Bola.net - Upaya percepatan melepaskan Indonesia dari sanksi FIFA, rupanya bukan menjadi agenda utama Menpora Imam Nahrawi. Sebab pihaknya justru menunggu FIFA menggelar Kongres Luar Biasa (KLB), yang rencananya digelar Desember 2015.
Karena itu, Menpora mengatakan jika masih belum bisa memaparkan langkah-langkah terkait upaya mencabut sanksi yang dijatuhkan FIFA tertanggal 30 Mei.
Dalam penilaiannya, FIFA harus lebih dahulu melakukan perbaikan. Sebab, FIFA terkesan buruk setelah beberapa pejabatnya ditangkap karena kasus korupsi meski roda organisasi tetap berjalan.
"Kami masih menunggu FIFA menyelesaikan persoalan rumah tangganya, di mana Desember 2015 akan KLB. Nantinya dalam tahapan berlangsung, kami akan pikirkan solusi tercepat agar kompetisi jalan, turnamen berjalan dan festival berjalan seperti yang direncanakan Tim Transisi," ujar Menpora.
"Jadi, kita tunggu sampai FIFA selesai Kongres. Sebab, FIFA sendiri masih sibuk dengan diri sendiri. Saya tunggu dulu, apakah FIFA mau mereformasi diri supaya bisa menjadi kiblat," sambungnya.
Hal tersebut, tentu bertentangan dengan keinginan Komisi X DPR-RI, yang meminta Menpora segera melakukan langkah-langkah strategis agar sanksi FIFA segera diakhiri.
Selain itu, Menpora juga diminta menemui PSSI untuk membicarakan penyelenggaraan kompetisi dalam menghidupkan kembali persepakbolaan Indonesia.
"Tadi sudah dijelaskan, FIFA harus bersihkan diri dulu. Katanya FIFA juga mau ke sini. Akan kami sambut dan jelaskan," imbuhnya.
Sedangkan sebelumnya, Menpora mengaku telah memenuhi permintaan DPR-RI dengan bertemu pengurus PSSI, di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6). Namun, PSSI pada periode Djohar Arifin dan bukan La Nyalla Mahmud Mattalitti.
Menpora lebih memilih bertemu Djohar karena berpatokan pada Surat Keputusan Menpora per 17 April, di mana saat itu Djohar masih menjabat sebelum Kongres Luar Biasa (KLB PSSI) di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (18/4). [initial]
(esa/pra)
Karena itu, Menpora mengatakan jika masih belum bisa memaparkan langkah-langkah terkait upaya mencabut sanksi yang dijatuhkan FIFA tertanggal 30 Mei.
Dalam penilaiannya, FIFA harus lebih dahulu melakukan perbaikan. Sebab, FIFA terkesan buruk setelah beberapa pejabatnya ditangkap karena kasus korupsi meski roda organisasi tetap berjalan.
"Kami masih menunggu FIFA menyelesaikan persoalan rumah tangganya, di mana Desember 2015 akan KLB. Nantinya dalam tahapan berlangsung, kami akan pikirkan solusi tercepat agar kompetisi jalan, turnamen berjalan dan festival berjalan seperti yang direncanakan Tim Transisi," ujar Menpora.
"Jadi, kita tunggu sampai FIFA selesai Kongres. Sebab, FIFA sendiri masih sibuk dengan diri sendiri. Saya tunggu dulu, apakah FIFA mau mereformasi diri supaya bisa menjadi kiblat," sambungnya.
Hal tersebut, tentu bertentangan dengan keinginan Komisi X DPR-RI, yang meminta Menpora segera melakukan langkah-langkah strategis agar sanksi FIFA segera diakhiri.
Selain itu, Menpora juga diminta menemui PSSI untuk membicarakan penyelenggaraan kompetisi dalam menghidupkan kembali persepakbolaan Indonesia.
"Tadi sudah dijelaskan, FIFA harus bersihkan diri dulu. Katanya FIFA juga mau ke sini. Akan kami sambut dan jelaskan," imbuhnya.
Sedangkan sebelumnya, Menpora mengaku telah memenuhi permintaan DPR-RI dengan bertemu pengurus PSSI, di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6). Namun, PSSI pada periode Djohar Arifin dan bukan La Nyalla Mahmud Mattalitti.
Menpora lebih memilih bertemu Djohar karena berpatokan pada Surat Keputusan Menpora per 17 April, di mana saat itu Djohar masih menjabat sebelum Kongres Luar Biasa (KLB PSSI) di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (18/4). [initial]
Jangan Lewatkan!
- 'Penuhi Undangan Menpora, Djohar Membuat Malu Dirinya Sendiri'
- Soal Djohar, PSSI Tegaskan Tak Ada Dualisme
- Undang Djohar, PSSI Cap Menpora Injak-injak Kehormatan Sepakbola
- Djohar Arifin Beber Alasan Penuhi Undangan Kemenpora
- PSSI Nilai Menpora Melecehkan Kecerdasan dan Norma Umum
- Persebaya 1927 Masih Dukung Menpora
- 'Timnas U-23 Melempem, Menpora Harus Bertanggung Jawab!'
- Menpora Dorong Aparat Hukum Dalami Dugaan Mafia Bola Timnas U-23
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Djamal Aziz Tantang Pelaku Pengaturan Skor Lapor Polisi
Bola Indonesia 24 Juni 2015, 22:08
-
Bibit Samad: Maraknya Pengaturan Skor Jadi Alasan Pembekuan PSSI
Bola Indonesia 24 Juni 2015, 21:42
-
Tak Merasa Bersalah, Djohar Akui Dapat Banyak Dukungan
Bola Indonesia 24 Juni 2015, 21:30
-
Ini Alasan DPR-RI Batalkan Rapat Kerja dengan Menpora
Bola Indonesia 24 Juni 2015, 16:55
-
Tak Fokus Cabut Sanksi, Menpora Tunggu FIFA Gelar KLB
Bola Indonesia 24 Juni 2015, 13:13
LATEST UPDATE
-
Gagal ke Real Madrid, Enzo Fernandez Bakal Gabung Klub EPL Ini?
Piala Dunia 5 Juli 2026, 12:00
-
Bye Arsenal! Leandro Trossard Segera Cabut ke Turki!
Liga Inggris 5 Juli 2026, 08:00
-
Kylian Mbappe: Emangnya Cuma Kalian yang Bisa Main Kotor, Paraguay!
Piala Dunia 5 Juli 2026, 07:45
-
Lionel Messi dan Bayang-bayang Kylian Mbappe di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 5 Juli 2026, 06:26
-
Man of the Match Paraguay vs Prancis: Orlando Gill
Piala Dunia 5 Juli 2026, 06:11
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR