pemain yang mendekati kesempurnaan di sepak bola. Meski begitu, ada satu aspek yang justru kerap jadi sorotan: penalti.
Sepanjang karier, Messi tercatat sudah 142 kali mengambil tendangan penalti. Dari jumlah itu, 111 berbuah gol, sementara sisanya gagal.
Rasio keberhasilan 78 persen memang terlihat solid. Tetapi, untuk pemain dengan kualitas Messi, standar itu dianggap masih kurang mengkilap.
Bahkan beberapa kegagalan terjadi di panggung besar. Situasi itulah yang membuat momen-momen tersebut begitu diingat publik.
Berikut ini lima penalti terburuk Lionel Messi. Setiap kegagalan punya cerita tersendiri yang melekat di ingatan fans.
1. PSG vs Real Madrid di Liga Champions

Kegagalan penalti Lionel Messi saat melawan Real Madrid di Liga Champions 2022 sempat menjadi sorotan besar. Thibaut Courtois dengan mudah menepis tendangan bintang Argentina itu.
Neymar bahkan mengenang momen saat mereka berlatih di PSG. Ia mendorong Messi untuk berani mencoba teknik berbeda agar lebih efektif dari titik putih.
Dorongan itu terbukti berhasil karena Messi kemudian jauh lebih tajam dalam mengeksekusi penalti, termasuk di Piala Dunia 2022. Bisa dibilang, Argentina turut berutang pada nasihat sederhana seorang Neymar.
2. Laga Semifinal Liga Champions Lawan Chelsea

Lionel Messi pernah merasakan momen paling menyakitkan dalam kariernya. Itu terjadi di semifinal Liga Champions 2012 ketika Barcelona menghadapi Chelsea.
Musim tersebut sejatinya menjadi salah satu periode terbaik Messi. Ia mencetak 50 gol di La Liga dan total 92 gol dalam satu tahun kalender yang menakjubkan.
Sayangnya, Barcelona gagal melangkah ke final setelah penalti Messi hanya mengenai mistar. Ia sendiri mengaku kekalahan dari Chelsea dan Real Madrid di musim yang sama masih menjadi luka yang sulit dilupakan.
3. Final Copa America Centenario Kontra Chile

Final Copa America Centenario 2016 menyisakan luka besar bagi Lionel Messi. Penalti yang ia lepaskan melayang jauh di atas mistar dan Argentina pun kembali tumbang dari Chile lewat adu tos-tosan.
Hasil itu menjadi penderitaan yang menumpuk setelah kegagalan di edisi sebelumnya. Messi terlihat begitu terpukul dan kesedihannya jelas tampak di lapangan.
Tak heran, usai pertandingan Messi membuat pengumuman mengejutkan. Ia mengaku memilih pensiun dari tim nasional karena tidak sanggup lagi menanggung kekecewaan yang berulang.
4. Pertandingan Piala Dunia 2018 Lawan Islandia

Kebangkitan Lionel Messi di timnas Argentina sudah banyak dikenal penggemar sepak bola. Ia segera kembali dari pensiun internasional, meski perjalanan menuju sukses besar masih penuh tantangan.
Pada Piala Dunia 2018, Argentina membuka pertandingan melawan Islandia dengan hasil imbang. Penampilan mereka di bawah arahan Jorge Sampaoli tampak kacau dan Messi tak mampu mengeksekusi penalti dengan baik.
Hannes Halldorsson dengan mudah menggagalkan tendangan Messi. Momen ini menjadi bukti bahwa bahkan legenda sepak bola pun bisa terlihat ragu dan terbebani tekanan besar.
5. Tendangan Panenka Gagal vs Charlotte FC

Messi mencoba penalti panenka yang elegan, tapi digagalkan kiper Charlotte. Tendangannya gagal membawa Inter Miami unggul di babak pertama.
Charlotte FC pun menang 3-0, dengan Idan Toklomati mencetak hat-trick pertamanya. Penalti gagal Messi jadi momen yang banyak dibicarakan di pertandingan itu.
Walau begitu, Inter Miami masih perkasa di MLS, dan performa Messi tetap mengesankan. Kegagalan ini cepat dilupakan karena tim dan pemain lainnya tampil solid.
Sumber: Planet Football
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tak Selalu Sempurna, Ini 5 Penalti Terburuk Lionel Messi
Editorial 16 September 2025, 21:39
-
Panenka Messi Gagal, Inter Miami Tersungkur di Markas Charlotte
Bola Dunia Lainnya 14 September 2025, 08:49
-
Lamine Yamal dan Mimpi Besarnya Mengikuti Jejak Sang Legenda Barcelona, Lionel Messi
Liga Spanyol 10 September 2025, 21:09
LATEST UPDATE
-
Kiper Tottenham Terbuka Gabung Inter pada Bursa Transfer Musim Panas
Liga Italia 20 Februari 2026, 00:34
-
6 Pemain Juventus Tak Masuk Rencana Luciano Spalletti Musim Depan
Liga Italia 20 Februari 2026, 00:23
-
Bukayo Saka Resmi Perpanjang Kontrak Jangka Panjang Bersama Arsenal
Liga Inggris 19 Februari 2026, 23:24
-
Dusan Vlahovic Ingin ke Barcelona, Siap Isi Pos Robert Lewandowski
Liga Italia 19 Februari 2026, 22:17
-
Manchester United Bidik Bek Barcelona, Bersaing dengan Inter
Liga Inggris 19 Februari 2026, 22:09
-
Jadwal Pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026: Semua Laga Dimulai Pukul 20.30 WIB
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 21:15
-
Arsenal Tergelincir di Markas Wolves, Peluang Juara Premier League Terancam
Liga Inggris 19 Februari 2026, 21:14
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 21:10
-
Arne Slot Ungkap Kondisi Alexander Isak, Masuki Tahap Akhir Rehabilitasi
Liga Inggris 19 Februari 2026, 20:44
-
AC Milan Gagal Pangkas Jarak, Inter Unggul 7 Poin dalam Perburuan Gelar Serie A
Liga Italia 19 Februari 2026, 20:25
-
Milan vs Como, Davide Bartesaghi: Sudah Main Bagus, Tapi Ada yang Kurang
Liga Italia 19 Februari 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
























KOMENTAR