"Hanya skuat yang dibubarkan, manajemen klub Persipura tidak. Kami menjaga nama Persipura agar tidak dapat sanksi dari FIFA," ungkapnya.
Sedangkan Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tommy Mano, menerangkan jika Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi dan Badan Organisasi Profesional Indonesia (BOPI) harus bertanggung jawab. Termasuk, dilanjutkan Benhur, terkait kegagalan Mutiara Hitam- julukan skuad Persipura Jayapura- berlaga di babak 16 besar Piala AFC.
"Menpora dan BOPI harus bertanggung jawab terkait masalah ini. Mereka wajib bertanggung jawab atas gagalnya Persipura main di lanjutan Piala AFC 2015. Itu kuncinya, mereka harus cabut sanksi kepada PSSI," pungkasnya. (esa/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jack Komboy Minta Kemenpora Segera Cari Solusi
Bola Indonesia 5 Juni 2015, 22:33
-
Pahami Alasan Persipura, BOPI Sebut Karena Tak Ada Kompetisi
Bola Indonesia 5 Juni 2015, 22:12
-
Sanksi FIFA Kandaskan Upaya Jadwal Ulang Persipura vs Pahang FA
Bola Indonesia 5 Juni 2015, 14:48
-
Persipura Dibubarkan Demi Menghindari Sanksi FIFA
Bola Indonesia 5 Juni 2015, 14:46
-
Persipura Dibubarkan, Pemain Putus Kontrak
Bola Indonesia 5 Juni 2015, 14:37
LATEST UPDATE
-
AC Milan Cari Bek Baru, Nathan Ake Jadi Peluang atau Sekadar Mimpi?
Liga Italia 6 Januari 2026, 15:28
-
Prediksi West Ham vs Nottingham Forest 7 Januari 2026
Liga Inggris 6 Januari 2026, 15:19
-
Luapan Emosi Gonzalo Garcia Usai Cetak Hattrick di Laga Madrid vs Betis
Liga Spanyol 6 Januari 2026, 14:57
-
Prediksi Pisa vs Como 6 Januari 2026
Liga Italia 6 Januari 2026, 14:43
-
Sebut Wasit Mafia, Fabio Capello Buru-buru Beri Klarifikasi Penting
Liga Italia 6 Januari 2026, 14:13
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40

























KOMENTAR