"Kami dua kali kehilangan konsentrasi pada babak pertama. Kami juga kehilangan bentuk permainan," ujar Milo.
"Babak kedua, kita bisa bermain lebih bagus. Namun, PBFC juga bisa bermain lebih bagus lagi, terutama ketika bertahan," sambungnya.
Lebih lanjut, Milo menyebut timnya seharusnya bisa menyamakan kedudukan pada babak kedua. Namun, ia menilai, wasit memberikan keputusan salah dengan menilai Gonzales telah berada dalam posisi offside.
"Ini momen krusial kami. Gonzales tidak offside karena bola sudah lebih dulu mengenai pemain PBFC," tuturnya.
Sebelumnya, Arema Cronus harus mengakui keunggulan PBFC pada laga pekan ke-16 ISC A 2016. Gol-gol yang bersarang ke gawang Kurnia Meiga pada laga ini dicetak Jad Noureddin dan Jefri Kurniawan. Sementara, gol balasan Arema dicetak Cristian Gonzales.
Sementara itu, terkait kekalahan ini, Milo tak khawatir. Ia menilai masih banyak kesempatan untuk bisa bangkit.
"Kita ambil belajar dari pertandingan ini agar lebih bagus," tandas pelatih asal Bosnia ini. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hilang Konsentrasi, Penyebab Kekalahan Arema Dari PBFC
Bola Indonesia 20 Agustus 2016, 23:10
-
Milo: Arema Cronus Layak Menang di Kandang Sriwijaya FC
Bola Indonesia 15 Agustus 2016, 10:01
-
Hadapi Sriwijaya FC, Arema Cronus Tak Mau Terbebani
Bola Indonesia 13 Agustus 2016, 20:59
-
Milo Beber Alasan Tak Bawa Bustomi ke Kandang Sriwijaya FC
Bola Indonesia 13 Agustus 2016, 20:39
-
Hadapi Sriwijaya, Arema Cronus Andalkan Kekompakan
Bola Indonesia 13 Agustus 2016, 20:36
LATEST UPDATE
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25























KOMENTAR