
Bola.net - Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) menyoroti pembakaran flare dan pitch invasion usai laga Persib Bandung vs Persikabo 1973. Mereka menilai itu bentuk ketidaksiapan dalam penyelenggaraan pertandingan sepak bola.
Ketua Umum PSTI, Ignatius Indro menyesalkan kejadian tersebut karena dinilai jauh dari sportivitas. Dia juga mempertanyakan masuknya flare yang jumlahnya cukup besar ke dalam stadion.
"Ini adalah bukti ketidaksiapan kita dalam menjalankan pertandingan sepak bola, suporter yang jauh dari sportifitas, lalu panitia dan PSSI yang benar-benar tidak siap," katanya dalam rilis yang diterima Bola.net, Selasa (18/04/2023).
"Bagaimana flare yang sudah dilarang oleh FIFA bisa masuk ke dalam stadion dalam jumlah besar. Ini kecolongan atau ada kesengajaan?," sambungnya.
Scroll ke bawah untuk informasi selengkapnya ya Bolaneters
Belum Lakukan Perbaikan Menyeluruh
Kejadian itu juga menjadi cerminan bahwa federasi belum melakukan perbaikan yang serius. Terutama dalam mengedukasi suporter agar insiden seperti di Bandung tidak terjadi.
"Ini jelas membuktikan PSSI belum melakukan perbaikan dari banyak hal, mulai dari panitia hingga edukasi suporter yang belum berjalan hingga ke akar rumput," imbuh Ignatius Indro.
"Sebaiknya PSSI segera introspeksi dulu dengan kejadian-kejadian seperti ini bukan malah lempar tanggung jawab ke pihak lain," lanjut Humas Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta tersebut.
Transformasi Belum Berjalan
Ignatius Indro juga tidak bisa membayangkan jika Piala Dunia U-20 2023 dipaksakan digelar di tanah air. Apalagi Timnas Indonesia menghadapi Israel dan menelan kekalahan.
"Ini karena transformasi sepak bola kita belum berjalan sebagaimana mestinya pasca Kanjuruhan," lanjut Ignatius Indro.
"Seharusnya PSSI melihat itu dan bukan malah melakukan drama-drama yang membuat kisruh keadaan," tandasnya.
(Bola.net/Mustopa El Abdy)
Baca Juga:
- BRI Liga 1 2022/2023 Berakhir, Persib Liburkan Tim Sebulan Lebih
- Thomas Doll: Andritany Ardhiyasa Mungkin Harus Bersabar Comeback ke Timnas Indonesia
- Termasuk Kiper PSM Makassar, Ini 5 Kiper dengan Catatan Clean Sheet Terbanyak di BRI Liga 1 2022/202
- PSIS Semarang Kembalikan Meru Kimura ke RANS Nusantara, Ini Penyebabnya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSTI Soroti Pembakaran Flare dan Pitch Invasion Suporter Persib Bandung
Bola Indonesia 18 April 2023, 18:36
-
BRI Liga 1 2022/2023 Berakhir, Persib Liburkan Tim Sebulan Lebih
Bola Indonesia 18 April 2023, 15:46
LATEST UPDATE
-
Klaim Sensasional Eks Arsenal: Mikel Arteta Bakal ke Barcelona
Liga Inggris 20 Februari 2026, 01:34
-
Kiper Tottenham Terbuka Gabung Inter pada Bursa Transfer Musim Panas
Liga Italia 20 Februari 2026, 00:34
-
6 Pemain Juventus Tak Masuk Rencana Luciano Spalletti Musim Depan
Liga Italia 20 Februari 2026, 00:23
-
Bukayo Saka Resmi Perpanjang Kontrak Jangka Panjang Bersama Arsenal
Liga Inggris 19 Februari 2026, 23:24
-
Dusan Vlahovic Ingin ke Barcelona, Siap Isi Pos Robert Lewandowski
Liga Italia 19 Februari 2026, 22:17
-
Manchester United Bidik Bek Barcelona, Bersaing dengan Inter
Liga Inggris 19 Februari 2026, 22:09
-
Jadwal Pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026: Semua Laga Dimulai Pukul 20.30 WIB
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 21:15
-
Arsenal Tergelincir di Markas Wolves, Peluang Juara Premier League Terancam
Liga Inggris 19 Februari 2026, 21:14
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 21:10
-
Arne Slot Ungkap Kondisi Alexander Isak, Masuki Tahap Akhir Rehabilitasi
Liga Inggris 19 Februari 2026, 20:44
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39

























KOMENTAR