
Bola.net - Sepak bola Indonesia berduka. Salah satu pelatih terbaik dari Indonesia, Benny Dollo, meninggal dunia pada Rabu, 1 Februari 2023 malam kemarin.
Benny merupakan sosok pelatih yang sangat dekat dengan mantan gelandang Timnas Indonesia, Firman Utina.
Firman tanpa sungkan mengakui besar peran Benny Dollo dalam perjalanan kariernya di sepak bola. Peran Benny Dollo itu dirasakannya Firman saat sebagai pemain dan ketika mencoba peruntungan sebagai pelatih.
Kolaborasi keduanya berawal ketika Benny Dollo mengajak Firman bergabung di Persma Manado jelang musim 2000. Di klub tanah kelahirannya itu, Firman Utina mengawali kariernya sebagai pemain profesional.
Benny juga yang membawanya bertualang meninggalkan Manado dengan bergabung di Persita Tangerang.
Bersama Benny Dollo pula, Firman pertama merasakan gelar juara di pentas sepak bola nasional dengan meraih trofi juara Copa Indonesia 2005 sekaligus meraih penghargaan sebagai pemain terbaik.
Kenangan Firman Utina
Pada ajang itu pula, Firman yang saat itu berusia 24 tahun menunjukkan kemampuannya sebagai gelandang masa depan Indonesia.
Pada laga final menghadapi Persija jakarta di Stadion Gelora Bung Karno,Jakarta, 19 November 2005, Firman tampil impresif dengan mencetak hattrick untuk membawa Arema menang 4-3 atas Macan Kemayoran.
Secara khusus, Firman mengaku sangat termotivasi tampil trengginas di laga final.
"Om Benny bilang ke pemain, silakan kalian lihat di tribune penonton. Pasti istri atau keluarga kalian tidak akan terlihat karena tenggelam oleh puluhan ribu penonton. Tapi, mereka tentu berdoa dan berharap kita menang. Buat mereka bangga dan bahagia. Secara pribadi, saya betul-betul tersentuh mendengar kalimat itu," ujar Firman pada channel youtube Ricky Nelson Coaching.
Ikut ke Mana pun
Pada kesempatan itu, Firman menceritakan tiga momen pentingnya bersama Benny. Pertama, ketika Benny mengajaknya berlatih di Persma setelah ia ditolak ikut seleksi tim Pra PON Sulawesi Utara karena berpostur kecil. Kedua, saat Benny membawanya ke Persita setelah menemui orang tuanya untuk meminta izin.
Momen terakhir terjadi ketika Benny mengajaknya ke Arema Malang pada 2004. Saat itu, Firman berada dalam situasi dilematis karena sudah berkeluarga dan berstatus PNS di Pemda Tangerang.
"Saya berdiskusi dengan istri. Lalu saya kembalikan lagi ke niat awal saya ketika meninggalkan Manado yakni berkarier di sepak bola," tegas Firman Utina.
Kalimat Warisan
Setelah mantap dengan pilihannya itu, Firman menemui Benny. "Om Benny pun sempat kaget dengan pilihan saya itu. Tapi, ia juga senang saya memenuhi ajakannya ke Malang," kenang Firman.
Pilihan Firman terbukti tetap. Di Arema, kemampuan dan kepercayaan dirinya kian berkembang. Di klub asal Malang itu, ia mendapat masukan dari seniornya I Putu Gede serta dua pemain asing Arema, Joao Carlos dan Franco Hitta.
Sebagai pemain, Firman tentu senang bila mendapat pujian dari sang mentor. Ironisnya, Firman jarang mendapat pujian dari Benny Dollo meski tampil baik. Termasuk usai mendapat penghargaan sebagai pemain terbaik Copa Indonesia 2005.
"Om Benny malah bilang, pujian bisa jadi penghambat kariermu. Tetaplah berpijak ke bumi dan terus belajar."
Kolaborasi Terbaik
Gelar Copa Indonesia adalah pencapaian terbaik kolaborasi Firman bersama sang mentor. Setelah itu, Firman meraih tiga trofi juara Liga Indonesia dengann klub yang berbeda. Masing-masing Sriwijaya FC musim 2011-2012, Persib Bandung (2014) dan Bhayangkara (2017).
Setelah membawa Bhayangkara juara Firman mulai merintis karier sebagai pelatih. Musim lalu, ia menjadi Direktur Akademi Kalteng Putera. Kini, ia sudah mengikuti kursus kepelatihan lisensi A-AFC.
"Saya baru mulai merintis. Yang pasti, tantangan sebagai pelatih berbeda ketika saya masih menjadi pemain," pungkas Firman.
Sumber: Youtube Ricky Nelson Coaching
Disadur dari: Bola.com (Wiwig Prayugi) 2 Februari 2023
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pesan Aji Santoso kepada Marselino Ferdinan usai Direkrut KMSK Deinze
Tim Nasional 2 Februari 2023, 13:43
LATEST UPDATE
-
Dilema Xavi Espart bagi Barcelona: Bek Kanan dengan Jiwa Gelandang
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 13:10
-
Carlos Espi, 2 Gol dari 5 Tembakan
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 12:05
-
Arsenal dan Rekam Jejak Mereka Setelah Menjuarai Community Shield
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 11:16
-
Rodri Usung Target Juara Liga Champions di Barcelona, tapi Bisakah Ini Diwujudkan?
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 10:09
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Rodri Tiba di Barcelona, Langusng Tegaskan Ambisi Juara Liga Champions
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:36
-
Raphinha Diproyeksikan Jadi Kapten Utama Barcelona
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:32
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR