Pak De, sapaan karib Made Pasek, mengaku tak bisa berkomentar ihwal pertemuan istimewa ini. Ia tak menyangka bakal bertemu sang putra di lapangan hijau. "Saya tidak pernah melihat anak saya bisa bermain sepakbola. Selama ini kan saya merantau terus," ujar Pak De.
"Tiba-tiba, tanpa sepengetahuan saya, anak saya bisa masuk tim senior," sambungnya.
Menurut Pak De, sejak kecil, Otong -sapaan karib I Made Andhika Wijaya- suka bermain bola. Hal ini tak lepas dari profesi Pak De sebagai pesepakbola profesional.
"Namun, saya tak pernah memaksa ia untuk bermain bola. Untuk posisi bermain, ia sama dengan saya, di sektor fullback. Selain itu, ia juga bisa jadi gelandang," imbuh penggawa Timnas Indonesia era 90-an ini.
i made pasek wijaya
Pak De dan Otong bisa jadi saling berhadapan kala Arema Cronus menjamu Bali United ada laga pekan ke-14 ISC A 2016. Laga ini akan dihelat di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (07/08) lusa.
Lebih lanjut, Pak De mengaku berterima kasih pada Pelatih Bali United, Indra Sjafri. Pasalnya, Indra Sjafri telah memberi kesempatan berharga pada pemain kelahiran 12 Juli 1996 ini untuk masuk tim inti Serdadu Tridatu. Sebelumnya, Otong memperkuat PS Badung, tim PON Bali dan Bali United U-21.
"Ini kesempatan yang berharga bagi Otong," tuturnya.
Walau mengaku senang bakal berkesempatan berhadapan dengan sang putra di lapangan, Pak De mengaku tak akan mengalah. Eks pemain Pelita Jaya ini menegaskan tekadnya membawa Arema Cronus meraih poin penuh.
"Saya akan proporsional. Saya ingin Arema Cronus bisa memenangi pertandingan, Minggu besok," tandasnya. [initial] (den/asa)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sukadana Kaget Dibawa ke Kandang Arema Cronus
Bola Indonesia 5 Agustus 2016, 23:15
-
Gustavo Giron Terlecut Ultimatum Manajemen Arema Cronus
Bola Indonesia 5 Agustus 2016, 20:12
-
Jamu Bali United, Asisten Pelatih Arema Cronus Hadapi Sang Buah Hati
Bola Indonesia 5 Agustus 2016, 19:58
-
Ke Kandang Arema, Bali United Masih Belum Full Team
Bola Indonesia 5 Agustus 2016, 16:45
-
Rezim PSSI Berganti, Arema Cronus Harap Sepakbola Dijauhkan Dari Politik
Bola Indonesia 4 Agustus 2016, 22:30
LATEST UPDATE
-
Ricuh Bos Kartel Meksiko Tewas, Empat Laga Sepak Bola Ditunda
Bola Dunia Lainnya 23 Februari 2026, 16:15
-
Inter Milan Menang di Kandang Lecce, Federico Dimarco Dekati Rekor Serie A
Liga Italia 23 Februari 2026, 16:15
-
Real Madrid Sanggup Naik ke Puncak, tapi Tak Mampu Bertahan di Sana
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 16:10
-
Pesan untuk Mikel Arteta: Eberechi Eze Terlalu Bagus untuk jadi Cadangan!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 16:05
-
Dijagokan Marc Marquez di MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Merendah: Dia Lebih Diunggulkan
Otomotif 23 Februari 2026, 16:03
-
Keruntuhan Psikologis Juventus
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:55
-
Juventus vs Galatasaray: Potensi Absennya Osimhen dan Icardi di Allianz Stadium
Liga Champions 23 Februari 2026, 15:45
-
Link Live Streaming PSIM vs Bali United di BRI Super League Hari Ini, 23 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 15:45
-
Gol Kontroversial Parma Bungkam Milan, Eks Wasit Italia Ikut Buka Suara: Tidak Sah
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:43
-
Gol Kontroversial Troilo Bikin Milan Tumbang dari Parma, Matteo Gabbia Pilih Tahan Emosi
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:35
-
Milan vs Parma, Laga yang Menyakitkan Bagi Matteo Gabbia
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:26
-
Viktor Gyokeres Yang Terlalu Kuat untuk Bek Tottenham
Liga Inggris 23 Februari 2026, 14:52
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR