
Bola.net - Bek senior Persipura Jayapura, Ricardo Salampessy, punya aktivitas rutin selama pandemi COVID-19. Dia berlatih mandiri sesuai dengan arahan tim kepelatihan.
Selain itu, Ricardo juga menjadi guru dadakan bagi ketiga anaknya yang sudah duduk di bangku sekolah.
Setelah PSSI menghentikan kompetisi Liga 1 2020, para pemain sepak bola profesional yang berlaga di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu, termasuk Ricardo Salampessy, mempunyai waktu luang yang cukup untuk bersama keluarga.
Hingga saat ini, sudah hampir lima bulan para pemain tidak melakukan aktivitas normal sebagai atlet sepak bola. PSSI menghentikan kompetisi pertengahan Maret lalu saat baru berjalan tiga pekan.Kompetisi Liga 1 dihentikan seiring merebaknya wabah virus corona di Indonesia.
Tidak ingin kejenuhan menghampiri, Ricardo Salampesy memanfaatkan waktu luang untuk memperhatikan anak-anaknya, terutama tiga anaknya yang masih bersekolah, yakni Reno, Renata Sabrina, dan Reynhold Stephanus.
Ricardo Salampesy mengaku hampir setiap hari mendampingi ketiga anaknya mengerjakan tugas-tugas online dari guru masing-masing. Anak-anak Ricardo Salampesy harus belajar dari rumah mengingat saat ini aktivitas sekolah secara tatap muka masih dihentikan.
"Kegiatan sehari-hari masih tetap berlatih dengan program yang diberikan pelatih. Selain itu, membantu anak-anak menjalani sekolah online di rumah," kata Ricardo Salampesy, Senin (3/8/2020).
"Sampai saat ini anak-anak masih sekolah dari rumah karena sekolah belum dibuka. Yang paling tua sudah kelas 8 di SMP 5 Entrop dan yang dua lagi masih kelas 6 dan kelas 4 di SD KKK Jayapura," tambah bek Persipura Jayapura itu.
Jadi Lebih Memahami Beban dan Tanggung Jawab Seorang Guru
Selama mendampingi anak-anaknya belajar dan mengerjakan tugas sekolah, Ricardo Salampessy mengaku merasa lebih gembira jika dibandingkan kesulitan.
Mendampingi anak-anak belajar menjadi momen yang sangat berharga bagi Ricardo. Alasannya karena ketika kompetisi berjalan, waktu untuk mendampingi anak-anaknya sangat terbatas.
Selain memperlihatkan kasih sayang sebagai seorang ayah yang bertanggung jawab, Ricardo merasa lebih memahami beban dan tanggung jawab dari seorang guru di sekolah ketika mendampingi anak-anaknya belajar.
Beruntung sang istri, Stefanie mau berbagi tugas untuk menjadi guru dadakan sehingga tugasnya memecahkan soal-soal yang sulit bisa terbantu dengan baik.
"Sulit juga menjadi guru dadakan. Beruntung istri cepat tanggap, mau menangani sehingga anak-anak tidak mengalami kendala saat belajar," ujar pemain kelahiran Maluku itu.
"Namun, saya merasakan banyak kesenangan karena interaksi dengan anak-anak lebih banyak mengingat aktivitas tim belum berlangsung mengingat kompetisi belum berjalan," pungkasnya.
Disadur dari: Bola.com/Permana Kusumadijaya/Benediktus Gerendo Pradigdo
Published: 3 Agustus 2020
Baca juga artikel-artikel lainnya:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pemain Favorit Rahmad Darmawan di Shopee Liga 1 2020: Boaz Solossa
Bola Indonesia 2 Agustus 2020, 10:10
-
Persipura Jayapura Siap Arungi Lanjutan Shopee Liga 1 2020
Bola Indonesia 2 Juli 2020, 23:40
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Sporting CP vs Arsenal: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 7 April 2026, 22:02
-
Tempat Menonton Madrid vs Bayern: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 7 April 2026, 22:01
-
Bagaimana Update Naturalisasi Luke Vickery untuk Bela Timnas Indonesia?
Tim Nasional 7 April 2026, 21:25
-
Real Madrid Unggul Telak atas Bayern Munchen Secara Sejarah
Liga Champions 7 April 2026, 20:38
-
Antonio Rudiger Kian Dekat Perpanjang Kontrak di Real Madrid
Liga Spanyol 7 April 2026, 20:30
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32

























KOMENTAR