
Bola.net - Persija Jakarta menampilkan 'wajah' berbeda di bawah asuhan pelatih asal Jerman, Thomas Doll. Satu di antaranya, tim ibu kota kini sudah mulai meminimalkan permainan bola panjang yang tidak efektif.
Thomas Doll juga selalu meminta para pemainnya untuk banyak melakukan pergerakan tanpa bola. Fisik Ondrej Kudela dan kolega juga terus digenjot supaya bisa bermain maksimal dengan formasi 3-5-2.
Dengan skema itu, para penggawa Persija, terutama dua pemain sayap dituntut punya fisik prima. Sebab, mereka harus konsisten saat naik membantu serangan maupun ketika turun untuk membantu pertahanan.
"Secara pribadi saya sudah terbiasa dengan empat pemain belakang. Saya masih banyak melakukan evaluasi dan adaptasi agar bisa maksimal dengan formasi ini. Sebagai pemain belakang yang bermain dengan empat bek, saya biasanya ada timing untuk naik," ujar bek sayap Persija, Firza Andika, disadur dari laman klub.
"Tapi dengan formasi tiga bek, saya dituntut untuk naik turun terus. Jadi coach minta ke kami untuk harus punya fisik dan mental yang kuat,” katanya menambahkan.
Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.
Metode Latihan Thomas Doll Mirip Shin Tae-yong

Sementara itu, gelandang Persija, Syahrian Abimanyu mengakui kalau ia dan rekan-rekannya mengalami peningkatan signifikan, terutama soal fisik. Hal ini tak lepas dari metode latihan yang diterapkan Thomas Doll.
Bahkan, Abimanyu menyebut kalau gaya latihan Thomas Doll mirip dengan pelatihnya di Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Kedua juru taktik tersebut punya pendekatan yang sama terkait fisik pemain.
"Coach Thomas Doll dan Shin Tae-yong sama-sama suka melatih dengan cara yang keras. Kami diminta untuk membangun mental dan fisik yang kuat," ucapnya.
"Namun mungkin tujuan dari Thomas Doll dan Shin Tae-yong itu sama, yaitu mereka ingin kami bermain keras. Coach Thomas Doll pun selalu menekankan kami untuk banyak bergerak tanpa bola, jadi memang butuh fisik yang kuat,” tambah Abimanyu.
Terus Meningkat Sejak Awal Musim

Pemain Persija lainnya, Braif Fatari mengungkapkan bahwa saat ini kondisi tim semakin baik ketimbang di awal musim. Para pemain dinilai akan segera mencapai peak performanya musim ini.
"Di awal musim kondisi kami belum mencapai performa yang maksimal. Kami banyak beradaptasi selama ini terutama di fisik, tapi setelah itu kami lebih merasa lebih baik dalam bermain,” imbuh Braif.
Setelah kalah 0-1 dari Bali United pada pekan pertama BRI Liga 1 2022/2022, Sabtu (23/7), Persija akan menghadapi Persis Solo. Partai tersebut bakal digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (31/7), mulai pukul 15.30 WIB.
(Bola.net/Fitri Apriani)
Klasemen BRI Liga 1
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi BRI Liga 1: Persija Jakarta vs Persis Solo 31 Juli 2022
Bola Indonesia 30 Juli 2022, 11:23
LATEST UPDATE
-
Tidak Usah Ragu, Gavi Memang Layak Masuk Skuad Timnas Spanyol
Piala Dunia 26 Mei 2026, 15:32
-
Rekap Daftar Klub yang Sudah Lolos Liga Champions 2026/2027
Liga Champions 26 Mei 2026, 15:02
-
Update Ranking BWF 2026 Setelah Malaysia Masters 2026
Bulu Tangkis 26 Mei 2026, 15:00
-
Bek Tengah Terbaik Versi Jose Mourinho, Ada 2 Nama Ini!
Liga Champions 26 Mei 2026, 14:41
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00

























KOMENTAR