
Bola.net - PSSI tetap memastikan tekadnya untuk mendukung kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XVIII di Pekanbaru, Riau, 9-20 September 2012. Terutama, cabang olahraga sepakbola yang secara resmi dinaungi PSSI, yang notabene adalah otoritas tertinggi sepakbola di Indonesia, yang diakui FIFA dan AFC.
"Sayangnya, PSSI harus dibuat kecewa. Itu karena banyak pihak yang tidak menginginkan PSSI terlibat di PON ke-XVIII. Misalnya, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang masuk terlalu jauh dalam urusan sepakbola," terang Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin.
Djohar menceritakan, kejadian bermula ketika Deputi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Bidang Kompetisi dan Koordinator pertandingan sepakbola PON ke-XVIII, Saleh Ismail Mukadar diusir dari lapangan pertandingan kedua grup C akan berlangsung pukul 19.00 WIB, di Bangkinang antara Jawa Tengah lawan Kalimantan Selatan. Massa dan Panitia Pelaksana (Panpel) setempat, secara tiba-tiba memprovokasi perangkat pertandingan PSSI.
"Sebenarnya, ada tiga lokasi pertandingan yang digunakan di PON, yakni Bangkinang, Rengat dan Kuansing. Namun yang terjadi masalah hanya di Bangkinang," tuturnya.
Alhasil, PSSI berpandangan jika terjadi konspirasi antara KONI, Panitia Besar (PB) PON dan Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (Baori) untuk merusak nama baik PSSI. Secara tegas, Djohar mengungkapkan jika semua kisruh yang terjadi di PON ke-XVIII, bermula dari campur tangan KONI Pusat dan Baori melalui PB PON.
"KONI sama sekali tidak berpihak ke PSSI. KONI membuat kesalahan dengan lebih mengakomodir lembaga liar yang bukan anggota KONI. Jika begitu, PSSI akan melaporkan KONI ke pihak yang berwajib dengan dua aspek hukum, pidana dan perdata," tegas Djohar.
Lebih jauh dikatakannya, KONI tidak dikenal dalam UU No.3/tahun 2005 dan keberadaan Baori bertentangan dengan prinsip yang diatur dalam UU RI tentang arbitrase. Pasalnya, organisasi pimpinan Tono Suratman tersebut, mengambil alih tugas dan kewenangan PSSI di PON ke-XVIII.
KONI dinilai PSSI hanya sebatas mengkoordinir cabang olahraga yang ditegaskan dalam pasal 36 ayat 4 huruf B, UU No.3/tahun 2005. KONI melaksanakan dan mengkoordinasikan kegiatan multi kejuaraan olahraga tingkat nasional, persis seperti bunyi pasal 36 ayat 4 huruf D, UU no.3/tahun 2005. Pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh induk organisasi cabang olahraga, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat daerah (pasal 27 ayat 2 UU No.3/tahun 2005). Pembinaan dan pengembangan olahraga profesional dilakukan oleh induk organisasi cabang olahraga dan/atau organisasi olahraga profesional (pasal 29 ayat 2 UU No.3/tahun 2005).
"KONI tidak memiliki wewenang apapun di PON ke-XVII. Terutama untuk menentukan keabsahan satu pertandingan olahraga, termasuk sepakbola. Alhasil, sepak bola di PON ke-VXIII, dijalankan oleh pihak yang tidak memiliki kewenangan yang sah," imbuhnya (esa/dzi)
"Sayangnya, PSSI harus dibuat kecewa. Itu karena banyak pihak yang tidak menginginkan PSSI terlibat di PON ke-XVIII. Misalnya, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang masuk terlalu jauh dalam urusan sepakbola," terang Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin.
Djohar menceritakan, kejadian bermula ketika Deputi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Bidang Kompetisi dan Koordinator pertandingan sepakbola PON ke-XVIII, Saleh Ismail Mukadar diusir dari lapangan pertandingan kedua grup C akan berlangsung pukul 19.00 WIB, di Bangkinang antara Jawa Tengah lawan Kalimantan Selatan. Massa dan Panitia Pelaksana (Panpel) setempat, secara tiba-tiba memprovokasi perangkat pertandingan PSSI.
"Sebenarnya, ada tiga lokasi pertandingan yang digunakan di PON, yakni Bangkinang, Rengat dan Kuansing. Namun yang terjadi masalah hanya di Bangkinang," tuturnya.
Alhasil, PSSI berpandangan jika terjadi konspirasi antara KONI, Panitia Besar (PB) PON dan Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (Baori) untuk merusak nama baik PSSI. Secara tegas, Djohar mengungkapkan jika semua kisruh yang terjadi di PON ke-XVIII, bermula dari campur tangan KONI Pusat dan Baori melalui PB PON.
"KONI sama sekali tidak berpihak ke PSSI. KONI membuat kesalahan dengan lebih mengakomodir lembaga liar yang bukan anggota KONI. Jika begitu, PSSI akan melaporkan KONI ke pihak yang berwajib dengan dua aspek hukum, pidana dan perdata," tegas Djohar.
Lebih jauh dikatakannya, KONI tidak dikenal dalam UU No.3/tahun 2005 dan keberadaan Baori bertentangan dengan prinsip yang diatur dalam UU RI tentang arbitrase. Pasalnya, organisasi pimpinan Tono Suratman tersebut, mengambil alih tugas dan kewenangan PSSI di PON ke-XVIII.
KONI dinilai PSSI hanya sebatas mengkoordinir cabang olahraga yang ditegaskan dalam pasal 36 ayat 4 huruf B, UU No.3/tahun 2005. KONI melaksanakan dan mengkoordinasikan kegiatan multi kejuaraan olahraga tingkat nasional, persis seperti bunyi pasal 36 ayat 4 huruf D, UU no.3/tahun 2005. Pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh induk organisasi cabang olahraga, baik pada tingkat pusat maupun pada tingkat daerah (pasal 27 ayat 2 UU No.3/tahun 2005). Pembinaan dan pengembangan olahraga profesional dilakukan oleh induk organisasi cabang olahraga dan/atau organisasi olahraga profesional (pasal 29 ayat 2 UU No.3/tahun 2005).
"KONI tidak memiliki wewenang apapun di PON ke-XVII. Terutama untuk menentukan keabsahan satu pertandingan olahraga, termasuk sepakbola. Alhasil, sepak bola di PON ke-VXIII, dijalankan oleh pihak yang tidak memiliki kewenangan yang sah," imbuhnya (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSSI Menilai KONI Sudah Mengacaukan Sepakbola
Bola Indonesia 10 September 2012, 20:20
-
M Roby Sudah Gabung, Ferdinand Belum
Tim Nasional 10 September 2012, 12:28
-
PSSI Tuding KONI dan Baori Intervensi PON 2012
Bola Indonesia 9 September 2012, 19:34
-
La Nyalla Kirim 40 Wasit ISL ke PON XVIII Riau
Bola Indonesia 9 September 2012, 09:35
-
PSSI Sebut Pertemuan Jokdri-Tri Goestoro Tidak Resmi
Bola Indonesia 7 September 2012, 10:26
LATEST UPDATE
-
Tantang Chelsea, MU Siap Diperkuat Sang Jendral Lini Tengah Mereka
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:21
-
Bruno Fernandes Baikan dengan Michael Carrick, Siap Starter Lawan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:14
-
Borussia Monchengladbach Ungkap Penyebab Hilangnya Kevin Diks pada 2 Laga Beruntun
Tim Nasional 28 Oktober 2026, 19:42
-
3 Hal yang Bisa Ditawarkan Taisei Marukawa untuk Timnas Indonesia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 19:14
-
Barcelona Terancam Sanksi Usai El Clasico, 10 Insiden Suporter Masuk Laporan La Liga
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 18:44
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 18:26
-
Hansi Flick dengan Sengaja Batasi Menit Bermain Pedri di Barcelona
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 18:14
-
Krisis Bek Barcelona yang Parah: Hansi Flick Punya 4 Opsi untuk Rombak Lini Belakang
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 17:33
-
Usai Kalah dari Brighton, Chelsea Bidik Kemenangan di Kandang Liverpool
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:28
-
Lagi On Fire, Liverpool Siap Ladeni Perlawanan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:18
-
Kedewasaan Como yang Makin Teruji
Liga Italia 28 Oktober 2026, 17:09
-
Antonio Conte, Sosok yang Sempurna untuk Disiplinkan Skuad Bebal MU!
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:06
-
Michael Carrick Diberi Tiga Laga untuk Selamatkan Pekerjaannya di Manchester United
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 16:56
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR