"Sekarang sudah berbeda. Dendam yang ada sudah menjadi kebencian," ujar Joko Susilo, pada .
"Ini tidak bagus karena kita ini olahraga. Olahraga kan seharusnya dilandasi fairplay dan bisa diharapkan memperkuat rasa kekeluargaan dan persatuan," sambungnya.
Sebelumnya, rivalitas antar suporter kembali mengemuka menyusul adanya insiden penghadangan Aremania -julukan suporter Arema- oleh kelompok suporter lain di Sragen Jawa Tengah. Dalam insiden tersebut, dua orang Aremania tewas dan beberapa lainnya luka-luka.
Sementara itu, menanggapi adanya insiden ini -juga insiden-insiden serupa- Joko Susilo meminta aparat keamanan bertindak tegas. Menurutnya, kekerasan-kekerasan yang terjadi berada di luar koridor olahraga.
"Tolong dibedakan. Kalau seperti ini ya sudah kriminal. Harus diberantas," tandasnya.[initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pelatih Arema Cronus Akui Skuatnya Masih Banyak Kekurangan
Bola Indonesia 29 Desember 2015, 15:25
-
Hadapi Mitra Kukar di Semifinal, Arema Siapkan Strategi Khusus
Bola Indonesia 29 Desember 2015, 14:44
-
Pelatih Arema Tak Nyaman Dengan Chants Kebencian di Lapangan
Bola Indonesia 29 Desember 2015, 10:00
-
Pelatih Arema: Rivalitas Suporter Sudah Tidak Sehat
Bola Indonesia 29 Desember 2015, 09:45
-
Hadapi Semifinal, Arema Cronus Bagi Dua Sesi Persiapan
Bola Indonesia 28 Desember 2015, 22:24
LATEST UPDATE
-
Luka Modric Ingin Persembahkan Trofi untuk AC Milan
Liga Italia 23 Mei 2026, 15:50
-
Cek Jadwal dan Link Live Streaming La Liga 2025/26 Hanya di Vidio
Liga Spanyol 23 Mei 2026, 14:50
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25


















KOMENTAR