
Bola.net - Upaya Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) untuk lepas dari sanksi FIFA berakhir sia-sia. Banding yang diajukan atas hukuman skandal tujuh pemain naturalisasi resmi ditolak badan sepak bola dunia itu.
Keputusan tersebut memicu reaksi keras dari Tunku Ismail Idris, atau yang lebih dikenal dengan Tunku Mahkota Johor (TMJ). Putra Raja Malaysia itu menuding FIFA menjatuhkan hukuman tanpa dasar yang jelas dan bermuatan politik.
"FIFA terus menghukum para pemain dengan menerapkan hukum secara keliru," ujar TMJ dalam akun media sosial pribadinya, @hrhcrownprinceofjohor, Selasa (4/11).
Dalam unggahannya, TMJ mengutip Pasal 22 Kode Disiplin FIFA 2025 yang dianggapnya disalahartikan dalam kasus ini. Ia menilai tidak ada bukti yang menunjukkan para pemain terlibat dalam pemalsuan dokumen.
"Di mana Pasal 22 dari kode FIFA menyatakan bahwa hanya mereka yang memalsukan atau menggunakan dokumen palsu yang dapat dijatuhi sanksi, dan tidak ada satupun dari hal itu yang berlaku untuk para pemain," katanya menambahkan.
Sanksi untuk Malaysia Tanpa Dasar Hukum
Pasal 22 yang dimaksud TMJ berbunyi bahwa siapa pun yang memalsukan atau menggunakan dokumen palsu dalam kegiatan sepak bola bisa dijatuhi denda dan larangan bermain minimal enam pertandingan atau 12 bulan.
Pasal itu juga membuka ruang bagi FIFA untuk menghukum asosiasi atau klub yang terlibat, termasuk pejabat dan pemain yang dianggap melakukan manipulasi administrasi.
Namun TMJ menegaskan, tidak ada pelanggaran hukum yang dilakukan para pemain naturalisasi tersebut. Ia menyebut keputusan FIFA lebih dipengaruhi kepentingan politik ketimbang alasan disipliner.
"Dengan kata lain, sanksi tersebut dijatuhkan tanpa dasar hukum dan tampak 'bermotif politik' daripada berdasarkan alasan lainnya," tegas TMJ.
Malaysia Ajukan ke CAS

TMJ juga menyatakan dukungan penuh kepada FAM yang berencana membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Lembaga tersebut kerap menjadi tempat banding terakhir dalam sengketa olahraga internasional.
"Sebagian orang memilih untuk saling menyalahkan, sebagian lainnya memilih untuk membuat kegaduhan," beber tulis TMJ.
"Sementara saya memilih untuk berdiri dan mendukung perjuangan para pemain dengan segala cara hingga akhir, yang kini akan dilanjutkan ke CAS, suatu badan independen," imbuhnya.
Sanksi FIFA untuk Malaysia
FAM dijatuhi denda sebesar 350 ribu franc Swiss atau sekitar Rp7,2 miliar akibat kasus ini. Sementara tujuh pemain naturalisasi Malaysia masing-masing diganjar denda 2 ribu franc Swiss (Rp41 juta) dan larangan bermain selama satu tahun.
Ketujuh pemain yang terlibat dalam kasus ini adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
(Bola.net/Fitri Apriani)
Baca Ini Juga:
- RESMI: FIFA Tolak Banding FAM, Kasus 7 Pemain Naturalisasi Malaysia Berujung Skandal Besar!
- Skandal Naturalisasi Malaysia: Media Argentina Bongkar Tempat Kelahiran Kakek Facundo Garces, Bukan di Negeri Jiran!
- TMJ Bongkar Fakta Mengejutkan: 27 Pemain Naturalisasi Sempat Ditawarkan ke Malaysia Sebelum Skandal FIFA Meledak
- Ranking FIFA Oktober 2025: Timnas Indonesia Melorot, Malaysia dan Thailand Melesat di Zona ASEAN
- Update Ranking FIFA: Menang Lawan Laos, Malaysia Kini 4 Tingkat di Atas Timnas Indonesia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Banding Ditolak! TMJ Serang FIFA: Sanksi Naturalisasi Malaysia Bermotif Politik
Bola Indonesia 4 November 2025, 20:34
-
FIFA Umumkan ASEAN Cup, PSSI Kok Malah Belum Tahu?
Open Play 28 Oktober 2025, 11:20
-
Resmi! FIFA ASEAN Cup Bakal Digelar di FIFA Matchday dan Diikuti 11 Negara
Asia 27 Oktober 2025, 06:57
-
Resmi! Ini Daftar 21 Pemain Timnas Indonesia U-17 untuk Piala Dunia U-17 2025
Tim Nasional 25 Oktober 2025, 10:29
LATEST UPDATE
-
Carlos Espi, 2 Gol dari 5 Tembakan
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 12:05
-
Arsenal dan Rekam Jejak Mereka Setelah Menjuarai Community Shield
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 11:16
-
Rodri Usung Target Juara Liga Champions di Barcelona, tapi Bisakah Ini Diwujudkan?
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 10:09
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Rodri Tiba di Barcelona, Langusng Tegaskan Ambisi Juara Liga Champions
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:36
-
Raphinha Diproyeksikan Jadi Kapten Utama Barcelona
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:32
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR