
Bola.net - Jika usulan merger Persebaya dianggap sebagai hal mustahil, maka berdiri sendiri menjadi solusi terbaik. PSSI selaku induk organisasi juga harus sepakat untuk mengakui dua Persebaya yang berkompetisi di Liga Indonesia.
Mantan manajer dan ketua umum Persebaya, Arif Affandi mengatakan bahwa kota sebesar Surabaya tak sepatutnya hanya memiliki satu klub. Sebab dalam sejarahnya Kota Pahlawan sudah pernah memiliki dua klub yang sama-sama memiliki nama besar dan memiliki basis pendukung sendiri.
"Bagi saya, Surabaya yang sebesar ini tidak cukup hanya punya satu klub. Kita dulu punya Mitra dan Persebaya. Masing-masing bisa berjalan dengan kebesarannya," terang Arif. Surabaya bisa mencontoh apa yang terjadi di Kota Manchester atau Madrid.
"Sudah lah, Surabaya ini jangan hanya satu klub Persebaya. Kalau perlu ada dua Persebaya, Persebaya United dan Persebaya FC," terang Arif. Ia juga meminta PSSI mengesahkan Persebaya 1927 yang dianggap sebagai Persebaya asli versi mayoritas suporter Bonek.
"Persebaya 1927 diizinkan berkompetisi lah. Tapi waktu itu berhenti di divisi apa. Kalau dulu berhenti di Divisi Utama, ya persilahkan di Divisi Utama. Nanti yang menentukan adalah pasar," pungkas Arif. [initial]
(faw/mac)
Mantan manajer dan ketua umum Persebaya, Arif Affandi mengatakan bahwa kota sebesar Surabaya tak sepatutnya hanya memiliki satu klub. Sebab dalam sejarahnya Kota Pahlawan sudah pernah memiliki dua klub yang sama-sama memiliki nama besar dan memiliki basis pendukung sendiri.
"Bagi saya, Surabaya yang sebesar ini tidak cukup hanya punya satu klub. Kita dulu punya Mitra dan Persebaya. Masing-masing bisa berjalan dengan kebesarannya," terang Arif. Surabaya bisa mencontoh apa yang terjadi di Kota Manchester atau Madrid.
"Sudah lah, Surabaya ini jangan hanya satu klub Persebaya. Kalau perlu ada dua Persebaya, Persebaya United dan Persebaya FC," terang Arif. Ia juga meminta PSSI mengesahkan Persebaya 1927 yang dianggap sebagai Persebaya asli versi mayoritas suporter Bonek.
"Persebaya 1927 diizinkan berkompetisi lah. Tapi waktu itu berhenti di divisi apa. Kalau dulu berhenti di Divisi Utama, ya persilahkan di Divisi Utama. Nanti yang menentukan adalah pasar," pungkas Arif. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kemenpora Beri PSSI Surat Peringatan Kedua
Bola Indonesia 15 April 2015, 20:24
-
Solusi Dualisme, Surabaya Sebaiknya Punya Dua Klub
Bola Indonesia 15 April 2015, 15:05
-
700 Personel Polisi Amankan KLB PSSI
Bola Indonesia 15 April 2015, 14:21
-
Peluang Lebih Besar, PSSI Kejar Target ke Piala Asia
Tim Nasional 15 April 2015, 12:43
-
Hadapi KLB PSSI, Bonek 1927 Diminta Realistis
Bola Indonesia 15 April 2015, 12:37
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:56
-
Dari Tangis Sedih Cristiano Ronaldo ke Tangis Bahagia Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:35
-
Man of the Match Argentina vs Mesir: Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:21
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:34
-
Luis Diaz, Pilar Mimpi Besar Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:00
-
Charles De Ketelaere Menikmati Momen Terbaik dalam Kariernya
Piala Dunia 7 Juli 2026, 22:00
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir
Piala Dunia 7 Juli 2026, 21:31
-
Swiss vs Kolombia: 1 Tiket, 2 Ambisi Besar
Piala Dunia 7 Juli 2026, 20:09
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55























KOMENTAR