
Bola.net - Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) membeber proses aduan para pemain Kalteng Putra atas tunggakan gaji mereka. APPI menyebut saat ini mereka sudah mengirimkan permohonan penyelesaian sengketa tersebut kepada NDRC Indonesia.
Sebelum langkah ini, APPI dan para pemain tersebut telah berupaya menjalin komunikasi dengan manajemen Kalteng Putra. Namun, mereka menilai, tak ada respons positif dari upaya tersebut.
"Kami telah mengirimkan 28 kasus kepada NDRC Indonesia, 27 kasus di antaranya perselisihan keterlambatan gaji dan ada satu kasus pembayaran kompensasi atas pemutusan kontrak yang belum terbayarkan sejak 7 November 2023," kata CEO APPI, M. Hardika Aji.
"Lalu untuk pesepak bola asing, kami tengah berkoordinasi dengan players union di negara pemain tersebut berasal sambil mempersiapkan pengajuan ke DRC FIFA," sambungnya.
Selain kepada NDRC Indonesia, APPI juga bersurat kepada Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah. Dalam surat tersebut, APPI -mewakili 23 pemain Kalteng Putra- menyampaikan permintaan di antaranya untuk menjadwalkan ulang proses pemeriksaan dan pertimbangan atas proses pemeriksaan yang hendak dilakukan di Polda Kalteng.
Permintaan ini, mempertimbangkan sejumlah hal, di antaranya adalah hampir seluruh pemain tidak berdomisili di Palangkaraya dan seluruh pemain yang mendapatkan panggilan, belum mendapatkan hak gaji mereka dari Kalteng Putra selama kurang lebih dua sampai tiga bulan. Walhasil, mereka kesulitan jika harus melakukan transportasi ke Palangkaraya karena keterbatasan biaya.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Audiensi dengan PT LIB
Selain itu, APPI juga telah beraudiensi dengan PT LIB. Dalam kesempatan ini, mereka menyampaikan kronologis secara langsung dan juga berdiskusi untuk mencari penyelesaian kasus tersebut.
APPI juga masih menantikan pertemuan dengan PSSI, untuk membahas permasalahan para pemain yang dipanggil oleh Polda Kalteng beserta pemain lainnya yang juga belum mendapat gaji mereka.
"Bahwa atas laporan polisi pada tanggal 25 Januari 2024, telah dilakukan surat panggilan oleh Polda Kalimantan Tengah terhadap 23 pemain, di antaranya surat panggilan tersebut meminta para pemain untuk datang pada tanggal 31 Januari sampai 8 Februari 2024. Atas hal ini, kami telah mengirimkan surat selaku kuasa hukum para pemain kepada Polda Kalimantan Tengah terkait surat panggilan tersebut," ucap Head Legal APPI, Jannes H. Silitonga.
(Dendy Gandakusumah/Bola.net)
Jangan lewatkan!
- Dirut PT LIB Pastikan Tak Akan Terapkan Salary Cap di Kompetisi Indonesia
- BRI Liga 1 Bakal Kembali Diliburkan Saat Timnas Indonesia U-23 Berlaga di Piala Asia U-23 2024?
- Hasil Lengkap, Klasemen, dan Top Skor BRI Liga 1 2023/2024
- Tes Medis Kelar, Jesse Lingard Siap Hadapi Pratama Arhan di Korea Selatan
- Ada Perubahan Rencana, VAR Baru Akan Dipakai di BRI Liga 1 Mulai Championship Series
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Soal Tunggakan Gaji Kalteng Putra, APPI Surati NDRC Indonesia
Bola Indonesia 8 Februari 2024, 04:17
LATEST UPDATE
-
Manchester City vs Chelsea: Siapa Unggul di Catatan Head to Head?
Liga Inggris 3 Januari 2026, 16:05
-
Nonton Live Streaming Borneo FC vs PSM Makassar Hari Ini di BRI Super League
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 16:01
-
John Herdman Unggul dari Shin Tae-yong dan Kluivert dalam Rataan Kemenangan
Tim Nasional 3 Januari 2026, 15:57
-
Mengapa Chelsea Pertimbangkan Liam Rosenior sebagai Pelatih Baru
Liga Inggris 3 Januari 2026, 15:35
-
Breaking News! John Herdman Resmi Menjadi Pelatih Timnas Indonesia
Tim Nasional 3 Januari 2026, 15:24
-
Daftar Pemain Voli Putra Medan Falcons Tirta Bhagasasi di Proliga 2026
Voli 3 Januari 2026, 14:58
-
Reaksi Manajer Premier League atas Kepergian Mendadak Enzo Maresca dari Chelsea
Liga Inggris 3 Januari 2026, 14:17
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43























KOMENTAR