"Harus ada yang lebih paham mengenai tata kelola sepakbola," ujar Bambang. "Masih banyak tokoh-tokoh sepakbola yang bisa diajak urun rembug mengenai hal ini," sambungnya.
Bambang sendiri mengaku kecewa dengan upaya pemerintah, termasuk Tim Transisi dalam memberantas pengaturan pertandingan. Menurut whistleblower kasus match fixing di Indonesia ini tak ada kelanjutan dari testimoninya beberapa waktu lalu.
"Saya sudah memberi testimoni beberapa waktu lalu. Namun, sampai sekarang tak ada kelanjutannya," sambungnya.
Menurut Bambang, berlarutnya pemberantasan match fixing di Indonesia tak lepas dari peran Tim Transisi. Bambang menyebut Tim Transisi lamban dalam mengambil keputusan.
"Orang-orang di sana, harus diakui, ada yang kurang kompeten," ia menandaskan. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Perbaiki Tata Kelola Sepakbola Indonesia, Ini Saran Eks Pelaku Match Fixing
Bola Indonesia 21 Oktober 2015, 21:52
-
Pihak Persepam Cemas Menunggu Hadiah Piala Kemerdekaan
Bola Indonesia 21 Oktober 2015, 16:39
-
Pemberantasan Match Fixing, Bambang Suryo Sentil Tim Transisi
Bola Indonesia 20 Oktober 2015, 20:45
-
PSMS Medan Tuntut Janji Tim Transisi dan Menpora
Bola Indonesia 16 Oktober 2015, 16:03
-
Hadiah Juara Piala Kemerdekaan Cair Pekan Depan
Bola Indonesia 13 Oktober 2015, 21:20
LATEST UPDATE
-
Gol Ke-3000 Piala Dunia Antar Argentina ke Perempat Final
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:27
-
Man of the Match Swiss vs Kolombia: Gregor Kobel
Piala Dunia 8 Juli 2026, 05:59
-
Tempat Menonton Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:56
-
Dari Tangis Sedih Cristiano Ronaldo ke Tangis Bahagia Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:35
-
Man of the Match Argentina vs Mesir: Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:21
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
















KOMENTAR