
Bola.net - CEO PSM Makassar, Rully Habibie, mengaku sudah melihat video pertandingan di mana Ilija Spasojevic menerima kartu merah. Menurutnya, tidak ada alasan kuat wasit Hidayat memberikan kartu merah langsung pada Spaso.
Hidayat memberikan kartu merah langsung pada Spaso bersama gelandang Abdoulaye Djibril saat PSM Makassar menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Andi Mattalatta, Sabtu (26/5). Kartu tersebut diterima saat terjadi keributan di lapangan.
Rully mengaku sudah berbicara dengan pihak PT LPIS selaku penyelenggara Indonesian Premier League dan mengajukan surat protes kepada Komisi Disiplin PSSI. Untuk memperkuat protes, Rully juga menyertakan video rekaman pertandingan.
“Kami minta agar ada peninjauan kembali atas kartu merah yang diberikan kepada Spaso. Karena menurut kami, tidak ada alasan yang kuat wasit memberikan kartu merah langsung. Semisal kartu kuning pun, itu juga masih dipertanyakan,” ujar Rully.
“Kami juga pertanyakan kepemimpinan wasit. Karena tidak mendiskusikan dulu dengan hakim garis tapi langsung memberikan kartu merah kepada Spaso,” lanjut Rully.
Rully berharap agar pihak terkait bisa segera memberikan keputusan secepatnya, paling tidak sebelum laga antara Arema Indonesia IPL dan PSM pada leg kedua Piala Indonesia, Rabu (30/5). Sehingga Spaso bisa mengetahui nasibnya dan tahu bagaimana harus bertindak.
Sementara itu, Spaso mengunggah rekaman pertandingan, khususnya moment di mana dirinya menerima kartu merah langsung dari wasit Hidayat. Video yang diberi judul “After protect a referee, unbelievable red card!” itu diunggah tanggal 27 Mei atas nama akun Ilija Spasojevic. (nda/dzi)
Hidayat memberikan kartu merah langsung pada Spaso bersama gelandang Abdoulaye Djibril saat PSM Makassar menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Andi Mattalatta, Sabtu (26/5). Kartu tersebut diterima saat terjadi keributan di lapangan.
Rully mengaku sudah berbicara dengan pihak PT LPIS selaku penyelenggara Indonesian Premier League dan mengajukan surat protes kepada Komisi Disiplin PSSI. Untuk memperkuat protes, Rully juga menyertakan video rekaman pertandingan.
“Kami minta agar ada peninjauan kembali atas kartu merah yang diberikan kepada Spaso. Karena menurut kami, tidak ada alasan yang kuat wasit memberikan kartu merah langsung. Semisal kartu kuning pun, itu juga masih dipertanyakan,” ujar Rully.
“Kami juga pertanyakan kepemimpinan wasit. Karena tidak mendiskusikan dulu dengan hakim garis tapi langsung memberikan kartu merah kepada Spaso,” lanjut Rully.
Rully berharap agar pihak terkait bisa segera memberikan keputusan secepatnya, paling tidak sebelum laga antara Arema Indonesia IPL dan PSM pada leg kedua Piala Indonesia, Rabu (30/5). Sehingga Spaso bisa mengetahui nasibnya dan tahu bagaimana harus bertindak.
Sementara itu, Spaso mengunggah rekaman pertandingan, khususnya moment di mana dirinya menerima kartu merah langsung dari wasit Hidayat. Video yang diberi judul “After protect a referee, unbelievable red card!” itu diunggah tanggal 27 Mei atas nama akun Ilija Spasojevic. (nda/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rully Habibie: PSSI Harus Tinjau Ulang Kartu Merah Spaso
Bola Indonesia 28 Mei 2012, 21:30
-
Lawan Arema, PSM Pasang Denyz Gantikan Deny Marcel
Bola Indonesia 28 Mei 2012, 18:33
-
Tur Jawa-Sumatra, PSM Krisis Striker
Bola Indonesia 28 Mei 2012, 15:40
-
Usai Bekuk Kitchee, Penggawa Arema Bersantai di Hongkong
Asia 25 Mei 2012, 00:00
-
Konjen Indonesia di Hongkong Bangga Perjuangan Arema
Asia 24 Mei 2012, 23:30
LATEST UPDATE
-
Profil Timnas Qatar di Piala Dunia 2026: Ambisi Baru The Maroons
Piala Dunia 10 April 2026, 08:00
-
Liverpool Hancur di Tangan PSG, 2 Sosok Ini Kena Damprat Carragher
Liga Inggris 10 April 2026, 07:45
-
Patah Hati Manchester United, Elliot Anderson Lebih Memilih Manchester City?
Liga Inggris 10 April 2026, 07:27
LATEST EDITORIAL
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25

























KOMENTAR