
Bola.net - Gelandang PSIS Semarang, Fandi Eko Utomo kurang setuju dengan wacana Liga 1 tanpa degradasi. Meskipun dia menyadari pasti ada plus minus di balik rencana tersebut.
Menurut Fandi Eko, Liga 1 tanpa degradasi membuat kompetisi kurang greget. Sehingga, ada kekhawatiran pertandingan berlangsung tidak serius.
Wacana kompetisi tanpa degradasi menjadi pembahasan dalam rapat komite eksekutif PSSI beberapa waktu lalu. Rencananya, itu juga akan menjadi agenda dalam Kongres tahunan.
"Ada sisi positif dan negatifnya (Liga 1 tanpa degradasi), tapi menurut saya kurang setuju," kata Fandi Eko kepada Bola.net.
"Kurang greget aja kalau tanpa degradasi. Enggak ada persaingan yang serius," imbuh mantan pemain Persebaya Surabaya tersebut.
Scroll ke bawah untuk informasi selengkapnya ya Bolaneters
Tetap Manut
Namun, jika nantinya PSSI tetap memutuskan kompetisi tanpa degradasi, pihaknya siap mematuhi. Karena itu sudah menjadi keputusan bersama.
"Kita sebagai pemain hanya bisa mengikuti peraturan, semoga aja bisa ditinjau kembali," lanjut pemain yang juga pernah berseragam Madura United itu.
Artinya, dia akan tetap bermain secara serius di kompetisi nanti. Karena pemain tetap dituntut untuk tampil profesional di setiap pertandingan.
(Bola.net/Mustopa El Abdy)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gelandang PSIS Tidak Sepakat dengan Penghapusan Degradasi
Bola Indonesia 11 Mei 2021, 03:10
-
PSIS Berharap Usai Lebaran Sudah Ada Kepastian Kompetisi
Bola Indonesia 10 Mei 2021, 13:43
LATEST UPDATE
-
Eksklusif Match: Persebaya vs Persik Live Streaming di Vidio
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 19:31
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25
























KOMENTAR