Bola.net - QNB League musim 2015, tengah dihentikan sementara waktu oleh PT Liga Indonesia (PT LI). Mulai 12 April, hingga 25 April mendatang.
Meski mendapatkan surat teguran dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), namun PT LI tidak merubah pendiriannya. Pasalnya, kebijakan tersebut sudah mendapatkan restu dari klub peserta dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
"Hal-hal seperti ini, membuat saya prihatin. Pemerintah seharusnya menjadi mitra PSSI. Sebab, PSSI bukan bawahan pemerintah," ungkap mantan Ketua Umum PSSI, Agum Gumelar.
Bahkan, hal tersebut membuat FIFA bereaksi. Yakni, FIFA mengingatkan supaya BOPI dan Kemenpora tidak melakukan intervensi dan menyebut akan adanya sanksi.
Namun, BOPI dan Kemenpora juga masih belum memberikan rekomendasi kepada Arema Cronus dan Persebaya Surabaya untuk berlaga di QNB League.
"Seharusnya, Kemenpora melakukan pembinaan dan bukan mematikan klub. Seharusnya, biarkan dua klub tersebut berkompetisi. Namun, tetap dengan sejumlah catatan. Jangan berilusi dengan membandingkan dengan klub-klub profesional di Inggris. Sadari bahwa memang banyak kekurangan. Karena itu, terus dorong untuk memperbaikinya. Jadi, jangan justru dihentikan," pungkasnya. (esa/dzi)
Meski mendapatkan surat teguran dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), namun PT LI tidak merubah pendiriannya. Pasalnya, kebijakan tersebut sudah mendapatkan restu dari klub peserta dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
"Hal-hal seperti ini, membuat saya prihatin. Pemerintah seharusnya menjadi mitra PSSI. Sebab, PSSI bukan bawahan pemerintah," ungkap mantan Ketua Umum PSSI, Agum Gumelar.
Bahkan, hal tersebut membuat FIFA bereaksi. Yakni, FIFA mengingatkan supaya BOPI dan Kemenpora tidak melakukan intervensi dan menyebut akan adanya sanksi.
Namun, BOPI dan Kemenpora juga masih belum memberikan rekomendasi kepada Arema Cronus dan Persebaya Surabaya untuk berlaga di QNB League.
"Seharusnya, Kemenpora melakukan pembinaan dan bukan mematikan klub. Seharusnya, biarkan dua klub tersebut berkompetisi. Namun, tetap dengan sejumlah catatan. Jangan berilusi dengan membandingkan dengan klub-klub profesional di Inggris. Sadari bahwa memang banyak kekurangan. Karena itu, terus dorong untuk memperbaikinya. Jadi, jangan justru dihentikan," pungkasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Agum Gumelar Ingatkan Kemenpora Tidak Bertindak Berlebihan
Bola Indonesia 14 April 2015, 19:15
-
Mantan Ketua PSSI Kritik Kemenpora
Bola Indonesia 14 April 2015, 19:10
-
Soal PSSI, Agum Minta Menpora Berhati-hati
Bola Indonesia 6 Januari 2015, 16:56
-
Agum: Brasil Jeblok Karena CBF Dijangkiti Borok
Piala Dunia 14 Juli 2014, 13:18
-
Ingin Juara, Ini Saran Agum Untuk Timnas U-19
Tim Nasional 14 Juli 2014, 09:36
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:56
-
Dari Tangis Sedih Cristiano Ronaldo ke Tangis Bahagia Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:35
-
Man of the Match Argentina vs Mesir: Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:21
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:34
-
Luis Diaz, Pilar Mimpi Besar Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:00
-
Charles De Ketelaere Menikmati Momen Terbaik dalam Kariernya
Piala Dunia 7 Juli 2026, 22:00
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir
Piala Dunia 7 Juli 2026, 21:31
-
Swiss vs Kolombia: 1 Tiket, 2 Ambisi Besar
Piala Dunia 7 Juli 2026, 20:09
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR