Bola.net - Menjelang Hari Ulang Tahun Negara Republik Indonesia (NKRI) ke-70 tahun, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), La Nyalla Mahmud Mataliiti, menegaskan jika belum sepenuhnya meraskan arti dari kemerdekaan.
Menurutnya, sepakbola Indonesia masih mati suri. Kompetisi dan kegiatan sepak bola nasional dihentikan secara paksa oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, melalui keputusan pembekuan PSSI.
Dampak dari hal tersebut, ribuan masyarakat sepakbola Indonesia kehilangan hak konstitusionalnya.
Padahal dilanjutkan La Nyalla, kemerdekaan merupakan hak dari seluruh masyarakat Indonesia di bidang apapun. Tidak terkecuali di bidang olahraga sepak bola. Apalagi, konstitusi Indonesia menjamin hak berekspresi seperti dituangkan di Pasal 28C UUD 1945 amandemen.
"Hakekat merdeka adalah berdaulat dan dapat melakukan aktivitas tanpa belenggu dari pihak lain, baik di dalam negeri dan di kancah internasional," katanya.
Apalagi, akibat keputusan Menpora tersebut, sepak bola Indonesia diberi sanksi oleh FIFA dengan dikucilkan dari kegiatan internasional. Sehingga tidak saja terbelenggu di dalam negeri, tetapi juga di kancah Internasional.
"Apakah ini makna kemerdekaan? Ketika kita kehilangan hak berekspresi dan hak ekonomi? silahkan masyarakat sepak bola Indonesia yang menilai," tutupnya.[initial]
(esa/yp)
Menurutnya, sepakbola Indonesia masih mati suri. Kompetisi dan kegiatan sepak bola nasional dihentikan secara paksa oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, melalui keputusan pembekuan PSSI.
Dampak dari hal tersebut, ribuan masyarakat sepakbola Indonesia kehilangan hak konstitusionalnya.
Padahal dilanjutkan La Nyalla, kemerdekaan merupakan hak dari seluruh masyarakat Indonesia di bidang apapun. Tidak terkecuali di bidang olahraga sepak bola. Apalagi, konstitusi Indonesia menjamin hak berekspresi seperti dituangkan di Pasal 28C UUD 1945 amandemen.
"Hakekat merdeka adalah berdaulat dan dapat melakukan aktivitas tanpa belenggu dari pihak lain, baik di dalam negeri dan di kancah internasional," katanya.
Apalagi, akibat keputusan Menpora tersebut, sepak bola Indonesia diberi sanksi oleh FIFA dengan dikucilkan dari kegiatan internasional. Sehingga tidak saja terbelenggu di dalam negeri, tetapi juga di kancah Internasional.
"Apakah ini makna kemerdekaan? Ketika kita kehilangan hak berekspresi dan hak ekonomi? silahkan masyarakat sepak bola Indonesia yang menilai," tutupnya.[initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
HUT RI ke-70, Sepakbola Indonesia Terbelenggu
Bola Indonesia 16 Agustus 2015, 21:34
-
Menpora Imam Nahrawi Dipertahankan Jokowi, Ini Kata La Nyalla
Bola Indonesia 15 Agustus 2015, 12:40
-
SK Pelantikan PSSI Sudah Ditandatangani Ketum KONI Pusat
Bola Indonesia 2 Agustus 2015, 19:22
-
PSSI Ingin Lengkapi Komplek NYTC Dengan Lapangan Rumput dan Lampu
Bola Indonesia 30 Juli 2015, 21:27
LATEST UPDATE
-
Prediksi Porto vs Nottingham Forest 10 April 2026
Liga Eropa UEFA 8 April 2026, 14:05
-
Prediksi Bologna vs Aston Villa 10 April 2026
Liga Eropa UEFA 8 April 2026, 13:35
-
Prediksi Freiburg vs Celta 10 April 2026
Liga Eropa UEFA 8 April 2026, 13:24
-
Persita Tangerang vs Arema FC: Singo Edan Siap Curi Poin di Tangerang
Bola Indonesia 8 April 2026, 12:18
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32


























KOMENTAR