Setidaknya, hal tersebut yang diterangkan Ketua JC dari pihak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Todung Mulya Lubis kepada Bola.net.
Dilanjutkannya, Tim Task Force AFC dan FIFA mendapatkan sedikit kesulitan dalam membantu menyelesaikan persepakbolaan nasional.
"Saya rasa, Tim Task Force dan FIFA AFC mengalami sedikit kesulitan dalam mencari formulasi yang tepat. Sebab, banyak hal-hal yang patut dipelajari lebih jauh," terang pria kelahiran Muara Botung, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Indonesia, 4 Juli 1949 tersebut.
Meski begitu, Pendiri the Law Office of Mulya Lubis and Partners (1991) mengisyaratkan jika surat balasan dari Tim Task Force AFC dan FIFA baru akan terbit setelah Komite Darurat FIFA menggelar sidang.
Dalam sidang tersebut sebelumnya, di Zurich, Swiss pada 30 Maret 2012, FIFA memutuskan sejumlah hal, termasuk kisruh sepak bola Indonesia yang sebelumnya juga dibahas dalam sidang Komite Asosiasi FIFA.
Dalam keputusannya, FIFA meminta agar PSSI benar-benar menyelesaikan dualisme kompetisi hingga 15 Juni 2012. Namun, sebelum
deadline tersebut, kedua kubu yang berpolemik sepakat untuk menandatangani MoU.
"Alhasil, sampai surat tersebut belum terbit, JC masih belum dapat berjalan dan harus sabar menunggu. Mungkin, untuk sekedar menyatukan pemahaman, JC bisa menggelar pertemuan. Tapi sekali lagi, pertemuan tersebut belum bisa mengambil keputusan berarti," tegas pria yang pernah menjabat sebagai Presiden dari The Club Pengacara Jakarta (1992/2000), Kepala Dewan Etis Indonesian Corruption Watch (ICW), dan Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH) (1980-1983) tersebut.
Dalam menjalankan tugas untuk menyelesaikan persoalan dualisme kompetisi sepak bola nasional nanti, Todung akan dibantu tiga anggotanya, Deputi Sekjen Bidang Kompetisi PSSI Saleh Ismail Mukadar, Wakil Ketua Komisi Disiplin Catur Agus Saptono, dan CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) Widjajanto.
KG yang berisikan empat anggota PSSI dan empat Indonesia Super League (ISL) tersebut, bertugas untuk mengevaluasi kompetisi Indonesian Premier League (IPL) dan ISL. Diharapkan, secepatnya terbentuk satu kompetisi dan pengelola profesional di Indonesia. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Joint Committee Bekerja Usai Sidang Komite Darurat FIFA
Bola Indonesia 26 Juni 2012, 23:10
-
PT LPIS Legowo Terhadap Segala Putusan Joint Committee
Bola Indonesia 21 Juni 2012, 18:44
-
La Nyalla: Tugas Joint Committee Harus Dipandang Jernih
Bola Indonesia 21 Juni 2012, 09:25
-
Blatter: GLT Sudah Menjadi Keharusan
Piala Eropa 20 Juni 2012, 21:58
-
Joint Committee Tunggu Surat Perintah Dari FIFA
Bola Indonesia 20 Juni 2012, 18:33
LATEST UPDATE
-
Prediksi Crystal Palace vs Arsenal 24 Mei 2026
Liga Inggris 23 Mei 2026, 08:07
-
Peringatan Bojan Hodak: Persib Bandung Belum Juara!
Bola Indonesia 23 Mei 2026, 08:00
-
Prediksi Brighton vs Man Utd 24 Mei 2026
Liga Inggris 23 Mei 2026, 07:40
-
Prediksi Bologna vs Inter 23 Mei 2026
Liga Italia 23 Mei 2026, 07:30
-
Prediksi Final DFB Pokal: Bayern vs Vfb Stuttgart 24 Mei 2026
Bundesliga 23 Mei 2026, 07:19
-
Prediksi Sunderland vs Chelsea 24 Mei 2026
Liga Inggris 23 Mei 2026, 07:15
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25




















KOMENTAR