Bola.net - - Sanksi kepada Indonesia kembali didapat dari AFC. Kali ini, PSSI mendapatkan sanksi karena insiden selama Asian Games 2018 lalu, terutama yang terjadi di cabor sepakbola. Namun Indonesia tak sendirian, ada juga VFF (Federasi sepakbola Vietnam) yang juga mendapatkan sanksi dari AFC.
Rabu (10/10/2018), AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) mengeluarkan daftar hukuman hasil sidang Komisi Disiplin dan Etik AFC pada Senin (8/10/2018).
Ada 22 butir sanksi yang dijatuhkan AFC kepada beberapa pihak. Empat di antaranya datang dari penyelenggaraan Asian Games 2018.
VFF dan PSSI dijatuhi hukuman terkait laga semifinal yang mempertemukan Timnas Vietnam vs Timnas Korea Selatan yang dimainkan di Stadion Pakansari, Cibinong (29/8/2018).
VFF mendapat sanksi denda sebesar 12.500 dolar AS (Rp190,3 juta) karena melanggar Pasal 65.1 aturan perihal perilaku penonton. Suporter Timnas Vietnam saat laga kontra Korsel, diketahui menyalakan flare sekitar menit ke-66 dan ke-70.
AFC juga memperingatkan VFF agar suporter tidak melakukan pelanggaran serupa di kemudian hari atau sanksi yang dijatuhkan akan makin berat.
Sementara PSSI, juga dikenai sanksi denda serta peringatan akibat pertandingan yang sama. PSSI dianggap gagal melakukan tugas sesuai Pasal 64 regulasi untuk melakukan tindakan pencegahan keselamatan baik sebelum, selama, maupun sesudah pertandingan menyusul flare menyala saat pertandingan.
Atas pelanggaran ini PSSI dikenai sanksi denda sebesar 6.250 dolar AS (Rp95,2 juta) dan peringatan untuk tidak mengulang pelanggaran serupa.
Selain VFF dan PSSI, AFC juga menjatuhkan sanksi pada dua pemain, yakni Yusuf Shabaan (Timnas Bahrain) dan Masharipov Jaloliddin (Timnas Uzbekistan).
Shabaan mendapat sanksi larangan bermain dalam dua pertandingan internasional karena melanggar Pasal 50 Kode Disiplin dan Etik AFC serta denda 10 ribu dolar AS (Rp152,3 juta) akibat terbukti meludahi Koordinator Umum saat pertandingan kontra Vietnam babak 16 besar (23/8/2018).
Sedangkan Jaloliddin disanksi atas pelanggaran serius yang berujung pengusiran saat pertandingan melawan Korea Selatan pada perempat final (27/8/2018). Ia terbukti melempar botol ke arah wasit, yang masuk pelanggaran Pasal 49.1.2 Kode Disiplin dan Etik AFC.
Atas pelanggaran itu, Jaloliddin dikenai hukuman larangan tampil di seluruh laga internasional selama enam bulan, terhitung sejak keputusan ditetapkan dan denda 5.000 dolar AS (Rp76,2 juta).
Sumber: bola.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSSI dan Federasi Vietnam Dapat Sanksi Dari AFC Karena Flare
Bola Indonesia 12 Oktober 2018, 09:02
-
Ketika Luis Milla Bicara Soal Indonesia dan Real Madrid
Tim Nasional 11 Oktober 2018, 11:30
-
PSSI Punya Rencana Cadangan Jika Luis Milla Tak Perpanjang Kontrak
Bola Indonesia 11 Oktober 2018, 10:59
-
PSSI Tetap Sabar Menunggu Jawaban dan Kedatangan Luis Milla
Tim Nasional 11 Oktober 2018, 02:20
-
Agen Luis Milla Menolak Datang ke Indonesia
Tim Nasional 11 Oktober 2018, 01:23
LATEST UPDATE
-
Ketika Ruben Amorim Merasa Dikhianati Manajemen MU Soal Transfer Pemain
Liga Inggris 5 Januari 2026, 08:05
-
Man of the Match Inter Milan vs Bologna: Lautaro Martinez
Liga Italia 5 Januari 2026, 05:25
-
Man of the Match Man City vs Chelsea: Enzo Fernandez
Liga Inggris 5 Januari 2026, 04:24
-
Man of the Match Fulham vs Liverpool: Harry Wilson
Liga Inggris 5 Januari 2026, 03:54
-
Man of the Match Real Madrid vs Real Betis: Gonzalo Garcia
Liga Spanyol 5 Januari 2026, 00:24
-
Man of the Match Leeds United vs Manchester United: Matheus Cunha
Liga Inggris 4 Januari 2026, 21:44
-
Hasil Leeds vs Man Utd: Saling Serang di Elland Road Berakhir Imbang 1-1
Liga Inggris 4 Januari 2026, 21:31
-
Hasil Bali United vs Arema FC: Kalah Lagi, Tren Negatif Singo Edan Berlanjut
Bola Indonesia 4 Januari 2026, 21:05
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43
























KOMENTAR