Bola.net - Polemik yang terjadi antara Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), ikut menyita perhatian pakar Hukum Tata Negara, Refli Harun.
Ditegaskannya, jika PSSI yang kini dipimpin La Nyalla Mahmud Mattalitti tersebut, wajib tunduk pada tata kelola negara. Sebab diungkapkan Refli, jika PSSI merupakan badan perkumpulan.
"Dalam konteks persoalan Kemenpora dengan PSSI dalam kaitannya dengan FIFA, yang terjadi bukan hanya soal sepak bola tetapi persoalan rezim hukum. Hukum internasional di satu sisi dan hukum nasional di sisi lain," papar Refli.
"Memang idealnya, pemerintah tidak boleh melakukan intervensi. Namun, jika dalam suatu organisasi ada tindakan-tindakan yang mencederai asas transparansi, negara wajib ikut campur. Hal itu, diatur dalam Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional No 3 Tahun 2005. Kemudian yang terpenting harus dipahami, dalam tata kelola negara, tidak boleh ada negara dalam negara," imbuhnya.
Adanya ancaman sanksi dari FIFA kepada Indonesia, dimulai lantaran Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, memberikan surat keputusan (SK) nomor 01307 tahun 2015 tentang Sanksi Administratif terhadap PSSI.
Jika hal tersebut tidak dicabut Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, maka dikhawatirkan Indonesia benar-benar mendapatkan sanksi dari FIFA. (esa/dzi)
Ditegaskannya, jika PSSI yang kini dipimpin La Nyalla Mahmud Mattalitti tersebut, wajib tunduk pada tata kelola negara. Sebab diungkapkan Refli, jika PSSI merupakan badan perkumpulan.
"Dalam konteks persoalan Kemenpora dengan PSSI dalam kaitannya dengan FIFA, yang terjadi bukan hanya soal sepak bola tetapi persoalan rezim hukum. Hukum internasional di satu sisi dan hukum nasional di sisi lain," papar Refli.
"Memang idealnya, pemerintah tidak boleh melakukan intervensi. Namun, jika dalam suatu organisasi ada tindakan-tindakan yang mencederai asas transparansi, negara wajib ikut campur. Hal itu, diatur dalam Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional No 3 Tahun 2005. Kemudian yang terpenting harus dipahami, dalam tata kelola negara, tidak boleh ada negara dalam negara," imbuhnya.
Adanya ancaman sanksi dari FIFA kepada Indonesia, dimulai lantaran Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, memberikan surat keputusan (SK) nomor 01307 tahun 2015 tentang Sanksi Administratif terhadap PSSI.
Jika hal tersebut tidak dicabut Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, maka dikhawatirkan Indonesia benar-benar mendapatkan sanksi dari FIFA. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSSI: FIFA Nilai Kemenpora Belum Tunjukkan Itikad Baik
Bola Indonesia 29 Mei 2015, 22:37
-
Sekjen PSSI: FIFA Sudah Siapkan Draft Sanksi
Bola Indonesia 29 Mei 2015, 22:35
-
Menpora Optimis Indonesia Aman Dari Sanksi FIFA
Bola Indonesia 29 Mei 2015, 21:49
-
Kemenpora Dinilai Terlalu Jauh Campuri PSSI
Bola Indonesia 29 Mei 2015, 21:45
-
Pakar Hukum Tata Negara Minta PSSI Tunduk Pada Tata Kelola Negara
Bola Indonesia 29 Mei 2015, 21:42
LATEST UPDATE
-
Manchester United Siapkan Kontrak 5 Tahun untuk Aurelien Tchouameni
Liga Inggris 9 Juli 2026, 02:03
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia 11 Juli 2026
Piala Dunia 8 Juli 2026, 21:30
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Norwegia vs Inggris 12 Juli 2026
Piala Dunia 8 Juli 2026, 21:01
-
3 Alasan Bikin Fede Valverde Terancam Gagal jadi Kapten Real Madrid
Liga Spanyol 8 Juli 2026, 20:16
-
RESMI: PSIM Yogyakarta dan Fahreza Sudin Berpisah
Bola Indonesia 8 Juli 2026, 19:46
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR