
Bola.net - PSM Makassar terbilang cukup sering menggunakan jasa pemain dari Amerika Latin. Dan tidak sedikit di antaranya yang berhasil mempersembahkan kesuksesan. Namun, ada beberapa dari mereka yang hanya sekadar numpang lewat.
Tercatat 18 pemain asal kawasan itu yang pernah berkostum Juku Eja, termasuk dua gelandang serang berpaspor Argentina, Claudio Damian Pronetto dan Robertino Gabriel Pugliara.
Secara teknis, keduanya memiliki kualitas diatas rata-rata. Alasan itulah yang membuat manejemen PSM mengontrak mereka untuk mengnagkat prestasi tim. Tapi, Pronetto dan Pugliara gagal bersinar PSM. Keduanya pun tak bertahan lama di Juku Eja.
Pronetto misalnya. Sukses membawa Deltras Sidoarjo menembus 8 Besar Liga Indonesia 2007 jadi modal Pronetto datang ke Makassar. Ia diplot sebagai pelayan duet Aldo Baretto dan Julio Lopez di lini depan.
Di formasi awal, Pronetto bermain sebagai penyerang sayap kiri. Saat pertandingan berjalan, Pronetto lebih kerap berdiri dibelakang dua striker. Malah, tak jarang Pronetto bermain sebagai striker bila Aldo atau Julio absen.
Secara materi pemain, PSM layak masuk dalam kandidat juara Liga Super Indonesia 2008-2009. Selain trio Amerika Latin, PSM juga memakasi jasa duet Timnas Togo, Ali Khaddafi dan Oudja Lantame.
Di deretan pemain lokal ada Syamsul Chaeruddin, Irsyad Aras dan Samsidar yang berstatus pemain Timnas Indonesia. Namun, masalah internal tim jadi kendala. Khususnya pembayaran gaji dan bonus yang kerap tidak sesuai jadwal.
Dana operasional tim mengandalkan APBD membuat manejemen tidak leluasa bergerak karena takut melanggar aturan. Alhasil, situasi internal tim kerap bergejolak.
Pada musim itu, PSM dua kali mengganti pelatih. Pelatih asal Bulgaria, Radoy Minkovski yang menangani tim pada awal musim didepak dan digantikan oleh Raja Isa (Malaysia). Raja Isa pun tak lama di Juku Eja. Ia memutuskan mundur dengan alasan bertanggungjawab dengan hasil minor tim.
Peran Raja pun sebagai pelatih diambil alih oleh Hanafing yang sebelumnya menjadi asisten pelatih. Pada akhir musim, PSM hanya bisa bertengger di peringkat delapan.
Seperti diketahui, Persipura Jayapura yang sukses meraih trofi juara. Pencapaian minor ini membuat manajemen PSM melakukan cuci gudang di musim berikutnya. Semua pemain asing PSM dilepas, termasuk Pronetto.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya
Pugliara Apes
Selepas Pronetto, PSM cukup lama tak memakai jasa pemain asal Argentina. Baru pada musim 2013-2014, PSM yang sudah menjadi milik Bosowa Grup mendatangkan Robertino Pugliara.
Sebelum ke PSM, Pugliara pernah memperkuat Persija Jakarta dan Persiba Balikpapan. Artinya, ia sudah berdaptasi dengan atmosfer sepak bola Indonesia.
Di bawah kendali Sadikin Aksa, PSM berharap bisa unjuk kemampuan di Liga Super Indonesia setelah lolos dari play-off Liga Primer Indonesia. Namun, jelang musim PSM teradang kendala.
Stadion Andi Mattalatta Mattoangin tak bisa jadikan markas karena tak lolos verifikasi PT Liga Indonesia selalu operator kompetisi. Terpaksa Juku Eja menggunakan Stadion Gelora Bung Tomo sebagai kandang. Alhasil, dukungan dari suporter tak maksimal. Penampilan Juku Eja jadi labil.
Pelatih berpaspor Jerman, Jorg Steinebrunner pun dipecat dan digantikan oleh Ruddy Keltjes. Tak hanya di sektor pelatih, sejumlah pemain pun dilepas pada pertengahan kompetisi, termasuk Pugliara yang beruntung Persipura mau menampungnya.
Situasi dan kondisi PSM saat itu berada dalam situasi sulit, Ruddy Keltjes memilih menjadi pelatih tim nasional U-21. Perannya digantikan Assegaf Razak.
Bersama Assegaf, PSM yang terpuruk di papan bawah sempat menggeliat dan nyaris menembus 8 Besar. Mereka hanya kalah tiga poin dari Persela Lamongan, peringkat empat Wilayah Timur yang mengoleksi 28 poin.
Disadur dari: Bola.com (Abdi Satria/Wiwig Prayugi)
Diunggah pada: 30 Juni 2020
Baca Juga:
- Tapak Tilas Ferdinand Sinaga: Pemain Terbaik dan Juara Liga 2014
- 6 Klub Shopee Liga 1 'Dipaksa' Mengungsi ke Jawa, Dipusatkan di Yogyakarta
- Wiljan Pluim dalam Angka: Aset Terbaik PSM Makassar
- Menyimak Rekam Jejak M. Basri, Pelatih Kharismatik dengan Sederet Prestasi
- Bima Sakti dan Memori Indah Juara Bersama PSM Makassar
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kisah 2 Pemain Argentina di PSM Makassar yang Hanya Numpang Lewat
Bola Indonesia 30 Juni 2020, 15:45
-
Cerita Tentang Putri Kedua Robertino Pugliara yang Lahir di Dalam Mobil
Bolatainment 10 Juni 2019, 09:12
-
Persebaya Mencari Pengganti Robertino Pugliara
Bola Indonesia 27 Desember 2018, 22:12
-
Gol David da Silva untuk Kesembuhan Robertino Pugliara
Bola Indonesia 10 November 2018, 22:23
-
Dukungan Moril Bonek untuk Robertino Pugliara
Bola Indonesia 17 Oktober 2018, 22:35
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Fulham vs Chelsea: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 00:35
-
BRI Super League: Persebaya Menggebrak dengan Pelatih dan 2 Pemain Asing Baru
Bola Indonesia 7 Januari 2026, 21:57
-
Rodrygo Naik Level: Dari Cadangan Jadi Andalan Baru Real Madrid
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 21:34
-
AC Milan Pilih Jadi Penonton Persaingan Scudetto Serie A 2025/2026
Liga Italia 7 Januari 2026, 20:48
-
Tiket Early Bird KLBB 2026 Ludes Secepat Kilat, Habis Tak Sampai Satu Jam
Lain Lain 7 Januari 2026, 20:38
-
Live Streaming Parma vs Inter - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 7 Januari 2026, 19:45
-
Ole Gunnar Solskjaer Muncul di Cheshire, Segera Kembali ke Manchester United?
Liga Inggris 7 Januari 2026, 19:42
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58























KOMENTAR