
Pelaksanaan turnamen Piala Bhayangkara lah yang menjadi penyebab Jatim tak bisa pakai pemain profesional di pra-PON. Sebab tiga nama yang digadang-gadang, yakni M. Sahrul Kurniawan, Andik Rendika Rama dan M Fatchurohman, gabung dengan tim peserta turnamen tersebut. Sahrul dan Fatchoy memperkuat PS Polri. Sedangkan Rama gabung Persija Jakarta.
"Awalnya kami ingin menggunakan ketiga pemain itu di pra-PON. Tapi, dengan adanya Piala Bhayangkara, kemungkinan besar mereka tidak bisa saya ikutkan," ucap Hanafing.
Meski demikian Hanafing tidak mau pesimistis. Mantan pelatih PSIM Yogyakarta ini yakin bahwa anak asuhnya bakal memberikan permainan terbaik meski jam terbang mereka di berbagai turnamen dan kompetisi masih belum cukup tinggi.
"Selain itu, tidak mungkin saya memasukkan pemain yang belum pernah berlatih bersama kami. Karena jika ada pemain baru, tentu membutuhkan proses adaptasi yang cukup lama," pungkasnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PON Jatim Terancam Batal Dibela Pemain Profesional
Bola Indonesia 11 Maret 2016, 23:13
-
Tim PON Jatim Bertolak ke Jabar pada 15 Maret
Bola Indonesia 9 Maret 2016, 20:27
-
Bola Indonesia 9 Maret 2016, 20:12

-
PON Jatim Harus Fit di Musim Hujan
Bola Indonesia 29 Februari 2016, 17:16
-
Duo Persija Berebut Kursi Tim PON Jatim
Bola Indonesia 24 Februari 2016, 09:54
LATEST UPDATE
-
AS Roma Kena Mental di Markas Inter Milan
Liga Italia 6 April 2026, 05:28
-
Chelsea Bakal Punya 'Adik Baru' dari Liga Portugal dan MLS?
Liga Inggris 6 April 2026, 05:15
-
Musim Arsenal yang Awalnya Menjanjikan Bisa Berakhir Mengecewakan
Liga Inggris 6 April 2026, 04:54
-
Manchester United Siap Cuci Gudang dan Rombak Skuad
Liga Inggris 6 April 2026, 04:27
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13

















KOMENTAR