Bola.net - Direktur Hukum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Aristo Pangaribuan menyebut pengaturan skor adalah konsekuensi logis dalam industri persepakbolaan, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di negara-negara lain seperti di benua Eropa.
"Pengaturan skor adalah konsekuensi logis mengingat ada orang-orang yang mau merusak sistem dengan mengatur sebuah pertandingan demi tujuan meraup keuntungan," ujarnya seperti dilansir Antara.
Sepakbola Indonesia memang tengah dikejutkan dengan kabar adanya pengaturan skor yang terjadi di pertandingan-pertandingan di kompetisi tanah air. Bukan hanya di level tertinggi, namun juga di kasta kedua juga terindikasi praktek pengaturan skor.
Dan ditambahkan Aristo, PSSI sejauh ini telah berusaha melakukan proteksi terhadap pertandingan yang diikuti oleh klub-klub anggotanya, namun yurisdiksi PSSI hanya terbatas pada pihak-pihak yang masuk dalam sistem organisasi melingkupi klub, manajer, pemain, pelatih, dan ofisial.
"Yang menjadi masalah kalau pelaku pengaturan skor ini berasal dari orang-orang di luar sistem," katanya.
Ia menjelaskan bahwa PSSI telah melakukan beberapa upaya proteksi salah satunya bekerjasama dengan lembaga riset asal Swiss, Sport Radar, untuk menganalisis pola-pola skor pertandingan dan kemudian menginvestigasi jika kemudian ditemukan potensi kecurangan.
Jika benar-benar terbukti melakukan kecurangan, maka pihak-pihak yang berada di dalam sistem organisasi PSSI akan mendapat sanksi dari Komite Disiplin.
"Sebagai contoh, PSSI pernah mengeluarkan sanksi berupa larangan beraktivitas seumur hidup untuk manajer dan pelatih PSIS Semarang karena terbukti melakukan praktik 'sepak bola gajah' dalam pertandingan melawan PSS Sleman pada Oktober 2014," tandasnya. (ant/dzi)
"Pengaturan skor adalah konsekuensi logis mengingat ada orang-orang yang mau merusak sistem dengan mengatur sebuah pertandingan demi tujuan meraup keuntungan," ujarnya seperti dilansir Antara.
Sepakbola Indonesia memang tengah dikejutkan dengan kabar adanya pengaturan skor yang terjadi di pertandingan-pertandingan di kompetisi tanah air. Bukan hanya di level tertinggi, namun juga di kasta kedua juga terindikasi praktek pengaturan skor.
Dan ditambahkan Aristo, PSSI sejauh ini telah berusaha melakukan proteksi terhadap pertandingan yang diikuti oleh klub-klub anggotanya, namun yurisdiksi PSSI hanya terbatas pada pihak-pihak yang masuk dalam sistem organisasi melingkupi klub, manajer, pemain, pelatih, dan ofisial.
"Yang menjadi masalah kalau pelaku pengaturan skor ini berasal dari orang-orang di luar sistem," katanya.
Ia menjelaskan bahwa PSSI telah melakukan beberapa upaya proteksi salah satunya bekerjasama dengan lembaga riset asal Swiss, Sport Radar, untuk menganalisis pola-pola skor pertandingan dan kemudian menginvestigasi jika kemudian ditemukan potensi kecurangan.
Jika benar-benar terbukti melakukan kecurangan, maka pihak-pihak yang berada di dalam sistem organisasi PSSI akan mendapat sanksi dari Komite Disiplin.
"Sebagai contoh, PSSI pernah mengeluarkan sanksi berupa larangan beraktivitas seumur hidup untuk manajer dan pelatih PSIS Semarang karena terbukti melakukan praktik 'sepak bola gajah' dalam pertandingan melawan PSS Sleman pada Oktober 2014," tandasnya. (ant/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSSI: Pengaturan Skor Adalah Konsekuensi Dari Industri Sepakbola
Bola Indonesia 5 Juli 2015, 21:42
-
La Nyalla: Suporter Indonesia Saat Ini Melempem
Bola Indonesia 5 Juli 2015, 21:16
-
PSSI Berharap Semua Pihak Mendapatkan Pencerahan
Bola Indonesia 4 Juli 2015, 15:24
-
Transparansi PSSI Dapat Ujian Dari Suporter Klub Tanah Air
Bola Indonesia 4 Juli 2015, 15:09
-
Tim Transisi Janjikan Kompetisi Digelar Usai KLB PSSI
Bola Indonesia 3 Juli 2015, 14:54
LATEST UPDATE
-
Mengebut dan Kecelakaan, SIM Jamal Musiala Dicabut!
Bundesliga 21 Mei 2026, 10:45
-
Gokil! Casemiro Tolak Banyak Tawaran Demi Inter Miami
Bola Dunia Lainnya 21 Mei 2026, 10:15
-
Marc Klok Absen di Laga Penentuan Juara Persib Bandung
Bola Indonesia 21 Mei 2026, 09:13
-
Aston Villa Juara, Pangeran William Menggila!
Liga Eropa UEFA 21 Mei 2026, 09:00
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25




















KOMENTAR