
Bola.net - Gelandang asing Persebaya Surabaya, Aryn Williams, menilai kompetisi tanpa degradasi tetap bergengsi. Sebab, ada perebutan gelar juara yang akan membuat persaingan tetap sengit.
Kompetisi tanpa degradasi merujuk pada rencana dilanjutkannya Liga 1 2020 pada bulan September. Wacana itu muncul dalam rapat federasi dengan perwakilan klub.
"Semua tim ingin menjadi juara, sehingga masih akan menjadi kompetisi yang sulit untuk perebutan gelar," kata Aryn Williams kepada Bola.net.
Liga tanpa degradasi merupakan opsi yang diusulkan untuk melanjutkan kompetisi di tengah pandemi. Namun, musim depan, bakal ada dua tim dari Liga 2 yang akan dipromosi.
Scroll ke bawah untuk informasi selengkapnya ya Bolaneters.
Yang Penting Aman

Selain tanpa degradasi, kompetisi rencananya akan dipusatkan di Pulau Jawa, Aryn cukup senang dengan wacana tersebut. Hanya saja, tetap harus ada jaminan keamanan.
"Saya senang melanjutkan dengan prosedur Liga 1. Hanya jika aman untuk melakukannya," jelas pemain asal Australia itu.
"Keamanan pemain, staf, dan penggemar sangat penting untuk perkembangan liga," tandas mantan gelandang Neroca FC tersebut.
(Bola.net/Mustopa El Abdy)
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Persipura dan Klub-klub Langganan 5 Besar dari Era ISL hingga Liga 1
- Pemain-pemain Korea Selatan yang Paling Cemerlang di Indonesia
- 3 Klub Bertabur Bintang di Sepak Bola Indonesia Musim Ini
- Isi Lengkap Rancangan Protokol Kesehatan dari PSSI untuk Melanjutkan Kompetisi
- PSIS Tidak Dipusingkan dengan Renegosiasi Kontrak, Ini Penyebabnya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ini Saran Mahmoud Eid Jika Kompetisi Kembali Bergulir September
Bola Indonesia 6 Juni 2020, 22:47
-
Aryn Williams Nilai Kompetisi Tanpa Degradasi Tetap Bergengsi
Bola Indonesia 6 Juni 2020, 17:59
LATEST UPDATE
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR