Presiden FIFA Berbelasungkawa atas Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan: Hari yang Gelap untuk Sepak Bola

Bola.net - Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang memantik perhatian besar dari Presiden FIFA Gianni Infantino. Melalui pernyataan resminya, ia menandai peristiwa ini sebagai “hari yang gelap” untuk sepak bola.
Kerusuhan bermula ketika laga pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 antara Arema FC menghadapi Persebaya Surabaya berakhir. Persebaya, yang notabene tim rival Arema FC, menang dengan skor 3-2.
Para penonton yang kecewa memasuki lapangan tepat ketika pertandingan berakhir. Mereka tidak puas dengan hasil yang dialami oleh tim. Di saat yang bersamaan, aparat keamanan coba mengendalikan situasi, salah satunya dengan melempar gas air mata.
Akibatnya, situasi justru jadi tidak terkendali karena penonton yang masih di tribun jadi berdesak-desakan untuk keluar. Ratusan jiwa yang meninggal dunia kebanyakan karena situasi kurang oksigen akibat berdesak-desakan dan efek dari gas air mata.
Insiden Tragis

Infantino terkejut dengan apa yang terjadi di laga tersebut. Insiden tragis tersebut membuat nyawa lebih dari 120 orang, per Minggu (2/10/2022) pukul 17.00 WIB, melayang.
“Dunia sepak bola saat ini sedang syok menyusul insiden tragis yang terjadi di Indonesia ada akhir pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan,” katanya melalui laman resmi FIFA.
“Ini hari yang gelap bagi semua yang terlibat dalam sepak bola dan sebuah tragedi yang terjadi di luar pemahaman. Saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada keluarga dan teman-teman para korban yang kehilangan nyawa dari insiden tragis ini.”
Ajak Komunitas Dunia

Selain itu, Infantino juga mengajak komunitas dunia untuk ikut berbelasungkawa atas kejadian memilukan tersebut. Ia berharap solidaritas ini bisa menguatkan kerabat korban.
”Bersama FIFA dan komunitas sepak bola global, semua pikiran dan doa kami bersama para korban, mereka yang terluka, bersama rakyat Republik Indonesia, Konfederasi Sepak Bola Asia, Persatuan Sepak Bola Indonesia, dan Liga Sepak Bola Indonesia, pada saat yang sulit ini,” ujarnya.
Terbesar Kedua

Kerusuhan yang terjadi di Indonesia ini berhasil menyita perhatian dari dunia. Pasalnya, korban jiwa yang melebihi 120 orang itu tercatat jadi yang terbesar kedua sepanjang sejarah sepak bola dunia.
Angka tersebut belum berakhir sampai pukul per Minggu (2/10/2022) pukul 17.00 WIB. Setelah rilis kepolisian menyebutkan ada 127 orang, belum ada pernyataan resmi lain soal penambahan jumlah korban.
Sumber: FIFA Official
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Update Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan: 129 Nyawa Melayang
Bola Indonesia 2 Oktober 2022, 18:54
LATEST UPDATE
-
Ketika Ruben Amorim Merasa Dikhianati Manajemen MU Soal Transfer Pemain
Liga Inggris 5 Januari 2026, 08:05
-
Man of the Match Inter Milan vs Bologna: Lautaro Martinez
Liga Italia 5 Januari 2026, 05:25
-
Man of the Match Man City vs Chelsea: Enzo Fernandez
Liga Inggris 5 Januari 2026, 04:24
-
Man of the Match Fulham vs Liverpool: Harry Wilson
Liga Inggris 5 Januari 2026, 03:54
-
Man of the Match Real Madrid vs Real Betis: Gonzalo Garcia
Liga Spanyol 5 Januari 2026, 00:24
-
Man of the Match Leeds United vs Manchester United: Matheus Cunha
Liga Inggris 4 Januari 2026, 21:44
-
Hasil Leeds vs Man Utd: Saling Serang di Elland Road Berakhir Imbang 1-1
Liga Inggris 4 Januari 2026, 21:31
-
Hasil Bali United vs Arema FC: Kalah Lagi, Tren Negatif Singo Edan Berlanjut
Bola Indonesia 4 Januari 2026, 21:05
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43
























KOMENTAR