Bola.net - Ketua Umum Persija Jakarta, Ferry Paulus, mengaku legowo jika harus angkat kaki dari posisinya. Karena itu, membuka peluang bagi pihak lainnya untuk mengurus Persija.
Hanya saja diingatkannya, tidak mudah untuk menangani Macan Kemayoran- julukan skuad Persija Jakarta. Terlebih, harus bersedia mengeluarkan dana yang begitu besar.
"Di manajemen, mau apa juga bisa. Termasuk, menjadi pemilik saham mayoritas juga bisa. Kalau pun saya harus keluar, tidak ada masalah. Yang penting bagaimana caranya Persija bisa lebih baik dan eksistensinya lebih baik. Jangan sampai masuk, tapi melorot, misalnya dari posisi tiga kemudian turun, bahkan degradasi," ungkapnya.
"Kenapa timbul Rp76 miliar, bahkan lebih? Kalau dalam bahasa perusahaan itu rugi dan memang faktanya rugi. Kerugian ditanggung siapa? Tentu ditanggung pemegang saham. Pemegang saham siapa? Ya, saya. Utang perusahaan kepada saya, bukan orang lain," sambungnya.
Dilanjutkannya lagi, jika sudah ada pihak yang bersedia menangani Persija, silahkan untuk mengajukan diri. Bahkan, dilanjutkan FP- sapaan Ferry Paulus- akan membantu prosesnya.
"Kalau mau mengurus Persija, silakan saja. Tidak perlu bayar utang ke saya. Tapi saya sudah berkorban, katakan saja Rp70 miliar, tidak diberi apapun. Harus diingat, buku tak terhapuskan. Utang paling besar terjadi di tahun pertama, sampai Rp8 miliar membayar utang. Setelah itu, sama sekali tidak ada sponsor. Tahun kedua lebih baik. Sementara tahun ketiga. kurang lagi sedikit dan tahun keempat berhenti," tutupnya.
Masih diterangkan FP, jika semua itu dipengaruhi beberapa hal dalam persoalan di sepak bola Indonesia.
Di bawah kepemimpinannya yang sudah lebih dari empat tahun, Persija dilanda banyak persoalan. Misalnya saja, terkait pembayaran gaji pemain yang berimbas ke persiapan tim. Selain itu, belum pernah menjadi juara.
"Dua tahun pertama ada gonjang-ganjing. Mengurusi gonjang-ganjing sendiri perlu waktu. Bicara hasil memang equal dengan all-out yang ada. Kemampuan mencari sponsor, kemampuan mencari terobosan baru, itu tidak terjadi. Memang saya memiliki cita-cita dan jujur itu sampai saat ini belum tercapai. Tapi, kan tidak selamanya cita-cita itu bisa dicapai," tutupnya. (esa/dzi)
Hanya saja diingatkannya, tidak mudah untuk menangani Macan Kemayoran- julukan skuad Persija Jakarta. Terlebih, harus bersedia mengeluarkan dana yang begitu besar.
"Di manajemen, mau apa juga bisa. Termasuk, menjadi pemilik saham mayoritas juga bisa. Kalau pun saya harus keluar, tidak ada masalah. Yang penting bagaimana caranya Persija bisa lebih baik dan eksistensinya lebih baik. Jangan sampai masuk, tapi melorot, misalnya dari posisi tiga kemudian turun, bahkan degradasi," ungkapnya.
"Kenapa timbul Rp76 miliar, bahkan lebih? Kalau dalam bahasa perusahaan itu rugi dan memang faktanya rugi. Kerugian ditanggung siapa? Tentu ditanggung pemegang saham. Pemegang saham siapa? Ya, saya. Utang perusahaan kepada saya, bukan orang lain," sambungnya.
Dilanjutkannya lagi, jika sudah ada pihak yang bersedia menangani Persija, silahkan untuk mengajukan diri. Bahkan, dilanjutkan FP- sapaan Ferry Paulus- akan membantu prosesnya.
"Kalau mau mengurus Persija, silakan saja. Tidak perlu bayar utang ke saya. Tapi saya sudah berkorban, katakan saja Rp70 miliar, tidak diberi apapun. Harus diingat, buku tak terhapuskan. Utang paling besar terjadi di tahun pertama, sampai Rp8 miliar membayar utang. Setelah itu, sama sekali tidak ada sponsor. Tahun kedua lebih baik. Sementara tahun ketiga. kurang lagi sedikit dan tahun keempat berhenti," tutupnya.
Masih diterangkan FP, jika semua itu dipengaruhi beberapa hal dalam persoalan di sepak bola Indonesia.
Di bawah kepemimpinannya yang sudah lebih dari empat tahun, Persija dilanda banyak persoalan. Misalnya saja, terkait pembayaran gaji pemain yang berimbas ke persiapan tim. Selain itu, belum pernah menjadi juara.
"Dua tahun pertama ada gonjang-ganjing. Mengurusi gonjang-ganjing sendiri perlu waktu. Bicara hasil memang equal dengan all-out yang ada. Kemampuan mencari sponsor, kemampuan mencari terobosan baru, itu tidak terjadi. Memang saya memiliki cita-cita dan jujur itu sampai saat ini belum tercapai. Tapi, kan tidak selamanya cita-cita itu bisa dicapai," tutupnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Soal Salary Cap di ISL, Ini Kata Joko Driyono
Bola Indonesia 18 Agustus 2015, 16:31
-
Ferry Paulus Mengaku Akan Legowo Bila Tak Lagi Urusi Persija
Bola Indonesia 18 Agustus 2015, 14:15
-
Joko Driyono Beri Update Persiapan ISL Musim Anyar
Bola Indonesia 13 Agustus 2015, 14:24
-
Persebaya Hanya Gunakan Dua Asing
Bola Indonesia 12 Agustus 2015, 08:40
-
Persebaya Belum 'Nyetel' Dengan Formasi Baru
Bola Indonesia 12 Agustus 2015, 08:34
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR