
Bola.net - - Pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez, menjadi salah satu korban keributan yang melibatkan kelompok suporter Arema (Aremania) di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/4) kemarin. Meski mengalami luka di bagian kepala, pelatih asal Argentina tersebut sudah memaafkan terhadap pihak yang melukainya.
"Saya sudah memaafkan mereka (oknum suporter di Kanjuruhan). Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam setiap momen. Mungkin ke depannya saya harus lebih memahami lagi," ujar Gomez seperti dilansir situs resmi Persib.
Seperti diketahui, pertandingan Arema Vs Persib terpaksa dihentikan lebih dini setelah Aremania merangsek masuk ke lapangan. Saat peristiwa tersebut, Gomez ternyata terkena lemparan benda keras.
Akibatnya, pelatih berusia 61 tahun ini mengalami luka di dahi dan harus menjalani perawatan dari dokter tim Persib. Laga Arema vs Persib sendiri berakhir dengan skor imbang 2-2.
"Sudah tidak apa-apa. Beruntung ini hanya luka kecil saja," ujar Gomez.
Kendati tak mempermasalahkan insiden ini, Gomez mengaku pelemparan ini adalah yang pertama sepanjang kariernya. Pelatih asal Argentina ini menduga, batu tersebut berasal dari tribun penonton.
"Saya rasa, luka ini kemarin ada seseorang yang melempar batu dari atas," kata Gomez.
Lebih lanjut, mantan pelatih Johor Darul Ta'zim ini meminta insiden serupa tidak terulang. Menurutnya, kekerasan hanya akan merugikan tim yang sedang bertanding.
"Hal seperti ini tidak bisa terjadi terus menerus dalam sepakbola. Jangan lakukan kekerasan, itu sangat merugikan tim kalian. Jika kita bisa memahami setiap hasil, baik itu menang, seri atau kalah, sepakbola akan menjadi terasa lebih indah," kata Gomez.
Sementara itu, pertandingan sebetulnya berlangsung cukup seru. Arema unggul lebih dulu berkat gol Thiago Furtuoso pada menit ke-19.
Persib lantas membalas dan berbalik memimpin berkat dua gol Ezechiel N'douassel. Namun Arema menyamakan kedudukan lewat aksi Balsa Bozovic.
Pada menit 89, Dedik Setiawan terpaksa diusir keluar wasit akibat pelanggaran pada pemain Persib.
Hasil imbang ini membuat Arema FC berada di dasar klasemen Liga 1 sementara karena baru mengumpulkan dua poin. Sementara Persib Bandung saat ini berada di peringkat sembilan dengan mengumpulkan lima poin.
Sumber: Liputan6.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Operator Liga Enggan Komentari Wasit Laga Arema vs Persib
Bola Indonesia 16 April 2018, 18:43
-
Jadi Korban Kericuhan di Kandang Arema, Pelatih Persib Memaafkan
Bola Indonesia 16 April 2018, 15:41
-
Kisruh saat Arema Menjamu Persib, Begini Tanggapan Komdis PSSI
Bola Indonesia 16 April 2018, 15:06
-
Inilah Keputusan LIB soal Laga Arema FC vs Persib yang Berakhir Ricuh
Bola Indonesia 16 April 2018, 14:52
-
Jadi Korban Pelemparan, Bek Persib Ini Malah Doakan Aremania
Bola Indonesia 16 April 2018, 14:36
LATEST UPDATE
-
Daftar Pelatih yang Sudah Dipecat pada Musim 2025/2026
Liga Inggris 5 Januari 2026, 18:15
-
Terungkap, Ini Ketegangan di Balik Layar Sebelum Man Utd Pecat Ruben Amorim
Liga Inggris 5 Januari 2026, 18:01
-
Usai Pecat Ruben Amorim, MU Tidak Buru-buru Cari Manajer Baru?
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:55
-
Rekam Jejak Ruben Amorim Dipecat Man United: Hanya 24 Kemenangan dari 63 Laga
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:45
-
Pernyataan Lengkap Manchester United Soal Pemecatan Ruben Amorim
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:39
-
Ruben Amorim Dipecat, Siapa Pelatih Man United Sekarang?
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:33
-
Perubahan Gaya Main Liverpool di Era Arne Slot Jadi Bumerang di Anfield
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:27
-
Daftar Pemain Voli Putri Jakarta Electric PLN Mobile di Proliga 2026
Voli 5 Januari 2026, 17:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40


















KOMENTAR