
Bola.net - Persebaya Surabaya akan kehilangan lima pemainnya dalam mengarungi kompetisi BRI Liga 1 2021/2022. Pasalnya, ada lima pemain yang dipanggil Timnas Indonesia untuk persiapan menghadapi FIFA Matchday.
Lima pemain yang dimaksud adalah Ernando Sutaryadi, Rizky Ridho, Rachmat Irianto, Ricky Kambuaya, dan Marselino Ferdinan. Kecuali Marselino, mereka sudah membela Timnas Indonesia sejak piala AFF 2020.
Manajemen Persebaya merespon pemanggilan tersebut. Melalui Sekretaris tim, Ram Surahman, tim Kota Pahlawan meminta ada penundaan laga pekan ke-21 BRI Liga 1 2021/2022.
"Konsekuensinya kalau dipanggil lima, berarti kami berharap ada penundaan untuk laga tanggal 28," kata Ram Surahman kepada Bola.net, Selasa (18/01/2022).
Pada pekan ke-21 Persebaya akan berhadapan dengan PSS Sleman. Pertandingan akan berlangsung pada Jumat (28/01/2021) mendatang.
Scroll ke bawah untuk informasi selengkapnya ya Bolaneters
Federasi Harus Berkorban
Menurut Ram Surahman, klub sudah berkorban dengan melepas pemainnya ke Timnas Indonesia. Karena itu, federasi maupun operator kompetisi harus juga berkorban dengan mengubah jadwal.
"Inti dari persoalan ini sebenarnya sederhana, kalau memang tidak bisa dibatasi jumlah pemain yang dipanggil timnas, maka konsekuensinya semua harus berkorban," tegasnya.
"Kami serahkan ke PSSI dan LIB ambil keputusan yang bijak, karena kehilangan lima pemain sangat berat bagi Persebaya," pria asal Benjeng, Gresik tersebut menambahkan.
Aspirasi Klub Harus Didengar
Lebih lanjut, Ram mengatakan, federasi tidak perlu meragukan komitmen Persebaya untuk mendukung timnas. Hanya saja, dia ingin agar masukan dari klub bisa dipertimbangkan.
"Itu memang panggilan bangsa, harus nomor satu di atas segalanya. Cuma kan ini jangan sampai menjadi dalih, kemudian memaksakan kehendak," jelasnya.
"Harusnya ini aspirasi dari klub juga harus didengar, ini kayak berulang terus seperti itu," tegas mantan jurnalis olahraga tersebut.
Jangan Dirugikan
Persebaya sudah membuktikan komitmennya saat melepas empat pemain ke Piala AFF 2020. Meskipun pada akhirnya tim Kota Pahlawan masih dirugikan dengan penundaan jadwal.
"Kalau komitmen untuk mendukung Timnas, Persebaya tidak perlu diragukan, kami pasti support dan sebanyak mungkin pemain kami kirim ke timnas kalau memang dibutuhkan," imbuh Aji.
"Tapi, ini juga pengorbanan klub harus diimbangi oleh PSSI sama LIB. Apa? Salah satunya jangan sampai klub juga dirugikan," tambahnya lagi.
"Karena kalau ini berkurang otomatis kualitas pertandingan dan kompetisi juga akan berkurang. Sekarang paling memungkinkan harus ada penundaan," tandas Ram Surahman.
(Bola.net/Mustopa El Abdy)
Baca Juga:
- BRI Liga 1: Persebaya Jadi Tim Paling Produktif, Bhayangkara FC Waspada
- Pernah Idolakan Evan Dimas, Begini Tekad Marselino Ferdinan Lawan Bhayangkara FC
- BRI Liga 1: Persebaya Usung 2 Misi Khusus Melawan Bhayangkara FC
- BRI Liga 1: Alie Sesay Kembali, Persebaya Full Team Lawan Bhayangkara FC
- BRI Liga 1: Sebelumnya Mengkritik, Aji Santoso Puji Perbaikan Stadion Ngurah Rai
- BRI Liga 1: Pelatih Persebaya Apresiasi Peningkatan Performa Arsenio Valpoort
- BRI Liga 1: Marselino Ferdinan Sebut Gol Cepat Pengaruhi Permainan Persebaya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Uji Coba Lawan Timor Leste Jadi Persiapan 3 Agenda Penting Timnas Indonesia
Tim Nasional 18 Januari 2022, 19:33
-
Alasan PSSI Tidak Memperpanjang 2 Tangan Kanan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia
Tim Nasional 18 Januari 2022, 19:24
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Bali United vs PSBS 6 April 2026
Bola Indonesia 5 April 2026, 22:43
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persijap 6 April 2026
Bola Indonesia 5 April 2026, 22:38
-
Jadwal Lengkap Timnas Futsal Indonesia di Piala AFF 2026
Tim Nasional 5 April 2026, 17:46
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13

























KOMENTAR