
Kala itu, pertandingan batal terlaksana lantaran tiga pemain Pahang FA tidak mendapatkan visa on arrival di Indonesia. Sekretaris Jendral BOPI, Heru Nugroho, menilai jika Pahang ingin lolos ke delapan besar tanpa bertanding.
Dilanjutkan Heru Nugroho, pemain asing Pahang FA yang terdiri dari warga negara Nigeria, Jamaika, dan Pakistan memang tidak bisa mendapatkan visa secara langsung. Seharusnya hal tersebut, ditegaskan Heru, sudah diketahui oleh pihak Pahang FA.
"Tiga pemain Pahang FA memang tidak punya hak untuk visa on arrival. Tapi, seharusnya Itu diketahui oleh Pahang FA. Ini tentu tidak masuk akal dan janggal. Bisa jadi, memang sudah menjadi permainan Pahang FA," ujarnya.
"Entah mengapa mereka bisa tidak mengetahui hal tersebut. Bisa jadi ini memang permainan Pahang FA untuk lolos ke babak delapan besar tanpa bertanding," pungkas Heru. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
BOPI Tuding Pahang FA Ingin Lolos Tanpa Bertanding
Bola Indonesia 29 Mei 2015, 07:00
-
Pahabol Mundur, Timnas U-23 Tampil Pincang di SEA Games 2015
Tim Nasional 27 Mei 2015, 18:21
-
BOPI Tangkis Tudingan Jegal Persipura
Bola Indonesia 27 Mei 2015, 12:17
LATEST UPDATE
-
Dipercaya Jadi Caretaker MU, Darren Fletcher: Ini Beneran Kan?
Liga Inggris 7 Januari 2026, 10:27
-
Burnley vs MU: Kobbie Mainoo Bisa Comeback?
Liga Inggris 7 Januari 2026, 10:16
-
Manchester United dan Ole Gunnar Solskjaer Semakin Dekat untuk Balikan
Liga Inggris 7 Januari 2026, 10:02
-
BRI Super League: Ze Valente Mencapai Tonggak Penting 100 Laga
Bola Indonesia 7 Januari 2026, 09:56
-
West Ham vs Nottingham Forest: Keterpurukan West Ham di Premier League 2025/26
Liga Inggris 7 Januari 2026, 08:55
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40




















KOMENTAR